<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7155326817981653575</id><updated>2011-04-22T08:29:13.122+07:00</updated><category term='Biografi mujahid'/><category term='Al Aqsha'/><category term='Kisah Rosul'/><category term='Artikel Islami'/><category term='Sirah Rasul'/><category term='Berita Islami'/><category term='Nasehat Bagi Para Mujahidin'/><category term='Artikel'/><category term='Khilafah &apos;ala Minhajin Nubuwwat'/><category term='Fiqh'/><category term='Berita'/><category term='BERITA iSLAMI TERKINI'/><category term='Bahasa Arab'/><title type='text'>Al-Mujahid</title><subtitle type='html'>Saatnya ISLAM Bangkit dalam Sistem KHILAFAH 'ALA MINHAJIN NUBUWWAH... Allohu Akbar...!!!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Al-Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14531980144247679799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>42</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7155326817981653575.post-1647501217922075077</id><published>2009-03-26T13:14:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T13:17:20.855+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Aqsha'/><title type='text'>Al Aqsha Dalam Bahaya</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Amrozi M Rais,Lc.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dua hari setelah tanggal 5 Juni 1967, pasukan Zionis Yahudi Israel berhasil masuk ke kota suci Al-Quds (Yerusalem) yang menjadi simbol peradaban kemanusiaan. Usai perang, yang dicatat kebanyakan orang selama 130 jam lebih. Tapi di lapangan, Zionis Israel hanya membutuhkan waktu enam jam saja untuk melumpuhkan basis-basis pertahanan pasukan Arab. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), melalui Dewan Keamanan (DK) kemudian mengeluarkan puluhan resolusi yang memerintahkan agar pasukan Zionis Israel keluar dari tanah jajahannya, terutama resolusi DK PBB nomer 242 tanggal 22 November 1967.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun reaksi Zionis Israel atas resolusi-resolusi itu dingin. Tak mau menggubris keputusan yang telah dikeluarkan oleh lembaga yang menjadi representasi dari negara-negara berdaulat di seluruh dunia tersebut. Dalam banyak perundingan yang digelar antara pihak Zionis Israel dengan pihak Palestina soal penyelesaian konflik Arab-Israel, status kota suci itu tidak menentu, karena;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pertama, Zionis Israel selalu memberikan syarat terlebih dulu sebelum mengadakan perundingan dengan pihak Palestina, sementara jika pihak Arab (Palestina) untuk meminta hal serupa, Israel segera menolaknya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kedua, Zionis Israel selalu meminta untuk diakui eksistensinya di tanah Palestina oleh Arab, sementara mereka tak pernah mengakui hak-hak bangsa Palestina. Sejak berdirinya entitas Zionis Israel dibawah kepemimpinan pemerintahan Ben Gurion hingga Ehud Olmert sekarang ini, tak ada satu pernyataan dari para pemimpin Yahudi itu yang mau mengakui hak hidup dan hak kembali rakyat Palestina. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, Negara Yahudi itu meminta pihak Palestina untuk mengakuinya sebagai 'negara' tapi pada saat yang sama mereka tidak membuat batas-batas teritorial negaranya. Hingga kini, satu-satunya negara yang masuk menjadi anggota PBB yang tidak memiliki batas-batas negaranya yang jelas, hanyalah Israel. Aneh bin ajaib.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keempat, dalam agenda perundingan yang digagas, pihak Zionis Israel tidak pernah memasukkan klausul yang membahas soal kota Al-Quds dalam agenda-agenda tersebut. Karena bagi mereka kota suci itu adalah 'ibukota abadi' negara Yahudi di masa yang akan datang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Inilah yang menjadikan mandulnya proses-proses perundingan yang digagas oleh dunia internasional, termasuknya di dalamnya Tim Kwartet (Amerika, Rusia, PBB dan Uni Eropa) dan negara-negara regional yang mengusulkan berdirinya dua negara hidup berdampingan secara damai. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Contohnya Amerika, yang sekarang menjadi polisi dunia, mereka tidak bisa menekan Zionis Israel untuk menerapkan inisiatif perdamaian yang AS usulkan, Peta Jalan Damai, katanya, yang salah satu poinnya adalah berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat. Tapi mana kehendak Amerika untuk mewujudkan hal itu, sementara Zionis Israel tetap bertengger dan tidak mau keluar dari tanah Palestina sejak tahun 1967? Atau malah sebaliknya, Zionis Israel lah yang sejatinya mengendalikan dunia saat ini, bukan negara Paman Sam itu?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Nasib Masjid Al-Aqsha  &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Banyak orang yang lupa, atau seolah-oleh melupakan tentang pendudukan pasukan Zionis Israel ke masjid suci, Al-Aqsha. Padahal jelas-jelas Israel menodai masjid itu dengan masuknya mereka ke pelataran masjid. Bagi umat Islam, masjid Al-Aqsha adalah kiblat pertama mereka sebelum diperintahkan menghadap ke kiblat di Mekkah, masjid kedua yang dibangun di atas muka bumi setelah Ka'bah di Mekkah, tanah ketiga yang disucikan setelah Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Otomatis sejak tanggal 8 Juni 1967 hingga sekarang, masjid suci, Al-Aqsha dalam genggaman musuh-musuh Islam. Ribuan penindasan dan penganiayaan telah dilakukan terhadap kiblat pertama umat Islam tersebut dan kota Al-Quds (Yerusalem). Diantarannya:&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pada tanggal 21 Agustus 1969 seorang warga Australia keturunan Yahudi, Danis Rohan, membakar Al-Aqsha hingga mimbar Sholahuddin menjadi arang. Setelah ditangkap dan diadili, pihak pengadilan Zionis Israel membebaskannya karena si tertuduh hilang ingatan alias gila. Sebuah pengadilan yang tidak adil, lalu apa yang akan mereka lakukan terhadap mereka yang mau merusak tempat-tempat mereka? Tapi yang jelas dan riil, mereka telah memvonis, di pengadilan-pengadilan mereka, orang yang diklaimnya sebagai pendukung pelaku aksi 'teroris' dengan hukuman ratusan tahun plus seumur hidup. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanggal 1 Mei 1980, kelompok radikal Yahudi Kahana meletakkan bom seberat 1 ton (TNT) di masjid Al-Aqsha untuk diledakkan. Namun upaya itu belum berhasil karena terungkap terlebih dulu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanggal 30 Juli 1980, pemerintah Zionis Israel mengumumkan secara resmi bahwa kota Al-Quds sebagai ibukota abadi negara Zionis tersebut. Bagi para pemimpin Yahudi, "Tidak ada artinya Israel tanpa Yerusalem dan Yerusalem tak ada artinya tanpa Solomon Temple" yang diklaim oleh mereka berada di bawah bangunan Masjid Al-Aqsha.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanggal 8 Oktober 1990, kelompok Yahudi yang menamakan dirinya dengan ‘penjaga Haikal Sulaiman’ telah meletakkan batu pondasi bagi pembangunan Sinagog Yahudi di dalam masjid. Batu itu beratnya mencapai 3,5 ton. “Ini sejarah baru, masa penjajahan Islam telah berakhir dan kini bangsa Yahudi berkuasa!” kata Jarshon Salon, ketua kelompok tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tahun 1996 awal dimulainya penggalian di bawah masjid Al-Aqsha. Dan hingga kini, secara arsitek bangunan, Masjid Al-Aqsha kosong dari pondasi karena tergeser oleh penggalian-penggalian yang dilakukan Zionis Israel. Bahkan para ahli bumi mengatakan, 'jika ada gempa yang hanya berkekuatan 4,4 skala richter saja, maka bangunan masjid itu akan roboh'.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanggal 28 September 2000, Ariel Sharon menginjakkan kaki kotornya di masjid, yang kemudian memicu meletusnya Intifadhah Al-Aqsha. Rakyat Palestina marah atas kelancangan yang dilakukan Sharon dengan menginjakkan kaki kotornya di masjid yang suci itu. Sejak meletusnya hingga sekarang, tercatat 5 ribu rakyat Palestina syahid dan ribuan lainnya luka-luka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanggal 6 Pebruari 2007, pemerintah Zionis Israel merobohkan jembatan yang menghubungkan ke pintu Magharibah. Bahkan secara tegas, PM Zionis Israel Ehud Olmert memerintahkan kepada media Israel untuk mengambil gambar penodaan itu dengan mengatakan, "Ambil gambar perobohan itu dan siarkan ke dunia bahwa masa Arab dan Islam atas tanah ini sudah berakhir. Yahudi saatnya berkuasa di tempat ini!"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beberapa bulan yang lalu, pemerintah Zionis Israel telah melarang jenazah umat Islam untuk dikuburkan di perkuburan Islam di dekat Masjid Al-Aqsha dengan alasan bahwa kuburan itu adalah tempat bersejarah peninggalan Yahudi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanggal 22 Maret 2009, Keamanan pemerintahan Israel melarang umat Islam (Syaikh Ahmad al-Fahd al-Ahmad al-Jabir as-Shabah dan Jibril ar-Ruhub) untuk melaksanakan shalat di Masjid al-Aqsha, Yerusalem.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apa yang Bisa Diperbuat?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan paparan di atas, minimal ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan masjid suci dan kiblat pertama umat Islam tersebut, diantaranya:&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pertama: Menurut asas politik Indonesia yang bebas dan aktif, pemerintah bisa mengusulkan masalah Palestina ke tingkat yang lebih tinggi, baik regional maupun internasional. Di tingkat regional, pemerintah RI bisa mengusulkan adanya desk di masing-masing parlemen di kawasan Asia Tenggara yang khusus membahas Palestina. Karena kesamaan rumpun dan kepercayaan yang dianut oleh negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei dan Philipina. Di tingkat internasional, pemerintah RI bisa mendesak terus Dewan Keamanan PBB untuk menekan pihak entitas Zionis Israel agar menghentikan semua bentuk kejahatan dan pembunuhan kepada rakyat Palestina. Khususnya yahudisasi kota Al-Quds dan rencana jahat merobohkan masjid Al-Aqsha yang akan digantikan dengan sinagog Yahudi. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kedua: Karena Indonesia sebagai negara terbesar dengan pemeluk Islam di dunia, maka peran ini bisa direalisasikan dalam sidang-sidang Organisasi Konferensi Islam (OKI). Misalnya RI mengusulkan dibentuknya network (jaringan) Palestina di setiap anggota OKI. Ini dilakukan untuk mempermudah koordinasi bila nanti dibutuhkan kerja sama riil di bidang sosial, pendidikan, kesehatan dan sumbangan kemanusiaan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketiga: Segera membuka perwakilan atau kedutaan besar RI di Palestina. Karena di Jakarta sudah ada kedutaan besar Palestina. Ini penting dilakukan untuk mempermudah hubungan diplomatik antara kedua negara di kemudian hari.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keempat: Mendorong dan memotivasi lembaga-lembaga swadaya masyarakat di Indonesia yang peduli dengan persoalan Palestina untuk bisa lebih peka lagi dan bila perlu, memberikan akses kemudahan saat lembaga-lembaga tersebut langsung memberikan bantuan kepada rakyat Palestina.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Penutup &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika Palestina dan Masjid Al-Aqsha itu dalam genggaman umat Islam, maka kedamaian dan ketrentaman yang selalu menghiasi wilayah Palestina dan sekitarnya. Karena Al-Aqsho telah Allah janjikan keberkahannya, “…yang telah Kami berkahi sekelilingnya…”(QS Al-Isra : 1). Namun sebaliknya, jika Zionis Yahudi yang menguasainya maka kehancuran dan nestapa yang akan terus melanda bangsa Palestina, bahkan kepada dunia internasional yang masih mau menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan universal sekalipun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maukah kita sejenak memikirkan masalah ini, walaupun hanya sekedar membaca tulisan sederhana ini? Atau kita sibuk sendiri dengan problematikanya masing-masing? Ketahuilah, siang-malam orang-orang Yahudi itu tidak pernah tidur untuk menggantikan Masjid Al-Aqsha dengan sinagog Yahudi dan Solomon Temple?&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Amrozi M. Rais, Direktur Center for Middle East Studies (Comes) Jakarta.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Live For Love, Love For Live"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7155326817981653575-1647501217922075077?l=rainz-al-mujahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://aqsaworkinggroup.com/id/artikel/kajian/244-al-aqsha-dalam-bahaya.html' title='Al Aqsha Dalam Bahaya'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/feeds/1647501217922075077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7155326817981653575&amp;postID=1647501217922075077&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/1647501217922075077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/1647501217922075077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/2009/03/al-aqsha-dalam-bahaya.html' title='Al Aqsha Dalam Bahaya'/><author><name>Al-Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14531980144247679799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7155326817981653575.post-4269145209368728238</id><published>2009-03-21T22:30:00.002+07:00</published><updated>2009-03-21T23:22:37.113+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khilafah &apos;ala Minhajin Nubuwwat'/><title type='text'>• FAQ (Frequently Asked Questions) About Al Jama’ah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt; &lt;strong&gt;Apa pengertian Jama'ah Muslimin?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Jama'ah Muslimin (Al-Jama'ah) sebagaimana yang dijelaskan oleh sahabat Rasulullah shallalahu alaihi Wasallam yaitu : "Al-jamaatu huwa mujama'atu ahlulhaqqi wain qollu"(Al-jama'ah adalah tempat berkumpulnya ahli haq walaupun sedikit) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengapa muslimin harus berjama'ah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena diperintah oleh Allah dan Rosul-Nya "Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali(agama) Allah seraya berjama'ah dan janganlah bercerai berai" (QS. Ali Imran : 103) "…Tetapilah jama'ah Muslimin dan imam mereka" (HR. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa pengertian Khilafah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Khilafah secara etimologi adalah "penggantian", sedangkan secara terminologi adalah kekhilafahan/kepemimpinan di kalangaan umat Islam sepeninggal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana hubungan Jama'ah Muslimin dengan Khilafah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jama'ah Muslimin adalah bentuk masyarakat Islam yang dipimpin oleh seorang Imaam. Khilafah adalah bentuk kepemimpinan masyarakat Islam dan ditakhsis oleh Rasulullah dengan Khilafah 'ala minhajin nubuwwah (Khilafah yang mengikuti jejak kenabian), bukan semata-mata Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa pengertian Imaamah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut lughah (etimologi) artinya sebagai kepemimpinan. Sedangkan menurut istilah (terminologi) sama dengan pengertian khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa pengertian Kholifah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kholifah yang memimpin dalam Khilafah/Kekhilafahan.&lt;br /&gt;Jama'ah muslimin adalah perintah dari Rasulullah Shallalahu 'alaihi Wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa perbedaan Jama'ah Muslimin dengan Jama'ah lainnya?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jama'ah Muslimin ada perintahnya dari Rasulullah Shallahu 'alaihi Wasallam "Taljamuu Jamaa'atal Muslimiina wa imaamahum" (Al-Hadits).&lt;br /&gt;Sedangkan selainnya tidak diketahui dalilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa pengertian Bai'at?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara bahasa (etimologi) Bai'at artinya "menjual, barter harta atau perjanjian", sedang secara istilah (terminologi) Bai'at artinya "jual beli jiwa dan harta dari mu'min kepada Allah dengan Jannah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa syarat-syarat Bai'at?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat diterimanya bai'at adalah Muslim dan tidak syirik.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Bai'at apa saja yang ada pada masa Rasulullah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bai'at Aqobah ke-1 dan ke-2 (bai'atun nisa), Bai'atul jihad (perang), Bai'atur Ridlwan, dan Bai'at 'ala at Thaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa perbedaan bai'at pada zaman Rasulullah dengan bai'at mengangkat khalifah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bai'at pada zaman Rasul kepada Rasulullah, Bai'at khilafah membai'at seorang kholifah (Imaam) disebut juga Bai'atul Imaaroh (Membai'at seorang Amir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa alasan Jama'ah Muslimin mengklaim (menganggap) diri sebagai Jama'ah yang paling haq? &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena diperintahkan oleh Rasullullah dan merupakan Jama'ah yang pertama kali ditetapi oleh Muslimin setelah runtuhnya dinasti Utsmaniyyah di Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana tanggapan Jama'ah Muslimin tentang pendapat yang menyatakan bahwa keberadaan Jama'ah Muslimin yang saat ini terkesan ekslusif?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena mereka belum mengetahui Jama'ah Muslimin secara utuh (Karena kurang memperhatikan sunnah Rasullulah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengapa jika menetapi Jama'ah Muslimin harus melaksanakan bai'at?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mengikuti contoh/sunnah shahabat ketika mereka membai'at para Khulafaur rasyiddin sebagai Khalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana proses pengangkatan Imaamul Muslimin dalam Jama'ah Muslimin?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pengangkatan Imaamul Muslimin atau pembai'atan Imaamul Muslimin tidak sulit, kita tinggal mencontoh proses pembai'atan Abu Bakar Shidiq menjadi khalifah, dan para Khalifah sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengapa kontribusi Jama'ah Muslimin belum begitu terasa oleh umat Islam? &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, Jama'ah Muslimin selalu memberikan konstribusi terhadap setiap persoalan yang dihadapi Muslimin. Setiap amal tidak perlu senantiasa ditampakkan/diperlihatkan, cukuplah Allah yang melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah proses pencarian/penelusuran Jama'ah-Jama'ah yang ada di seluruh dunia pernah dilakukan lagi di masa sekarang di mana kondisi dunia sudah semakin terbuka?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha ke arah itu tetap terbuka dan kalau ada yang menyatakan lebih awal serta sesuai dengan khiththah Rasulullah maka Imaam beserta seluruh makmum siap untuk menjadi Ma'mum.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika muncul Jama'ah Muslimin yang baru dengan landasan yang sama dan didukung oleh mayoritas muslimin?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan syari'at berjama'ah tidak tergantung dari mendapat dukungan atau tidak, barometernya bukan dukungan dari manusia melainkan Al-Quran dan As-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengapa Jama'ah Muslimin beranggapan bahwa "Islam Non Politik"?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Jama'ah Muslimin (Hizbullah) berkeyakinan bahwa Islam itu wahyu dari Allah Subhanahu Wa ta'ala yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi Wa Sallam. Sedangkan politik adalah hasil karya pemikiran manusia. Kedua, adalah tidak benar kalau Rasulullah diberi amanat oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk menyebarkan Risalah -Nya dengan jalan "menguasai" manusia di Mekkah dan di Madinah, namun Rasulullah menyebarkan Risalah-nya dengan jalan "tabligh" seperti dapat dilihat dalam Al-Qur`an (QS. 5 : 7). Rasul adalah pemberi nasehat dan memberi tahu hal-hal yang tidak diketahui oleh manusia (QS. 7:62); mengajak/dakwah (QS. 16 :125).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana konsep perjuangan Jama'ah Muslimin dalam menyebarluaskan Syari'at Al-Jama'ah dewasa ini yang tidak bisa lepas dari politik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Konsep perjuangan Jama'ah Muslimin tidak akan keluar dari Al-Quran dan As-Sunnah Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam dan Sunnah Khulafaur Rasyidin al-Mahdiyyin dalam situasi dunia bagaimanapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana sikap Jama'ah Muslimin terhadap muslimin yang tidak melaksanakan ba'iat kepada Imaam Jama'ah Muslimin?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap menganggap mereka sebagai saudara seraya terus menasehati dan mengajaknya untuk sama-sama mengamalkan Islam secara "Kaffah" dalam Al-Jama'ah. Adapun mereka belum berbai'at tidak menjadi alasan ukhuwah sesama muslim menjadi putus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana pandangan Jama'ah Muslimin terhadap kekuasaan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi kekuasaan adalah fungsi politik, sedangkan Jama'ah Muslimin non politik. Jadi mengatur hidup bermasyarakat umat Islam berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana jika Jama'ah Muslimin diamanahi kekuasaan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kekuasaan adalah milik Allah dan hanya akan diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, maka siapapun yang memperolehnya harus menunaikannya sesuai dengan perintah-Nya (Al-Qur`an dan Sunnah Rasul).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa dasarnya bahwa Imaam pertama Jama'ah Muslimin itu adalah Wali Al-Fattah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Wali Al-Fattah adalah orang pertama yang dibai'at sebagai Imaam bagi muslimin setelah runtuhnya dinasti Utsmaniyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana hubungan Jama'ah Muslimin dengan Pemerintah Republik Indonesia?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Jama'ah Muslimin dan pemerintah Republik Indonesia alhamdulillah baik. Sebab Jama'ah Muslimin dalam setiap kegiatannya berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah (ibadah) dan UUD 1945 menjamin warga negaranya untuk beribadah sesuai dengan agama/keyakinan yang dianutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana sistem (hierarki) kepemimpinan dalam Jama'ah Muslimin?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem (hierarki) kepemimpinan di Jama'ah Muslimin adalah sederhana, yaitu ada Imaam ada ma'mum. Imaam wajib menggembala ma'mumnya dan ma'mum pun wajib taat kepada Imaam selama Imaam taat kepada Allah Subhanahu Wata'ala.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Jika khilafah itu sudah ada, mengapa muslimin saat ini masih terpuruk dan menjadi objek mainan orang kafir?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masya Allahu kaana wa ma lam yasya lam yakun, la haula wala quwwata illa billahi. Setiap keadaan (menang atau kalah, jaya atau terpuruk) adalah ketetapan Allah subhanahu wa ta'ala yang perlu menjadi ibroh dan nasihat bagi muslimin. Jaya dan menang hanya akan diberikan kepada Muslimin saat Muslimin bersatu dalam satu Jama'ah dengan satu imaamnya dan tidak berpecah belah dalam bentuk berfirqoh-firqoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengapa Imaam Jama'ah Muslimin tidak tampil ke permukaan mengambil alih urusan Islam dan Muslimin? Jika belum saatnya, kapan dan bagaimana?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang Muslimin tetap berfirqoh-firqoh dan memiliki pemimpinnya sendiri-sendiri, maka komando Imaam tidak akan ada artinya, karena tidak akan didengar dan ditaati. Ketaatan hanya akan diberikan oleh Muslimin yang sudah membai'atnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana sikap Jama'ah Muslimin terhadap perkembangan pemikiran khilafah yang saat ini semakin berkembang luas di tengah-tengah umat?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syari'at khilafah ini untuk diamalkan/dilaksanakan bukan hanya diseminarkan atau diperbincangkan, sebagaimana syari'at sholat, zakat, haji dan lain-lain &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana agar konsep khilafah dan Jama'ah Muslimin ini terlihat realistis di kalangan umat Islam, tanpa menafikan kelompok lain?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara mempraktekkan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari dan mengadakan ta'aruf, da'wah, ta'lim secara terbuka.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Jama'ah Muslimin menanggapai sebagian umat Islam yang lebih memilih tidak membai'at seorang Imaam, asalkan hidup dan beribadah sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita serahkan kepada Allah subhanahu wa ta'ala sambil terus berusaha menyelenggarakan dakwah. Dalam hal ini masih banyak muslimin yang belum mengetahui akan pentingnya bai'at, padahal membai'at khalifah, berjama'ah dan taat adalah unsur-unsur penting dalam ikatan Islam. Sebagaimana atsar sahabat mengatakan: "Tidak akan tegak Islam itu kecuali dengan wujud jama'ah, dan tidak terwujud jama'ah kecuali adanya imaam, dan tidak ada imaam itu kecuali untuk ditaati ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana sikap Jama'ah Muslimin terhadap anggapan bahwa orang-orang Al-Jama'ah lebih mementingkan ikhwannya?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ad-Diinu nashihah. Setiap amal yang menyalahi Al-Qur'an dan As-Sunnah yang dilakukan oleh siapapun perlu diluruskan. Pada prinsipnya yang menjadi dasar acuan adalah prinsip-prinsip ta'awun yang diajarkan Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Live For Love, Love For Live"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7155326817981653575-4269145209368728238?l=rainz-al-mujahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/feeds/4269145209368728238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7155326817981653575&amp;postID=4269145209368728238&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/4269145209368728238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/4269145209368728238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/2009/03/faq-frequently-asked-questions-about-al.html' title='• FAQ (Frequently Asked Questions) About Al Jama’ah'/><author><name>Al-Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14531980144247679799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7155326817981653575.post-1370949130238978696</id><published>2008-12-14T07:56:00.000+07:00</published><updated>2008-12-14T08:00:53.731+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islami'/><title type='text'>Bingkisan Istimewa untuk Saudariku agar Bersegera Meninggalkan Musik dan Lagu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" class="PostContent"&gt; &lt;p&gt;Penyusun: Ummu Rumman&lt;br /&gt;Muraja’ah: Ustadz Abu Salman&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suatu ketika seorang akhowat tengah duduk bersama beberapa temannya mengerjakan tugas kuliah. Tak jauh dari mereka, duduk pula seorang teman. Sepertinya ia sedang menunggu kedatangan seseorang. Sang akhowat terheran-heran melihat temannya. Telah satu jam lebih ia duduk tanpa melakukan apapun kecuali ia tampak berkonsentrasi penuh menghafalkan sesuatu yang tertulis dalam kertas yang dipegangnya. Ketika rasa ingin tahunya tak terbendung lagi akhowat tersebut pun bertanya, apakah gerangan yang ia hafalkan? apakah yang tertulis dalam kertas tersebut? Betapa kagetnya ketika ia dapati isi kertas tersebut adalah syair lagu-lagu (musik). &lt;em&gt;Astagfirullah… wal ‘iyyadzubillahi min dzalik&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-94"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ya ukhty, betapa melekatnya musik di kehidupan umat muslim saat ini. Di mana pun, kapan pun, bahkan saat kondisi apapun musik tidak terlepas dari mereka. Ada pendapat yang mengatakan bahwa sesungguhnya musik membantu proses belajar. Orang yang belajar dengan diiringi musik, maka ilmu itu akan lebih mudah terpatri di dalam dirinya. Sebagian lagi menganjurkan kepada wanita yang sedang hamil untuk secara rutin memperdengarkan musik klasik pada usia kehamilan tertentu untuk membantu perkembangan pertumbuhan otak sang jabang bayi. Dan pendapat yang tak kalah jahil adalah perkataan yang menyebutkan bahwa orang-orang yang tidak menyukai musik adalah orang yang kasar hatinya. &lt;em&gt;Subhanallah…&lt;/em&gt; Maha suci Allah dari segala apa yang mereka tuduhkan…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hukum Musik dan Lagu&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah Ta’ala telah berfirman, &lt;em&gt;“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.”&lt;/em&gt; (QS. Luqman: 6) Sebagian besar mufassir (Ulama Ahli Tafsir -ed) berkomentar, yang dimaksud dengan &lt;em&gt;“perkataan yang tidak berguna”&lt;/em&gt; dalam ayat tersebut adalah nyanyian. Hasan Al Basri berkata, &lt;em&gt;“Ayat itu turun dalam masalah musik dan lagu.” &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;“Kelak akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras dan musik.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari dan Abu Dawud). Maksudnya adalah akan datang pada suatu masa di mana beberapa golongan dari umat Islam mempercayai bahwa zina, memakai sutera asli, minum minuman keras dan musik hukumnya halal, padahal semua itu adalah haram. Imam Syafi’i dalam kitab &lt;em&gt;Al Qodho’&lt;/em&gt; berkata, &lt;em&gt;“Nyanyian adalah kesia-siaan yang dibenci, bahkan menyerupai perkara batil. Barangsiapa memperbanyak nyanyian maka dia adalah orang yang dungu, kesaksiannya tidak dapat diterima.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya ukhty, telah jelas haramnya musik dan nyanyian. Maka janganlah engkau menjadi ragu hanya karena banyaknya orang yang menganggap bahwa musik itu halal. &lt;em&gt;“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).”&lt;/em&gt; (QS. Al-An’am: 116)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun orang-orang yang menyatakan tentang halalnya musik maupun mengatakan tentang berbagai manfaat musik, maka cukuplah kita katakana kepada mereka, apakah engkau mengaku lebih mengetahui kebenaran dan kebaikan daripada Allah dan Rasul-Nya ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bingkisan Istimewa untuk Saudariku agar Bersegera Meninggalkan Musik dan Lagu&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya ukhty, salah satu tanda syukurmu atas nikmat yang diberikan oleh Allah adalah engkau menggunakan nikmat-Nya untuk beribadah kepada-Nya. Serta engkau tidak menggunakan nikmat-Nya untuk bermaksiat kepada-Nya. Ingatlah bahwa tidak ada sesuatu pun nikmat pada dirimu melainkan nikmat itu berasal dari Allah. Maka janganlah engkau gunakan nikmat-nikmat Allah itu untuk sesuatu hal yang tiada berguna terlebih lagi dengan perkara yang telah jelas keharamannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ukhty, engkau telah mengetahui bahwa biasanya kesudahan hidup seseorang itu pertanda dari apa yang dilakukannya selama di dunia, lahir dan batin. Dan diantara tanda seseorang itu husnul khotimah atau su’ul khotimah adalah ucapan yang sering ia ucapkan di akhir hayatnya. Karena itu, demi Allah! Janganlah engkau menganggap remeh masalah musik ini. Engkau mungkin mengatakan, &lt;em&gt;“Ah, aku hanya mendengarnya sekali dua kali saja. aku mendengarnya hanya untuk mengisi waktu senggang atau ketika bosan. Kupikir itu tidak akan berpengaruh pada diriku.”&lt;/em&gt; Tahukah engkau ukhty, sesungguhnya pelaku maksiat itu terbiasa karena ia mengizinkan satu dua kali tindakan maksiat. Meskipun hanya sekali dua kali, itu tetaplah maksiat dan bisa mendatangkan murka Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekali engkau mendengar atau menyanyikannya, maka sebuah noktah telah kau torehkan pada hatimu. Dan karena telah sekali engkau terlena, engkau pun cenderung melakukannya lagi sehingga makin sulit engkau berlepas diri dari musik dan nyanyian. Dan ketika musik telah menjadi kebiasaan, sungguh dikhawatirkan ia akan menjadi kebiasaan hingga akhir hidup. Betapa sering telinga ini mendengar kisah tentang orang-orang yang mengakhiri hidupnya dengan lantunan musik dan lagu. Mereka tidak bisa mengucapkan syahadat &lt;em&gt;Laailaha illallaah&lt;/em&gt;, meski dengan terbata-bata. Justru lantunan musik yang terdengar dari lisan mereka - &lt;em&gt;Na’udzubillahi min dzalik&lt;/em&gt;. Meski mungkin mereka pun menginginkan untuk mengucapkan kalimat syahadat, tetapi tenyata lisan mereka terasa ‘berat’ dan telah terlanjur terbiasa dengan musik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ukhty, kita memohon pada Allah kesudahan hidup yang baik. Meninggal sebagai muwahid dan syahadat &lt;em&gt;Laailaha illallaah&lt;/em&gt; sebagai penutup hidup kita. Aamiin…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Maraji’:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;70 Fatwa Tentang Al-Qur’an (Abu Anas Ali bin Husain Abu Luz)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berbenah Diri untuk Penghafal Al-Qur’an (Dr. Anis Ahmad Kurzun), Majalah As Sunnah, edisi Ramadhan 06-07/ Tahun XI/ 1428H/ 2007M&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersanding dengan Bidadari di Surga (Dr. Muhammad bin Ibrahim An-Naim)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hukum Musik dan Lagu, Rasa’ilut Taujihaat Al Islamiyyah, 1/ 514 – 516 (Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kiat Mengatasi Kendala Membaca dan Menghafal Al-Qur’an (Haya Ar-Rasyid)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;***&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artikel www.muslimah.or.id&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Live For Love, Love For Live"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7155326817981653575-1370949130238978696?l=rainz-al-mujahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/feeds/1370949130238978696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7155326817981653575&amp;postID=1370949130238978696&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/1370949130238978696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/1370949130238978696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/2008/12/bingkisan-istimewa-untuk-saudariku-agar.html' title='Bingkisan Istimewa untuk Saudariku agar Bersegera Meninggalkan Musik dan Lagu'/><author><name>Al-Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14531980144247679799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7155326817981653575.post-5019176243378713134</id><published>2008-12-05T21:19:00.000+07:00</published><updated>2008-12-05T21:20:47.767+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh'/><title type='text'>Seputar Jabat Tangan</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Penulis: Ammi Nur Baits&lt;br /&gt;Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pengertian&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Al Hattab (ulama madzhab Malikiyah) mengatakan: “Para ulama kami (Malikiyah) mengatakan: Jabat tangan artinya meletakkan telapak tangan pada telapak tangan orang lain dan ditahan beberapa saat, selama rentang waktu yang cukup untuk menyampaikan salam.” (&lt;em&gt;Hasyiyah Al Adzkar An Nawawi&lt;/em&gt; oleh Ali Asy Syariji, hal. 426)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Ibn Hajar mengatakan: “Jabat tangan adalah melekatkan telapak tangan  pada telapak tangan yang lain.” (&lt;em&gt;Fathul Bari&lt;/em&gt;, 11/54)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-144"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Hukum&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;An Nawawi mengatakan: “Ketahuilah bahwasanya &lt;a title="Seputar Jabat Tangan" href="http://muslimah.or.id/fiqh-muslimah/seputar-jabat-tangan.html"&gt;jabat tangan&lt;/a&gt; adalah satu  hal yang disepakati sunnahnya (untuk dilakukan) ketika bertemu.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Ibn Batthal mengatakan: “Hukum asal jabat tangan adalah satu hal yang  baik menurut umumnya ulama.” (&lt;em&gt;Syarh Shahih Al Bukhari Ibn Batthal&lt;/em&gt;,  71/50)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Namun penjelasan di atas berlaku untuk jabat tangan yang dilakukan antara sesama  laki-laki atau sesama wanita. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Berikut adalah  dalil-dalil dianjurkannya jabat tangan:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Qatadah bertanya kepada  Anas bin Malik: “Apakah jabat tangan itu dilakukan diantara para sahabat  Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; ?” Anas menjawab: “Ya.”  (HR. Al Bukhari, 5908)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abdullah bin Hisyam  mengatakan: “Kami pernah bersama Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;,  sementara beliau memegang tangan Umar bin Al Khattab.” (HR. Al Bukhari  5909)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ka’ab bin Malik  mengatakan: “Aku masuk masjid, tiba-tiba di dalam masjid ada Nabi &lt;em&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Kemudian Thalhah bin Ubaidillah berlari menyambutku, menjabat tanganku dan memberikan ucapan selamat kepadaku.” (HR. Al Bukhari 4156)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Dan beberapa hadis lainnya yang akan disebutkan dalam pembahasan keutamaan  berjabat tangan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Akan tetapi dikatakan bahwasanya Imam Malik membenci jabat tangan. Dan ini merupakan pendapat Syahnun dan beberapa ulama Malikiyah. Pendapat ini berdalil dengan firman Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; ketika menceritakan salamnya Malaikat kepada  Nabi Ibrahim &lt;em&gt;‘alaihis salam&lt;/em&gt;. Allah berfirman, yang artinya: &lt;em&gt;“(Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: ‘Salaamun’ Ibrahim menjawab: “Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal.”&lt;/em&gt; (QS. Ad  Dzariyat: 25)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Pada ayat di atas, malaikat hanya menyampaikan salam kepada Nabi Ibrahim &lt;em&gt;‘alaihis  salam&lt;/em&gt; dan mereka tidak bersalaman. Sehingga Malikiyah berkesimpulan bahwa di antara kebiasaan orang saleh (nabi Ibrahim &amp;amp; para Malaikat) adalah tidak berjabat tangan ketika ketemu, tetapi hanya mengucapkan salam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Namun, yang lebih tepat, pendapat Imam Malik yang terkenal adalah beliau menganjurkan jabat tangan. Hal ini dikuatkan dengan sebuah riwayat, di mana Sufyan bin ‘Uyainah pernah menemui beliau dan Imam Malik bersalaman dengan Sufyan. Kemudian Imam Malik mengatakan: “Andaikan bukan karena bid’ah, niscaya aku akan memelukmu.” Sufyan bin ‘Uyainah mengatakan: “Orang yang lebih baik dari pada aku dan kamu yaitu Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa  sallam&lt;/em&gt; pernah memeluk Ja’far ketika pulang dari negeri Habasyah. Kata Malik: “Itu khusus (untuk Ja’far).” Komentar Sufyan: “Tidak, itu umum. Apa yang berlaku untuk Ja’far juga berlaku untuk kita, jika kita termasuk orang saleh (mukmin).”  (&lt;em&gt;Al Mausu’ah  Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah&lt;/em&gt;, 2/13949)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulannya&lt;/strong&gt;, bahwasanya pendapat yang  paling tepat adalah dianjurkannya &lt;a title="Seputar Jabat Tangan" href="http://muslimah.or.id/fiqh-muslimah/seputar-jabat-tangan.html"&gt;berjabat tangan&lt;/a&gt; antar sesama. Mengingat banyak dalil yang menegaskan hal tersebut. Sedangkan adanya pendapat yang menyelisihi hal ini terlalu lemah ditinjau dari banyak sisi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Keutamaan Berjabat  Tangan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Terampuninya dosa &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dari Al Barra’, Nabi &lt;em&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda: &lt;em&gt;“Tidaklah dua orang muslim bertemu  kemudian berjabat tangan kecuali akan diampuni dosa keduanya selama belum berpisah.”&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Shahih Abu Daud&lt;/em&gt;, 4343)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari Hudzifah bin Al  Yaman, Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda: &lt;em&gt;“Sesungguhnya seorang mukmin jika bertemu dengan mukmin yang lain, kemudian dia memberi salam dan menjabat tangannya maka dosa-dosa keduanya akan saling berguguran sebagaimana daun-daun pohon berguguran.”&lt;/em&gt; (Diriwayatkan oleh Al  Mundziri dalam &lt;em&gt;At Targhib&lt;/em&gt; dan dishahihkan Syaikh Al Albani dalam &lt;em&gt;As  Shahihah&lt;/em&gt;, 525)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menimbulkan rasa cinta  antara orang yang saling bersalaman&lt;/li&gt;&lt;p&gt;Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda: &lt;em&gt;“Maukah kalian aku tunjukkan suatu perbuatan yang jika kalian lakukan maka kalian akan saling mencintai?” yaitu: “Sebarkanlah salam di antara kalian.”&lt;/em&gt; (HR. Muslim 93)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika semata-mata mengucapkan salam bisa menimbulkan rasa cinta maka lebih lagi jika salam tersebut diiringi dengan jabat tangan.&lt;/p&gt;&lt;li&gt;Menimbulkan ketenangan  jiwa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghilangkan kebencian  dalam hati &lt;ul&gt;&lt;li&gt;“Lakukanlah jabat tangan, karena jabat tangan bisa menghilangkan permusuhan.”  Tetapi hadis ini didhaifkan oleh Syaikh Al Albani (&lt;em&gt;Ad Dha’ifah&lt;/em&gt;, 1766)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Lakukanlah jabat  tangan, itu akan menghilangkan kedengkian dalam hati kalian.” (HR. Imam  Malik dalam &lt;em&gt;Al Muwatha’&lt;/em&gt; dan didhaifkan oleh Syaikh Al Albani)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;p&gt;Terdapat beberapa hadis dalam masalah ini, namun semuanya tidak lepas dari  cacat. Di antaranya adalah:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terlepas dari hadis di atas, telah terbukti dalam realita bahwa berjabat tangan memiliki pengaruh dalam menghilangkan kedengkian hati dan permusuhan.&lt;/p&gt;&lt;li&gt;Berjabat tangan  merupakan ciri orang-orang yang hatinya lembut&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Ketika penduduk Yaman datang, Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda: “Penduduk Yaman telah datang, mereka adalah orang yang hatinya  lebih lembut dari pada kalian.” Anas bin Malik &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; berkomentar tentang sifat mereka: “Mereka adalah orang yang pertama kali mengajak untuk berjabat tangan.” (HR. Ahmad 3/212 &amp;amp; dishahihkan Syaikh Al Albani, &lt;em&gt;As Shahihah&lt;/em&gt;, 527)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; mengabarkan bahwa penduduk Yaman adalah orang yang hatinya lebih lembut dari pada para sahabat. Di antara ciri khas mereka adalah bersegera untuk mengajak jabat tangan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Mencium Tangan Ketika  Jabat Tangan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Ibn Batthal mengatakan:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;“Ulama berbeda pendapat dalam menghukumi mencium tangan ketika bersalaman. Imam Malik melarangnya, sementara yang lain membolehkannya.” (&lt;em&gt;Syarh  Shahih Al Bukhari&lt;/em&gt;, Ibn Batthal 17/50)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Di antara dalil yang  digunakan oleh ulama yang membolehkan adalah:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Abu Lubabah &amp;amp; Ka’ab bin Malik, serta dua sahabat lainnya (yang diboikot karena tidak mengikuti perang tabuk) mencium tangan Nabi &lt;em&gt;Shallallhu ‘alaihi wa Sallam &lt;/em&gt; ketika taubat mereka diterima oleh Allah. (HR. Al Baihaqi dalam Ad Dalail &amp;amp; Ibn Al Maqri. Disebutkan oleh Al Hafizh dalam Al Fath tanpa komentar)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abu Ubaidah mencium tangan Umar ketika datang dari Syam (HR. Sufyan dalam Al Jami’ &amp;amp; disebutkan oleh Al Hafizh dalam Al Fath tanpa komentar)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Zaid bin Tsabit mencium tangan Ibn Abbas ketika Ibn Abbas menyiapkan tunggangannya Zaid. (HR. At Thabari &amp;amp; Ibn Al Maqri. Disebutkan oleh Al Hafizh dalam Al Fath tanpa komentar)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Usamah bin Syarik  mengatakan: “Kami menyambut Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; dan  kami mencium tangannya.” (HR. Ibn Al Maqri, Kata Al Hafizh: Sanadnya kuat.”)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Dan masih banyak beberapa riwayat lainnya yang menunjukkan bolehnya mencium tangan ketika berjabat tangan. Bahkan Ibn Al Maqri menulis buku khusus yang mengumpulkan beberapa riwayat tentang bolehnya mencium tangan ketika berjabat tangan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Satu hal yang perlu diingat bahwasanya mencium tangan ini diperbolehkan jika tidak sampai menimbulkan perasaan mengagungkan kepada orang yang dicium tangannya dan merasa rendah diri di hadapannya. Karena hal ini telah masuk dalam batas kesyirikan. (lih. &lt;em&gt;Al Iman wa Ar Rad ‘ala Ahlil Bida’&lt;/em&gt;, Syaikh  Abdur Rahman bin Hasan Alu Syaikh)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;An Nawawi mengatakan: “Mencium tangan seseorang karena sifat zuhudnya, salehnya, amalnya, mulianya, sikapnya dalam menjaga diri dari dosa, atau sifat keagamaan yang lainnya adalah satu hal yang tidak makruh. Bahkan dianjurkan. Akan tetapi jika mencium tangan karena kayanya, kekuatannya, atau kedudukan dunianya adalah satu hal yang makruh dan sangat di benci. Bahkan Abu Sa’id Al Mutawalli mengatakan: “Tidak boleh” (&lt;em&gt;Fathul Bari&lt;/em&gt;, Al Hafizh  Ibn Hajar 11/57)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Berdasarkan beberapa keterangan ulama di atas dan dengan mengambil keterangan ulama yang lain, disimpulkan bahwa mencium tangan diperbolehkan dengan beberapa persyaratan:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tidak sampai  menimbulkan sikap mengagungkan orang yang dicium&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak menimbulkan sikap  merendahkan diri di hadapan orang yang dicium&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karena kemuliaan dan  kedudukan dalam agama dan bukan karena dunianya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak dijadikan  kebiasaan, sehingga mengubah sunnah jabat tangan biasa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang dicium tidak  menjulurkan tangannya kepada orang yang mencium (keterangan Syaikhul Islam Ibn  Taimiyah)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Berjabat Tangan Dengan  Lawan Jenis&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Masalah ini termasuk di antara kajian yang banyak menjadi tema pembahasan di beberapa kalangan dan kelompok yang memiliki semangat dalam dunia islam. Tak heran, jika kemudian pembahasan ini meninggalkan perbedaan pendapat yang cukup meruncing. Sebagian mengharamkan secara mutlak, sebagian membolehkan dengan bersyarat, bahkan sebagian berpendapat sangat longgar. Tulisan ini bukanlah dalam rangka menghakimi dan memberi kata putus untuk perselisihan pendapat tersebut. Namun tidak lebih dari sebatas usaha untuk menerapkan firman Allah: &lt;em&gt;“Jika kalian berselisih pendapat dalam masalah apapun maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul, jika kalian adalah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.”&lt;/em&gt; (QS. An Nisa’: 59)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Agar kajian lebih sistematis, pembahasan masalah ini akan diperinci menjadi  beberapa bagian:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, Perbedaan pendapat ulama dalam masalah jabat tangan dengan lawan jenis&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ulama Mazhab Hanafi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Diperbolehkan melakukan jabat tangan dengan persyaratan aman dari munculnya syahwat dari kedua pihak orang yang berjabat tangan. Sehingga mereka membedakan antara yang tua dan yang masih muda. Berdasarkan kemungkinan munculnya syahwat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ulama Mazhab Maliki&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Mazhab ini secara tegas melarang jabat tangan, dan tidak membedakan antara  yang sudah tua maupun yang masih muda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ulama Mazhab Syafi’i&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Sebagian syafi’iyah membolehkan jabat tangan dengan syarat adanya benda yang melapisi dan aman dari munculnya fitnah atau syahwat yang mengarah pada perzinaan. Sebagian yang lain melarang secara mutlak. Dan pendapat kedua ini adalah pendapat mayoritas Syafi’iyah. Di antaranya adalah An Nawawi dan Ibn Hajar al ‘Asqalani.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ulama Mazhab Hambali&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Dalam mazhab ini ada dua pendapat. Pertama melarang secara mutlak tanpa membedakan antara yang muda, yang tua dan yang kedua memakruhkan jika dilakukan dengan yang sudah tua.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Pendapat yang lebih kuat, akan disimpulkan di akhir pembahasan ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;,&lt;/strong&gt; Apakah Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa  sallam&lt;/em&gt; pernah berjabat tangan dengan wanita?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Dari Umaimah binti  Raqiqah &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/em&gt;, beliau mengatakan: “Aku mendatangi  Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersama sekelompok wanita yang  membaiat Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; untuk masuk islam. Para wanita itu mengatakan: “Wahai Rasulullah, kami berbaiat (berjanji setia) kepadamu untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak kami, tidak berbohong dengan menganggap anak temuan sebagai anak dari suami, dan menaatimu dalam setiap perintah dan laranganmu.”&lt;/li&gt;&lt;p&gt;Kemudian Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; mengatakan: &lt;em&gt;“Dalam  masalah yang kalian bisa dan kalian mampu.”&lt;/em&gt; Para wanita itu  mengatakan: “Allah dan Rasul-Nya &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; lebih menyayangi kami dari pada diri kami sendiri, mendekatlah, kami akan  membaiatmu wahai Rasulullah!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda: &lt;em&gt;“&lt;strong&gt;Sesungguhnya  aku tidak berjabat tangan dengan wanita (yang bukan mahram)&lt;/strong&gt;, ucapanku untuk  seratus wanita itu sebagaimana ucapanku untuk satu wanita.”&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;(HR.  Ahmad 6/357 &amp;amp; disahihkan Syaikh Al Albani dalam As Shahihah, 2/64)&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;li&gt;A’isyah &lt;em&gt;Radhiyallahu  ‘anha&lt;/em&gt; mengatakan: &lt;em&gt;“Jika ada wanita mukmin yang berhijrah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mengujinya, berdasarkan firman Allah dalam surat Al Mumtahanah ayat 10. “Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka… Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan baiat, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah baiat mereka…”&lt;/em&gt; (QS. Al  Mumtahanah: ayat 10 s/d ayat 12)&lt;/li&gt;&lt;p&gt;Kata A’isyah &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anha&lt;/em&gt;: “Wanita mukmin yang menerima perjanjian ini berarti telah lulus ujian. Sementara jika para wanita telah menerima perjanjian tersebut secara lisan maka Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa  sallam&lt;/em&gt; mengatakan kepada mereka: &lt;em&gt;‘Pergilah, karena aku telah menerima  baiat kalian’&lt;/em&gt;. Dan &lt;strong&gt;demi Allah! Tangan Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi  wa sallam&lt;/em&gt; tidak menyentuh tangan wanita (tersebut) sedikitpun. Beliau hanya  membaiat dengan ucapan.&lt;/strong&gt;” (HR. Al Bukhari, 7214)&lt;/p&gt;&lt;li&gt;Dari Abdullah bin Amr  bin al ‘Ash mengatakan: “&lt;strong&gt;Sesungguhnya Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa  sallam&lt;/em&gt; tidak pernah menyentuh tangan wanita ketika baiat.&lt;/strong&gt;” (HR.  Ahmad 2/213 &amp;amp; dishahihkan Syaikh Al Albani dalam As Shahihah 530)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Riwayat-riwayat secara tegas menunjukkan bahwa baiat Nabi &lt;em&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; kepada para wanita adalah secara lisan, dan tidak dengan  berjabat tangan. Hadis ini sekaligus menunjukkan bahwasanya Nabi &lt;em&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; tidak pernah melakukan jabat tangan dengan wanita asing  di selain momen baiat. Hal ini dapat dipahami melalui dua alasan:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, Karena Baiat adalah peristiwa sangat penting dalam sejarah hidup  seseorang. Momen baiat merupakan momen yang sangat mendesak untuk diiringi dengan jabat tangan. Karena ini akan lebih menunjukkan keseriusan dan kesungguhan dalam baiat. Oleh karena itu, para wanita yang berbaiat kepada Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, mereka mengajak beliau untuk berjabat tangan. Namun demikian, Beliau menolaknya. Artinya, terdapat faktor pendorong yang sangat kuat bagi Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; untuk melakukan  jabat tangan dengan wanita asing.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; adalah orang yang paling bertakwa kepada Allah, manusia yang &lt;em&gt;ma’shum&lt;/em&gt; (terjaga dari kesalahan), sehingga sangat kecil kemungkinan munculnya niat  jahat dalam batin Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; jika harus berjabat tangan dengan wanita. Artinya, faktor penghalang yaitu munculnya niat jahat, sehingga menyebabkan jabat tangan ini menjadi perbuatan maksiat karena diiringi dengan syahwat tidaklah ada. Lengkap sudah posisi Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi  wa sallam&lt;/em&gt; untuk melakukan jabat tangan. Ada faktor pendorong yang kuat  dan tidak adanya faktor penghalang. Namun demikian, beliau tidak bersedia melakukan jabat tangan dengan wanita asing. Semua ini menunjukkan bahwasanya &lt;strong&gt;bagian dari syariat&lt;/strong&gt; beliau adalah  meninggalkan jabat tangan dengan wanita asing.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Ringkasnya adalah sebagaimana yang dinukil dari Ibn ‘Athiyah dan At Tsa’labi: &lt;strong&gt;ulama sepakat &lt;/strong&gt; bahwasanya Nabi &lt;em&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; tidak pernah menyentuhkan tangannya dengan wanita yang bukan mahramnya sama sekali. Dengan adanya nukilan ijma’ ini, diharapkan bisa memutus segala perselisihan apakah Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; pernah melakukan jabat tangan dengan wanita ataukah tidak. Dengan demikian, semua  hadis yang &lt;strong&gt;secara tidak jelas &lt;/strong&gt;mengisyaratkan bahwa Nabi &lt;em&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; berjabat tangan dengan wanita, dikembalikan pada  kesimpulan tegas ini, yaitu bahwa Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; tidak pernah berjabat tangan dengan wanita asing.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, Apakah sikap Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; meninggalkan suatu  perbuatan menunjukkan bahwa perbuatan tersebut hukumnya haram?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Ulama ushul menyatakan bahwa sikap Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; meninggalkan suatu perbuatan tidaklah menunjukkan bahwa perbuatan tersebut haram secara mutlak. Tetapi hanya menunjukkan hukum makruh.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Al Jas-shas mengatakan: “Pendapat kami tentang sikap Nabi &lt;em&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; meninggalkan suatu perbuatan sama dengan pendapat kami  tentang status perbuatan Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; semata.”  (&lt;em&gt;Al Ushul&lt;/em&gt;, 1/210)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;As Syaukani mengatakan: “Sikap Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; meninggalkan suatu perbuatan statusnya   untuk diikuti sebagaimana sikap beliau dalam melakukan suatu berbuatan.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Artinya, semata-mata perbuatan Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; hanya menunjukkan hukum sunah, sebagaimana semata-mata sikap Nabi &lt;em&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; meninggalkan suatu perbuatan hanya menunjukkan hukum makruh. Pendapat ini dinisbahkan kepada Imam As Syafi’i, oleh karena itu banyak diikuti oleh ulama mazhabnya. Di antaranya adalah Al Juwaini, Abu Hamid Al Ghazali, As Shairafi. Pendapat ini juga yang dipilih oleh sebagian Hanafiyah dan adalah satu pendapat Imam Ahmad yang kemudian dipilih oleh Abul Hasan At Tamimi, Al Fakhr Isma’il, dan Abu Ya’la Al Farra’.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Abu Syamah Al Maqdisy mengatakan: “Ini adalah pendapat para peneliti di antara ahli hadis. Penulis kitab Al Hawi mengatakan: “ini adalah pendapat kebanyakan ulama’” (&lt;em&gt;Af’alur Rasul shallallahu ‘alaihi wa  sallam&lt;/em&gt;, 66). (lihat Keterangan di atas dalam &lt;em&gt;Mushafaha Al Ajnabiyah fi  mizanil Islam&lt;/em&gt;, 67)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan: &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Berdalil dengan hadis-hadis yang menegaskan bahwa Nabi &lt;em&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; tidak berjabat tangan dengan wanita asing tidak cukup untuk menghukumi haramnya berjabat tangan dengan wanita. Karena semata-mata Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; meninggalkan suatu perbuatan hanya menunjukkan hukum makruh. Untuk menegaskan hukum haram, memerlukan dalil khusus yang menegaskannya. Lalu, apakah ada dalil tegas yang melarang perbuatan tersebut?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, Hadis-hadis yang secara tegas melarang jabat tangan dengan lawan jenis:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;,&lt;/em&gt; Dari Ma’qil bin Yasar &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, Nabi &lt;em&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda: &lt;em&gt;“Kepala seseorang ditusuk dengan jarum  besi, itu lebih baik dari pada dia menyentuh tangan wanita yang tidak halal  baginya.”&lt;/em&gt; (HR. At Tabrani dalam &lt;em&gt;Al Mu’jam Al Kabir&lt;/em&gt;, 20/212/487  &amp;amp; Ar Ruyani dalam &lt;em&gt;Al Musnad&lt;/em&gt;, 2/323/1283)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Hadis ini dibawakan oleh At Thabrani dengan sanad berikut: Dari Abdan bin Ahmad, dari Ali bin Nashr, dari Syaddad bin Said, dari Abul Ala’, bahwasanya Ma’qil bin Yasar mengatakan: Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda: …&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Andaikan hadis ini shahih maka cukup untuk menjadi pemutus perselisihan ulama dalam masalah ini. Sehingga siapapun yang berpendapat sebaliknya, layak untuk digelari dengan pengekor hawa nafsu. Namun hadis ini memiliki cacat. Berikut keterangan selengkapnya: &lt;strong&gt;Keterangan ulama tentang status hadis ini&lt;/strong&gt;:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Ibn Hajar Al haitami mengatakan: “Sanadnya sahih.” (&lt;em&gt;Az Zawajir&lt;/em&gt;,  368)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Al Hafizh Al Haitsami mengatakan: “Perawinya adalah para perawi kitab  shahih.” (&lt;em&gt;Al Majma’uz Zawaid&lt;/em&gt;, 7718)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Syaikh Al Albani mengatakan: “Hadis ini sanadnya jayyid” (&lt;em&gt;As  Shahihah&lt;/em&gt;, 1/447)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Muhammad Abduh Alu Muhammad Abyadh menjelaskan secara lebih terperinci sebagai berikut: “Semua perawi hadis ini adalah perawi yang terdapat dalam Al Bukhari &amp;amp; Muslim. Kecuali Syaddad bin Sa’id. Beliau hanya terdapat dalam shahih muslim dan hanya meriwayatkan satu hadis saja dalam shahih Muslim. Sebagian ulama, semacam Ahmad dan Ibn Ma’in menganggap &lt;em&gt;Tsiqah&lt;/em&gt; perawi  ini. Namun Al Bukhari mengatakan tentang perawi ini: “&lt;em&gt;Shaduq&lt;/em&gt; namun  hafalannya agak rusak.”… Ibn  Hibban mengatakan: “Terkadang keliru.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Sedangkan riwayat Syaddad bin Sa’id menyelisihi riwayat perawi yang lebih  tsiqah, sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Diriwayatkan oleh Basyir bin Uqbah dari Abul ‘Ala, dari Ma’qil bin Yasar &lt;em&gt;radhiyallahu  ‘anhu&lt;/em&gt;, secara mauquf (perkataan Ma’qil bin Yasar dan bukan sabda Nabi &lt;em&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;). Ma’qil mengatakan: “Kalian bersengaja membawa jarum kemudian menusukkannya ke kepalaku, itu lebih aku sukai dari pada kepalaku dimandikan oleh wanita yang bukan mahram. (HR. Ibn Abi Syaibah dalam Al Mushannaf 3/15/17310)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Sementara Basyir bin Uqbah adalah perawi yang terdapat dalam shahih Al Bukhari dan Muslim. Oleh karena itu, riwayat Basyir bin Uqbah lebih didahulukan dari pada riwayat Syaddad bin Sa’id.” (&lt;em&gt;Mushafahah Al Ajnabiyah&lt;/em&gt; hal.  30, dikutip dengan sedikit penyesuaian)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Dari penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa riwayat di atas bukanlah hadis  Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Akan tetapi perkataan sahabat Ma’qil  bin Yasar &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, Dari Abi Hurairah &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;,  Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda: &lt;em&gt;“Ditetapkan (ditakdirkan) bagi setiap anak Adam bagian dari perbuatan zina. Pasti dia alami dan tidak bisa mengelak. Dua mata zinanya melihat, dua telinga zinanya mendengar, lidah zinanya berbicara, tangan zinanya menyentuh, kaki zinanya melangkah, hati zinanya berangan-angan, dan kemaluan yang akan membenarkan atau mendustakan itu semua.”&lt;/em&gt; (HR. Muslim 6925)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Beberapa keterangan untuk hadis ini:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;An Nawawi mengatakan: “Bahwa setiap anak Adam ditakdirkan untuk melakukan perbuatan zina. Di antara mereka ada yang melakukan zina sesungguhnya, yaitu memasukkan kemaluan ke dalam kemaluan. Di antara mereka ada yang zinanya tidak sungguhan, dengan melihat hal-hal yang haram, atau mendengarkan sesuatu yang mengarahkan pada perzinaan dan usaha-usaha untuk mewujudkan zina, atau dengan bersentuhan tangan, atau menyentuh wanita asing dengan tangannya, atau menciumnya…” (&lt;em&gt;Syarh Shahih Muslim&lt;/em&gt;, 8/457)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Ibn Hibban memasukkan hadis ini dalam kitab Shahihnya. Beliau meletakkan hadis ini di bawah judul: “Bab Penggunaan istilah zina untuk tangan yang menyentuh sesuatu yang tidak halal.” (&lt;em&gt;Shahih Ibn Hibban&lt;/em&gt;, 10/269)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Dalam kesempatan yang lain, Ibn Hibban memberikan judul: “Bab, digunakan istilah zina untuk anggota badan yang melakukan suatu perbuatan yang merupakan cabang dari perzinaan.” (&lt;em&gt;Shahih Ibn Hibban&lt;/em&gt;, 10/367)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Penamaan judul Bab dalam kitab shahihnya yang dilakukan Ibn hibban di sini menunjukkan bahwa beliau memahami bahwa kasus pelanggaran yang dilakukan anggota tubuh yang mengantarkan zina adalah bentuk perbuatan zina. Karena penamaan judul bab para penulis hadis adalah pernyataan pendapat beliau.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Al Jas-shas mengatakan: “Digunakan istilah zina untuk kasus ini dalam bentuk majaz (bukan zina sesungguhnya dengan kemaluan, -pen).” (&lt;em&gt;Ahkam  Al Qur’an&lt;/em&gt;, 3/96)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Kesimpulannya, istilah zina bisa digunakan untuk semua anggota badan yang melakukan pelanggaran, karena perbuatan tersebut merupakan pengantar terjadinya perzinaan. Sedangkan zina yang hakiki adalah zina kemaluan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;Dengan hadis kedua ini (hadis Abu Hurairah &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;) dapat disimpulkan bahwa jabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahram dengan disertai syahwat adalah perbuatan haram baik oleh orang muda maupun tua, karena  perbuatan ini termasuk bagian perbuatan zina.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;: Penjelasan Sinqithi yang berdalil dengan  perintah untuk menundukkan pandangan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Allahu a’lam&lt;/em&gt;…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;***&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Live For Love, Love For Live"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7155326817981653575-5019176243378713134?l=rainz-al-mujahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://muslimah.or.id/fiqh-muslimah/seputar-jabat-tangan.html' title='Seputar Jabat Tangan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/feeds/5019176243378713134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7155326817981653575&amp;postID=5019176243378713134&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/5019176243378713134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/5019176243378713134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/2008/12/seputar-jabat-tangan.html' title='Seputar Jabat Tangan'/><author><name>Al-Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14531980144247679799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7155326817981653575.post-3264270194690117141</id><published>2008-12-05T21:16:00.000+07:00</published><updated>2008-12-05T21:19:06.543+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh'/><title type='text'>Pernak Pernik Seputar Puasa</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: courier new; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;" class="PostContent"&gt; &lt;p&gt;Penulis: Ummu Ziyad&lt;br /&gt;Muroja’ah: Ust. Aris Munandar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mulai dan Berakhirnya Bulan Ramadhan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa tahun terakhir ini, kita merasakan bahwa kaum muslimin di Indonesia memulai dan mengakhiri bulan Ramadhan tidak secara bersamaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tahukah engkau wahai saudariku, Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; memulai dan mengakhiri puasanya dengan berpedoman dengan melihat hilal. Bila hilal tidak terlihat pun, Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; juga telah memberitahukan alternatif cara, yaitu dengan cara menggenapkan bulan Sya’ban menjadi 30. Begitu pula dengan masuknya bulan Syawal. Maka metode baru, yaitu menentukan masuknya bulan Ramadhan dan Syawal dengan hisab (kalender)  tidak dapat dibenarkan karena Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;telah memberikan penjelasan yang sempurna tentang bagaimana menentukan masuk dan berakhirnya bulan Ramadhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-136"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; tersebut ada pada hadis berikut ini:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Jika kalian melihat bulan maka berpuasalah, jika kalian melihatnya maka berbukalah, dan jika bulan itu terhalang dari pandangan kalian maka sempurnakan hitungan (Sya’ban) tigapuluh hari.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Alhamdulillah pemerintah kita (Indonesia) dalam menetapkan awal dan berakhirnya Ramadhan dengan metode melihat hilal. Maka turutlah berpuasa dan mengakhiri bulan Ramadhan bersama pemerintah, karena &lt;em&gt;“Puasa itu hari manusia berpuasa dan hari raya itu hari manusia berhari raya.”&lt;/em&gt; (HR. Tirmidzi)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Niat Puasa&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Nawaituu….shauma ghodiinn…&lt;/em&gt; dst. Itulah niat puasa Ramadhan yang biasa dilafalkan setelah selesai shalat tarawih dan witir. Mungkin mereka berdalil dengan hadits yang diriwayatkan dari Hafshoh bahwa Rasulullah bersabda,  &lt;em&gt;“Barangsiapa yang tidak meniatkan puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.”&lt;/em&gt; (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Tirmidzi &amp;amp; Ahmad, dishahihkan oleh al Albani dalam al Irwa’)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tahukah engkau saudariku, hadits tersebut memang shahih. Tetapi penerapannya ternyata tidak sebagaimana yang dikerjakan oleh masyarakat sekarang ini. Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt; tidak pernah melafalkan niat beribadah seperti shalat, puasa dan lainnya. Karena niat adanya di dalam hati. Maka cukupkan niatmu untuk berpuasa di dalam hati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Imsak&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imsak adalah bahasa arab yang berarti “Tahanlah”. Lafal ini biasa dikumandangkan di masjid-masjid sekitar 10 menit sebelum adzan subuh di bulan Ramadhan (bahkan jadwalnya pun biasa beredar dan ditempel di rumah-rumah penduduk). Maksudnya dikumandangkannya lafal imsak ini adalah agar orang-orang mulai menahan diri dari makan dan minum sejak dikumandangkannya pengumuman tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tahukah engkau wahai saudariku, ternyata Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt; tidak pernah mengajarkan dan memberitahukan cara seperti ini. Bahkan sebaliknya, Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt; biasa sahur sesaat sebelum terbit fajar. Karena yang menjadi ukuran dimulainya puasa adalah saat terbit fajar. Seperti diceritakan oleh Anas &lt;em&gt;radhiallahu’anhu&lt;/em&gt;, ia diceritakan oleh Zaid bin Tsabit &lt;em&gt;radhiallahu’anhu&lt;/em&gt; seperti ini,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau shalat.” &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Anas pun bertanya kepada Zaid, &lt;em&gt;“Berapa lama antara iqomah dan sahur?”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Zaid menjawab, &lt;em&gt;“Kira-kira 50 ayat membaca Al-Qur’an.” &lt;/em&gt; (HR. Bukhari)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sayangnya yang terjadi, saat-saat setelah imsak biasanya juga melalaikan manusia dari ibadah wajib setelah itu, yaitu shalat subuh. Bagaimana tidak, dalam keadaan terkantuk-kantuk sahur, kemudian harus menunggu sekitar 10 menit untuk ibadah shalat. Alih-alih ternyata 10 menit itu dipergunakan untuk tidur sesaat, dan akhirnya membuat seseorang terlambat shalat subuh. Sungguh, memang sesuatu yang tidak diajarkan Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, walaupun terdapat kebaikan di dalamnya, tetap mengandung keburukan yang lebih banyak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Do’a Berbuka&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di berbagai media elektronik, sering diputar lafal do’a ini sesaat setelah adzan Maghrib dikumandangkan.&lt;em&gt; “Allahumma… lakasumtu… wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthortu… dst.”&lt;/em&gt; Tahukah engkau wahai saudariku, ternyata bukan itu lafal do’a berbuka puasa yang diajarkan oleh Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Do’a berbuka puasa yang shohih dari Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; adalah:&lt;br /&gt;ذهَبَ الظَّمَأُ وَ ابْتَلَّتِ الْعُرُقُ وَ ثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَا اللّهَ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Telah hilang rasa dahaga, telah basah kerongkongan dan mendapat pahala insya Allah.”&lt;/em&gt; (HR. Abu Dawud)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ayo hafalkan sejenak. Supaya bertambah pahala yang kita dapatkan setelah berpuasa seharian karena berdo’a dengan do’a yang diajarkan oleh Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bid’ah Tarawih??!&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada sebagian orang yang sangat senang melakukan ibadah, namun kurang memperhatikan kebenaran dalil-dalil ibadah tersebut, atau bahkan tidak mengetahui sama sekali dalil ibadah tersebut. Biasanya, jawabannya  ini adalah bid’ah hasanah. Tahukah engkau saudariku, tarawih bukan termasuk bid’ah dan tidak tepat dijadikan alasan pembenaran bagi orang yang melakukan ibadah baru dalam agama. Karena Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; juga pernah melakukan tarawih bersama para sahabatnya ketika beliau masih hidup. Beginilah dikisahkan oleh ibunda kita tercinta Aisyah &lt;em&gt;radhiallahu’anha&lt;/em&gt;,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam keluar dan shalat di masjid (pada bulan Ramadhan-pen). Orang-orang pun ikut shalat bersamanya. Dan mereka memperbincangkan shalat tersebut, hingga berkumpullah banyak orang. Ketika beliau shalat, mereka pun ikut shalat bersamanya, mereka memperbincangkan lagi, hingga bertambah banyaklah penghuni masjid pada malam ketiga. Rasulullah &lt;/em&gt;&lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dan shalat, ketika malam keempat, masjid tidak mampu menampung jama’ah, hingga beliau hanya keluar untuk melakukan shalat subuh. Setelah selesai shalat (subuh), beliau menghadap manusia dan bersyahadat kemudian bersabda, ‘Amma ba’du. Sesungguhnya aku mengetahui perbuatan kalian semalam, namun aku khawatir diwajibkan atas kalian (shalat tarawih tersebut-pen), hingga kalian tidak mampu mengamalkannya’.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitulah belas kasih Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; kepada umatnya. Karena ketika beliau hidup, wahyu masih turun, maka beliau khawatir jika akhirnya shalat tarawih pada bulan Ramadhan itu diwajibkan bagi umatnya. Dan beliau khawatir hal tersebut tidak sanggup dijalankan oleh umatnya. Dari hadits ini, maka jelas tarawih merupakan sunnah yang telah diajarkan Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, karena 3 alasan:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; melakukan shalat tersebut selama 4 hari, walau akhirnya ditinggalkan dengan sebab yang telah disebutkan di atas. (Berarti ini termasuk sunnah fi’liyah – perbuatan nabi &lt;em&gt;shallallahu’alaihi wa sallam&lt;/em&gt;-)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nabi menyatakan bahwa, &lt;em&gt;“Barangsiapa yang mengikuti shalat bersama imam hingga selesai, maka Allah catat untuknya pahala shalat semalam suntuk.”&lt;/em&gt; (HR, Ahmad dishahihkan oleh Syaikh Al-Bani). Berarti tarawih juga termasuk sunnah qauliyah – perkataan Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; mendiamkan (yang diamnya ini berarti menyetujui) dengan perbuatan para sahabat yang melakukan shalat tarawih berjama’ah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Antara 11 dan 23?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jumlah raka’at shalat tarawih di berbagai ma sjid biasanya berbeda-beda, dan yang masyhur di negara kita kalau  tidak 11 raka’at maka biasanya 23 raka’at. Lalu, yang mana yang benar ya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tahukah engkau saudariku, berdasarkan hadits yang diriwayatkan ibunda Aisyah &lt;em&gt;radhiallahu ‘anha&lt;/em&gt;, ternyata Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; tidak pernah shalat malam melebihi 11 raka’at. Namun, berdasarkan penjelasan ulama, maksud hadits ini bukanlah pembatasan bahwa Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; hanya shalat malam sebanyak 11 raka’at saja. Karena terdapat riwayat shahih lainnya yang menceritakan bahwa Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; shalat malam sebanyak 13 raka’at. Jadi, maksud perkataan Aisyah &lt;em&gt;radhiallahu ‘anha&lt;/em&gt; adalah yang biasa dilakukan Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; adalah shalat malam tidak lebih dari 11 raka’at.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, bukan berarti menjalankan shalat tarawih sebanyak 23 raka’at adalah kesalahan lho. Karena di hadits yang lain Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; menjelaskan bahwa, &lt;em&gt;“Barangsiapa yang mengikuti shalat bersama imam hingga selesai, maka Allah catat untuknya pahala shalat semalam suntuk.”&lt;/em&gt; (HR, Ahmad)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan hadits tentang shalat malam, &lt;em&gt;“Shalat malam itu dengan salam setiap dua raka’at. Jika salah seorang dari kalian takut kedatangan subuh, maka hendaklah ia shalat satu raka’at sebagai witir untuk shalat yang telah ia lakukan.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kesimpulannya, jika engkau memilih shalat di masjid (dengan menjaga kaidah-kaidah perginya wanita ke masjid) dan mendapati di masjid tersebut biasa menjalankan shalat tarawih sebanyak 23 raka’at dengan tenang, maka engkau tidak perlu berhenti pulang setelah mendapati 8 raka’at. Ataupun jika shalat sendirian juga tidak mengapa jika ingin memperbanyak shalat 23 raka’at, 39 raka’at atau 41 raka’at. Namun, yang lebih utama adalah melakukannya sebanyak 11 raka’at sebagaimana yang Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; lakukan. &lt;em&gt;Wallahu a’lam bi shawab. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Maraji’:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Majalah Al Furqon Edisi 2 tahun II&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Majalah Al Furqon Edisi 1 tahun VII&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kajian 4 Ramadhan 1429 H, kitab &lt;em&gt;Majalis Syahri Ramadhan&lt;/em&gt; karya Syaikh Ibn Utsaimin oleh Ust. Aris Munandar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tahajud Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, Sa’id bin’Ali bin Wahf a-Qathani. Media Hidayah cetakan ke-3&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sifat Puasa Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Syaih Salim bin Ied al-Hilaly &amp;amp; Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. al-Mubarok cetakan ke-4&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;***&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artikel www.muslimah.or.id&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Live For Love, Love For Live"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7155326817981653575-3264270194690117141?l=rainz-al-mujahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://muslimah.or.id/fiqh-muslimah/pernak-pernik-seputar-puasa.html' title='Pernak Pernik Seputar Puasa'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/feeds/3264270194690117141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7155326817981653575&amp;postID=3264270194690117141&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/3264270194690117141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/3264270194690117141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/2008/12/pernak-pernik-seputar-puasa.html' title='Pernak Pernik Seputar Puasa'/><author><name>Al-Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14531980144247679799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7155326817981653575.post-850515233371840911</id><published>2008-12-05T21:13:00.002+07:00</published><updated>2008-12-05T21:16:29.359+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islami'/><title type='text'>Ucapkanlah Salam, Jawablah Salam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);" class="PostContent"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penyusun: Ummu Aiman&lt;br /&gt;Muraja’ah: Ustadz Aris Munandar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, betapa banyaknya umat muslim yang  berpaling dari sunnah Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; dan kemudian menggantinya dengan kebiasaan orang-orang kafir. Lihatlah bagaimana kebiasaan mereka dalam berpakaian, berkata, tata cara makan, dan pola pikir yang sangat jauh dari sunnah Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; namun mirip kebiasaan orang-orang kafir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span id="more-62"&gt;&lt;/span&gt; Pembaca yang budiman, tidakkah kita pernah mendengar sabda Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dalam golongan kaum tersebut.”&lt;/em&gt; (HR. Ahmad dan Abu Daud)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maka kita semestinya bersemangat dalam melakukan kebaikan dan menghidupkan serta menyuburkan sunnah Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Saudariku seakidah, menebar salam antar umat muslim adalah salah satu sunnah Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Hendaknya setiap diri menumbuhkan kebiasaan yag mulia ini pada diri sendiri dan lingkungannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam &lt;em&gt;Shahih Muslim&lt;/em&gt; (54) disebutkan: &lt;em&gt;Dari Abu Hurairah radiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan tidak dikatakan beriman sebelum kalian saling mencintai. Salah satu bentuk kecintaan adalah menebar salam antar sesama muslim.” &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di dalam hadits tersebut Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; menjelaskan diantara syarat masuk surga adalah keimanan kemudian menggantungkan keimanan dengan saling cinta-mencintai sesama muslim, dan itu semua tidak akan terwujud kecuali dengan salah satu caranya, yaitu menebarkan salam antara sesama muslim.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Definisi Salam&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ulama berbeda pendapat akan makna salam dalam kaliamat &lt;em&gt;‘Assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu’&lt;/em&gt;. Berkata sebagian ulama bahwasanya salam adalah salah satu nama dari nama-nama Allah sehingga kalimat &lt;em&gt;‘Assalaamu ‘alaik’&lt;/em&gt; berarti Allah bersamamu atau dengan kata lain engkau dalam penjagaan Allah. Sebagian lagi berpendapat bahwa makna salam adalah keselamatan sehingga maknanya &lt;em&gt;‘Keselamatan selalu menyertaimu’.&lt;/em&gt; Yang benar, keduanya adalah benar sehingga maknanya semoga Allah bersamamu sehingga keselamatan selalu menyertaimu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Wajibnya Menjawab Salam&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Para Ikwan  seiman, jika ada yang mengucapkan salam kepada kita sedang kita dalam kondisi sendiri, maka kita wajib menjawabnya karena menjawab salam dalam kondisi tersebut hukumnya adalah fardu ‘ain. Sedang jika salam diucapkan pada suatu rombongan atau kelompok, maka hukum menjawabnya adalah fardu kifayah. Jika salah satu dari kelompok tersebut telah menjawab salam yang diucapkan kepada mereka, maka sudah cukup. Sedang hukum memulai salam adalah sunnah (dianjurkan) namun untuk kelompok hukumnya sunnah kifayah, jika sudah ada yang mengucapkan maka sudah cukup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari Ali bin Abi Thalib, Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda: &lt;em&gt;“Sudah mencukupi untuk suatu rombongan jika melewati seseorang, salah satu darinya mengucapkan  salam.”&lt;/em&gt; (HR. Ahmad dan Baihaqi)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Adab Mengucapkan Salam&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1. Mengucapkannya Dengan Sempurna&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pembaca, semoga Allah merahmatiku dan merahmati kalian semua, sangat dianjurkan bagi kita untuk mengucapkan salam dengan sempurna, yaitu dengan mengucapkan, &lt;em&gt;“Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hal ini berdasarkan hadits dari ‘Imran bin Hushain &lt;em&gt;radiallau ‘anhu&lt;/em&gt;, ia berkata: &lt;em&gt;“Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengucapkan , ‘Assalaamu’alaikum’. Maka dijawab oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ia duduk, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sepuluh’. Kemudian datang lagi orang yang kedua, memberi salam, ‘Assalaamu’alaikum wa Rahmatullaah.’ Setelah dijawab oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ia pun duduk, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Dua puluh’. Kemudian datang orang ketiga dan mengucapkan salam: ‘Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa baraakaatuh’. Maka dijawab oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ia pun duduk dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Tiga puluh’.”&lt;/em&gt; (Hadits Riwayat Bukhari dalam &lt;em&gt;Al-Adabul Mufrad&lt;/em&gt; no. 986, Abu Dawud no. 5195, dan At-Tirmidzi no. 2689 dan beliau meng-hasankannya).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2. Memulai Salam Terlebih Dahulu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Para Ikhwan di jalan Allah, memulai mengucapkan salam kepada orang lain adalah sangat dianjurkan. Hendaknya yang lebih muda mengucapkan salam kepada yang lebih tua, yang lewat memberi salam kepada yang sedang duduk, dan yang sedikit mengucapkan salam kepada yang banyak, serta yang berkendaraan mengucapkan salam kepada yang berjalan. Hal tersebut sejalan dengan hadist dari Abu Hurairah. Pengucapan salam yang berkendaraan kepada yang berjalan adalah sebagai bentuk syukur dan salah satu keutamaannya adalah agar menghilangkan kesombongan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam hadits tersebut, bukan berarti bahwa apabila orang-orang yang diutamakan untuk memulai salam tidak melakukannya, kemudian gugurlah ucapan salam atas orang yang lebih kecil, atau yang tidak berkendaraan, dan semisalnya. Akan tetapi Islam tetap menganjurkan kaum muslimin mengucapkan salam kepada yang lainnya walaupun orang yang lebih dewasa kepada yang lebih muda atau pejalan kaki kepada orang yang berkendaraan, sebagaiman sabda Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Yang lebih baik dari keduanya adalah yang memulai salam.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhori: 6065, Muslim: 2559)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Salah satu upaya menyebarkan salam diantar kaum muslimin adalah mengucapkan salam kepada setiap muslim, walaupun kita tidak mengenalnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hal ini didasari sabda Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;: &lt;em&gt;Dari ‘Abdullah bin Amr bin Ash radiallahu ‘anhuma, ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Islam bagaimana yang bagus?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Engkau memberi makan ( kepada orang yang membutuhkan), mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhori: 2636, Muslim: 39)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3. Mengulangi Salam Tatkala Berjumpa Lagi Walaupun Berselang Sesaat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bagi seseorang yang telah mengucapkan salam kepada saudaranya, kemudian berpisah, lalu bertemu lagi walaupun perpisahan itu hanya sesaat, maka dianjurkan mengulang salamnya. Bahkan seandainya terpisah oleh suatu pohon lalu berjumpa lagi, maka dianjurkan mengucapkan salam, sebagaimana sabda Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Apabila di antara kalian berjumpa dengan saudaranya, maka hendaklah mengucapkan salam kepadanya. Apabila terhalang oleh pohon, dinding, atau batu (besar), kemudian dia berjumpa lagi, maka hendaklah dia mengucapkan salam (lagi).”&lt;/em&gt; (HR. Abu Dawud: 4200, dishohihkan oleh Al-Albani dalam &lt;em&gt;Misykat al-Mashobih&lt;/em&gt;: 4650, dan lihat &lt;em&gt;Silsilah Shohihah&lt;/em&gt;: 186)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4. Tidak Mengganggu Orang yang Tidur Dengan Salamnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari Miqdad bin Aswad &lt;em&gt;radiallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, beliau berkata: &lt;em&gt;“Kami mengangkat jatah minuman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (karena beliau belum datang), kemudian beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam datang di malam hari, maka beliau mengucapkan salam dengan ucapan yang tidak sampai mengganggu/ membangunkan orang tidur dan dapat didengar orang yang tidak tidur, kemudian beliau masuk masjid dan sholat lalu datang (kepada kami) lalu beliau minum (minuman kami).”&lt;/em&gt; (HR. Timidzi: 2719 dan dishohihkan oleh Al-Albani dalam &lt;em&gt;Adab Az-Zifaf&lt;/em&gt; hal. 167-196 cet. terbaru)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5. Tidak Memulai Ucapan Salam Kepada Orang Yahudi dan Nasrani&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari Ali bin Abi Thalib &lt;em&gt;radiallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda: &lt;em&gt;“Janganlah kalian mengucapkan salam lebih dahulu kepada Yahudi dan Nashrani, dan bila kalian bertemu mereka pada suatu jalan maka desaklah mereka ke sisi jalan yang sempit.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hadits ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang mulia dan unggul dari yang lainnya. Jika mereka mengucapkan salam kepada kita, maka balaslah salamnya dengan ucapan &lt;em&gt;‘Wa ‘alaikum’&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6. Berusaha Membalas Salam Dengan yang Lebih Baik atau Semisalnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maksudnya, tidak layak kita membalas salam orang lain dengan salam yang lebih sedikit. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Apabila kalian diberi salam/penghormatan, maka balaslah dengan yang lebih baik atau balaslah dengan yang serupa.”&lt;/em&gt; (QS. An-Nisa’: 86)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kebiasaan Para Sahabat Berjabat Tangan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Adalah kebiasaan para sahabat jika mereka berjumpa maka saling berjabat tangan antar satu dengan yang lain. Maka apabila kita bertemu dengan seorang teman, cukupkanlah dengan berjabat tangan disertai dengan ucapan salam (&lt;em&gt;Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa baraakaatuh&lt;/em&gt;) tanpa berpelukan kecuali ketika menyambut kedatangannya dari bepergian, karena memeluknya pada saat tersebut sangat dianjurkan. Hal ini berdasarkan hadits Anas bin Malik &lt;em&gt;radiallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, ia berkata:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Apabila sahabat-sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saling berjumpa, maka mereka saling berjabat tangan dan apabila mereka datang dari bepergian, mereka saling berpelukan.”&lt;/em&gt; (HR. At-Tabrani dalam &lt;em&gt;Al-Mu’jamul Ausath&lt;/em&gt; no. 97 dan Imam Al-Haitsami berkata dalam kitab &lt;em&gt;Majma’uz Zawaa’id&lt;/em&gt; VIII/ 36, “&lt;em&gt;Para perawinya adalah para perawi tsiqah.”&lt;/em&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Para Ikwan, yang berusaha meniti jalan kebenaran, hendaklah adab-adab di atas kita jaga. Kita berusaha untuk menanamkannya pada diri kita, memupuknya, memeliharanya serta mengajak orang lain kepadanya. Semoga Allah, Dzat yang membalas kebaikan sebesar dzarrah dengan kebaikan dan membalas keburukan sebesar dzarrah dengan keburukan memberikan kita keistiqamahan untuk senantiasa berjalan di atas Kitabullah dan Sunnah Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Wa Allahu A’lam&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Maraji:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Terjemah: &lt;em&gt;Adab Harian Muslim Teladan&lt;/em&gt;. ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani. Pustaka Ibnu Katsir. Cetakan pertama. 2005.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Majalah Al-Furqon Tahun 6 Edisi 7. Shofar 1428 H.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Catatan Kajian &lt;em&gt;‘Kitabul Jami’ min Taudhiihul Ahkam min Buluughul Maraam’&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Artikel www.muslimah.or.id&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Live For Love, Love For Live"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7155326817981653575-850515233371840911?l=rainz-al-mujahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://muslimah.or.id/akhlaq/ucapkanlah-salam-jawablah-salam.html' title='Ucapkanlah Salam, Jawablah Salam'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/feeds/850515233371840911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7155326817981653575&amp;postID=850515233371840911&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/850515233371840911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/850515233371840911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/2008/12/ucapkanlah-salam-jawablah-salam.html' title='Ucapkanlah Salam, Jawablah Salam'/><author><name>Al-Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14531980144247679799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7155326817981653575.post-1551653621569854866</id><published>2008-12-05T21:05:00.001+07:00</published><updated>2008-12-05T21:08:37.987+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa Arab'/><title type='text'>Keutamaan Bahasa Arab</title><content type='html'>&lt;h2 style="font-family: arial; font-weight: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);" id="post-7"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak perlu diragukan lagi, memang sepantasnya seorang muslim mencintai bahasa Arab dan berusaha menguasainya. Allah telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an karena bahasa Arab adalah bahasa yang terbaik yang pernah ada sebagaimana firman Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;                               &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);" class="arab"&gt;إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ  تَعْقِلُونَ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab,  agar kamu memahaminya.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Ibnu katsir berkata ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 2 di atas: &lt;em&gt;“Yang demikian itu (bahwa Al -Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab) karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas, dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena itu kitab yang paling mulia (yaitu Al-Qur’an) diturunkan kepada rosul yang paling mulia (yaitu: Rosulullah), dengan bahasa yang termulia (yaitu Bahasa Arab), melalui perantara malaikat yang paling mulia (yaitu malaikat Jibril), ditambah kitab inipun diturunkan pada dataran yang paling mulia diatas muka bumi (yaitu tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (yaitu Romadhan), sehingga Al-Qur an menjadi sempurna dari segala sisi.”&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Tafsir Ibnu Katsir&lt;/em&gt;, Tafsir surat  Yusuf).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span id="more-7"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata: &lt;em&gt;“Sesungguhnya ketika Allah menurunkan kitab-Nya dan menjadikan Rasul-Nya sebagai penyampai risalah (Al-Kitab) dan Al-Hikmah (As-sunnah), serta menjadikan generasi awal agama ini berkomunikasi dengan bahasa Arab, maka tidak ada jalan lain dalam memahami dan mengetahui ajaran Islam kecuali dengan bahasa Arab. Oleh karena itu memahami bahasa Arab merupakan bagian dari agama. Keterbiasaan berkomunikasi dengan bahasa Arab mempermudah kaum muslimin memahami agama Allah dan menegakkan syi’ar-syi’ar agama ini, serta memudahkan dalam mencontoh generasi awal dari kaum Muhajirin dan Anshar dalam keseluruhan perkara mereka.”&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Iqtidho  Shirotil Mustaqim&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Sungguh sangat menyedihkan sekali, apa yang telah menimpa kaum muslimin saat ini, hanya segelintir dari mereka yang mau mempelajari bahasa Arab dengan serius. Hal ini memang sangat wajar karena di zaman modern ini banyak sekali kaum muslimin tenggelam dalam tujuan dunia yang fana, Sehingga mereka enggan dan malas mempelajari bahasa Arab. Karena mereka tahu tidak ada hasil duniawi yang bisa diharapkan jika pandai berbahasa Arab. Berbeda dengan mempelajari bahasa Inggris, kaum muslimin di saat ini begitu semangat sekali belajar bahasa Inggris, karena mereka tahu banyak tujuan dunia yang bisa diperoleh jika pandai bahasa Inggris, sehingga kita dapati mereka rela untuk meluangkan waktu yang lama dan biaya yang banyak untuk bisa menguasai bahasa ini. Sehingga kursus-kursus bahasa Inggris sangat laris dan menjamur dimana-mana walaupun dengan biaya yang tak terkira. Namun bagaimana dengan kursus bahasa Arab…??? seandainya mereka benar-benar yakin terhadap janji Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; untuk orang yang menyibukkan diri untuk mencari keridhoanNya, serta yakin akan kenikmatan surga dengan kekekalannya, niscaya mereka akan berusaha keras untuk mempelajari bahasa arab. Karena ia adalah sarana yang efektif untuk memahami agama-Nya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Kenyataan ini tidak menunjukkan larangan mempelajari bahasa Inggris ataupun lainnya. Tapi yang tercela adalah orang yang tidak memberikan porsi yang adil terhadap bahasa arab. Seyogyanya mereka juga bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam mempelajari bahasa Arab.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Syaikh Utsaimin pernah ditanya: &lt;em&gt;“Bolehkah seorang penuntut ilmu  mempelajari bahasa Inggris untuk membantu dakwah ?”&lt;/em&gt; Beliau menjawab:  &lt;em&gt;“Aku berpendapat, mempelajari bahasa Inggris tidak diragukan lagi merupakan sebuah sarana. Bahasa Inggris menjadi sarana yang baik jika digunakan untuk tujuan yang baik, dan akan menjadi jelek jika digunakan untuk tujuan yang jelek. Namun yang harus dihindari adalah menjadikan bahasa Inggris sebagai pengganti bahasa Arab karena hal itu tidak boleh. Aku mendengar sebagian orang bodoh berbicara dengan bahasa Inggris sebagai pengganti bahasa Arab, bahkan sebagian mereka yang tertipu lagi mengekor (meniru-niru), mengajarkan anak-anak mereka ucapan “selamat berpisah” bukan dengan bahasa kaum muslimin. Mereka mengajarkan anak-anak mereka berkata “bye-bye” ketika akan berpisah dan yang semisalnya. Mengganti bahasa Arab, bahasa Al-Qur’an dan bahasa yang paling mulia, dengan bahasa Inggris adalah haram. Adapun menggunakan bahasa Inggris sebagai sarana untuk berdakwah maka tidak diragukan lagi kebolehannya bahwa kadang-kadang hal itu bisa menjadi wajib. Walaupun aku tidak mempelajari bahasa Inggris namun aku berangan-angan mempelajarinya. terkadang aku merasa sangat perlu bahasa Inggris karena penterjemah tidak mungkin bisa mengungkapkan apa yang ada di hatiku secara sempurna.”&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Kitabul ‘Ilmi&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Dan termasuk hal yang sangat menyedihkan, didapati seorang muslim begitu bangga jika bisa berbahasa Inggris dengan fasih namun mengenai bahasa Arab dia tidak tahu?? Kalau keadaannya sudah seperti ini bagaimana bisa diharapkan Islam maju dan jaya seperti dahulu. Bagaimana mungkin mereka bisa memahami syari’at dengan benar kalau mereka sama sekali tidak mengerti bahasa Arab…???&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Hukum Orang Yang Mampu Berbahasa Arab Namun Berbicara Menggunakan  Bahasa Selain Bahasa Arab&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata: &lt;em&gt;“Dibenci seseorang berbicara dengan bahasa selain bahasa Arab karena bahasa Arab merupakan syiar Islam dan kaum muslimin. Bahasa merupakan syiar terbesar umat-umat, karena dengan bahasa dapat diketahui ciri khas masing-masing umat.”&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Iqtidho Shirotil  Mustaqim&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Asy-Syafi’iy berkata sebagaimana diriwayatkan As-Silafi dengan sanadnya sampai kepada Muhammad bin Abdullah bin Al Hakam, beliau berkata: &lt;em&gt;“Saya mendengar Muhammad bin Idris Asy-syafi’iy berkata: “Allah menamakan orang-orang yang mencari karunia Allah melalui jual beli (berdagang) dengan nama tu’jar (tujjar dalam bahasa Arab artinya para pedagang-pent), kemudian Rosululloh juga menamakan mereka dengan penamaan yang Allah telah berikan, yaitu (tujjar) dengan bahasa arab. Sedangkan “samasiroh” adalah penamaan dengan bahasa `ajam (selain arab). Maka kami tidak menyukai seseorang yang mengerti bahasa arab menamai para pedagang kecuali dengan nama tujjar dan janganlah orang tersebut berbahasa Arab lalu dia menamakan sesuatu (apapun juga-pent) dengan bahasa `ajam. Hal ini karena bahasa Arab adalah bahasa yang telah dipilih oleh Allah, sehingga Allah menurunkan kitab-Nya yang dengan bahasa Arab dan menjadikan bahasa Arab merupakan bahasa penutup para Nabi, yaitu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, kami katakan seyogyanya setiap orang yang mampu belajar bahasa Arab mempelajarinya, karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling pantas dicintai tanpa harus melarang seseorang berbicara dengan bahasa yang lain. Imam Syafi’iy membenci orang yang mampu berbahasa Arab namun dia tidak berbahasa Arab atau dia berbahasa Arab namun mencampurinya dengan bahasa `ajam.”&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Iqtidho Shirotil Mustaqim&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Abu Bakar bin ‘Ali Syaibah meriwayatkan dalam &lt;em&gt;Al Mushanaf&lt;/em&gt;: &lt;em&gt;“Dari Umar bin Khattab, beliau berkata: Tidaklah seorang belajar bahasa Persia kecuali menipu, tidaklah seseorang menipu kecuali berkurang kehormatannya. Dan Atho’ (seorang tabi’in) berkata: Janganlah kamu belajar bahasa-bahasa ajam dan janganlah karnu masuk gereja - gereja mereka karena sesungguhnya Allah menimpakan kemurkaan-Nya kepada mereka, (Iqtidho Shirotil Mustaqim). Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad berkata: “Tanda keimanan pada orang ‘ajam (non arab) adalah cintanya terhadap bahasa arab.” Dan adapun membiasakan berkomunikasi dengan bahasa selain Arab, yang mana bahasa Arab merupakan syi’ar Islam dan bahasa Al-Qur’an, sehingga bahasa selain arab menjadi kebiasaan bagi penduduk suatu daerah, keluarga, seseorang dengan sahabatnya, para pedagang atau para pejabat atau bagi para karyawan atau para ahli fikih, maka tidak disangsikan lagi hal ini dibenci. Karena sesungguhnya hal itu termasuk tasyabuh (menyerupai) dengan orang `ajam dan itu hukumnya makruh.”&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Iqtidho  Shirotil Mustaqim&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Khurasan, yang penduduk kedua kota tersebut berbahasa Persia serta menduduki Maghrib, yang penduduknya berbahasa Barbar, maka kaum muslimin membiasakan penduduk kota tersebut untuk berbahasa Arab, hingga seluruh penduduk kota tersebut berbahasa Arab, baik muslimnya maupun kafirnya. Demikianlah Khurasan dahulu kala. Namun kemudian mereka menyepelekan bahasa Arab, dan mereka kembali membiasakan bahasa Persia sehingga akhirnya menjadi bahasa mereka. Dan mayoritas mereka pun menjauhi bahasa Arab. Tidak disangsikan lagi bahwa hal ini adalah makruh. (&lt;em&gt;Iqtidho Shirotil Mustaqim&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Pengaruh Bahasa Arab Dalam Kehidupan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: &lt;em&gt;“Merupakan metode yang baik adalah membiasakan berkomunikasi dengan bahasa Arab hingga anak kecil sekalipun dilatih berbahasa Arab di rumah dan di kantor, hingga nampaklah syi’ar Islam dan kaum muslimin. Hal ini mempermudah kaum muslimin urituk memahami makna Al-Kitab dan As-Sunnah serta perkataan para salafush shalih. Lain halnya dengan orang yang terbiasa berbicara dengan satu bahasa lalu ingin pindah ke bahasa lain maka hal itu sangat sulit baginya. Dan ketahuilah…!!! membiasakan berbahasa Arab sangat berpengaruh terhadap akal, akhlak dan agama. Juga sangat berpengaruh dalam usaha mencontoh mereka dan memberi dampak positif terhadap akal, agama dan tingkah laku.”&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Iqtidho Shirotil Mustaqim&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, bahasa Arab memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan, akhlak, agama. Orang yang pandai bahasa Arab cenderung senang membaca kitab-kitab para ulama yang berbahasa Arab dan tentu senang juga membaca dan menghafal Al-Qur’an serta hadits-hadits Rasulullah. Sehingga hal ini bisa memperbagus akhlak dan agamanya. Berbeda dengan orang yang pandai berbahasa Inggris (namun tanpa dibekali dengan ilmu agama yang baik), dia cenderung senang membaca buku berbahasa Inggris yang jelas kebanyakannya merupakan karya orang kafir. Sehingga mulailah ia mempelajari kehidupan orang kafir sedikit demi sedikit. Mau tidak mau iapun harus mempelajari cara pengucapan dan percakapan yang benar melalui mereka, agar dia bisa memperbagus bahasa Inggrisnya. Bisa jadi akhirnya ia pun senang mempelajari dan menghafal lagu-lagu berbahasa Inggris (yang kebanyakan isinya berisi maksiat) dan tanpa sadar diapun mengidolakan artis atau tokoh barat serta senang mengikuti gaya-gaya mereka. Akhlaknya pun mulai meniru akhlak orang barat (orang kafir), dan mengagungkan orang kafir serta takjub pada kehebatan mereka. Akhirnya, diapun terjatuh dalam tasyabbuh (meniru-niru) terhadap orang kafir, menganggap kaum muslimin terbelakang dan ujung-ujungnya dia lalai dari mempelajari Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa  sallam&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Hukum Mempelajari Bahasa Arab&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Syaikhul Islam Berkata: &lt;em&gt;“Dan sesungguhnya bahasa Arab itu sendiri bagian dari agama dan hukum mempelajarinya adalah wajib, karena memahami Al-Kitab dan As-Sunnah itu wajib dan keduanya tidaklah bisa difahami kecuali dengan memahami bahasa Arab. Hal ini sesuai dengan kaidah:&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);" class="arab"&gt;مَا لاَ يَتِمٌّ الْوَاجِبُ إِلاَّ بِهِ فَهُوَ  وَاجِبٌ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;em&gt;“Apa yang tidak sempurna suatu kewajiban kecuali dengannya maka ia juga  hukumnya wajib.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;em&gt;Namun disana ada bagian dari bahasa Arab yang wajib ‘ain dan ada yang wajib kifayah. Dan hal ini sesuai dengan apa yang diriwayatkan oleh Abu Bakar bin Abi Syaibah, dari Umar bin Yazid, beliau berkata: Umar bin Khattab menulis kepada Abu Musa Al-Asy’ari (yang isinya) “…Pelajarilah As-Sunnah, pelajarilah bahasa Arab dan I’roblah Al-Qur’an karena Al-Qur’an itu berbahasa Arab.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;em&gt;Dan pada riwayat lain, Beliau (Umar bin Khattab) berkata: “Pelajarilah bahasa Arab sesungguhnya ia termasuk bagian dari agama kalian, dan belajarlah faroidh (ilmu waris) karena sesungguhnya ia termasuk bagian dari agama kalian.”&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Iqtidho Shirotil Mustaqim&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Penutup&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Bahasa Arab adalah bahasa Agama Islam dan bahasa Al-Qur’an, seseorang tidak akan dapat memahami kitab dan sunnah dengan pemahaman yang benar dan selamat (dari penyelewengan) kecuali dengan bahasa Arab. Menyepelekan dan menggampangkan Bahasa Arab akan mengakibatkan lemah dalam memahami agama serta jahil (bodoh) terhadap permasalahan agama.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Sungguh sangat ironis dan menyedihkan, sekolah-sekolah dinegeri kita, bahasa Arab tersisihkan oleh bahasa-bahasa lain, padahal mayoritas penduduk negeri kita adalah beragama Islam, sehingga keadaan kaum muslimin dinegeri ini jauh dari tuntunan Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; dan Rasul-Nya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Maka seyogyanya anda sekalian wahai penebar kebaikan… mempunyai andil dan peran dalam memasyarakatkan serta menyadarkan segenap lapisan masyarakat akan pentingya bahasa Al Qur’an ini, dengan segala kemampuan yang dimiliki, semoga Allah menolong kaum muslimin dan mengembalikan mereka kepada ajaran Rasul-Nya yang shohih. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt;. Segala puji hanyalah bagi Allah Tuhan semesta alam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;***&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Penyusun: Tim Bahasa Arab Online&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Live For Love, Love For Live"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7155326817981653575-1551653621569854866?l=rainz-al-mujahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://badar.muslim.or.id/artikel/keutamaan-bahasa-arab.html' title='Keutamaan Bahasa Arab'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/feeds/1551653621569854866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7155326817981653575&amp;postID=1551653621569854866&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/1551653621569854866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/1551653621569854866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/2008/12/keutamaan-bahasa-arab.html' title='Keutamaan Bahasa Arab'/><author><name>Al-Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14531980144247679799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7155326817981653575.post-7777071651346483785</id><published>2008-10-30T18:37:00.000+07:00</published><updated>2008-10-30T18:41:09.352+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA iSLAMI TERKINI'/><title type='text'>HADIRILAH…! SEMINAR AL AQSA HAQQUNA !!!</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;HADIRILAH…! SEMINAR  DAN TABLIGH AKBAR AL AQSA HAQQUNA !!!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;“Aksi Nyata Mengembalikan Masjid Al-Aqsa ke Pangkuan Muslimin”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Menghadirkan Pembicara :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Dr. Adhyaksa Daullt, SH, M. Sc (Menegpora RI)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;H. Ahmad Heryawan, Lc. (Gubernur Jawa Barat) &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Fariz N. Mehdawi (Duta Besar Palestina)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Syeikh Dr. Mahmoud Al-Khatib (Ketua Divisi Luar Negeri Al-Quds Intitution Yaman)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Dr. Abdul Ghani Shamsuddin (Presiden Sekretariat Ulama Asia Tenggara)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Drs. K.H. A. Hafidz Utsman (Ketua MUI Jawa Barat)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Abdurrahman Sony Sugema, MBA (Ketua Sidang Konferensi Internasional )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Herry Nurdi (Pemred Sabili)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Prof. Dr. dr. Saleh Alkatiri, MD, M.Sc (Dewan imamah Jama’ah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Muslimin (Hizbullah))&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Dr. K.H. Miftah Faridl (Ketua MUI Kota Bandung)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Drs. Fahmi Lukman, M. Hum (PP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI))&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;K.H. Abdullah Gymnastiar (Pimpinan Ponpes Daarut Tauhid)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Drs. K.H. Yakhsyallah Mansur, MA (Mudir ‘Am Ponpes Al-Fatah Cileungsi Bogor)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Ustadz Ferry Nur, S.Si (Sekjen KISPA)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Hedi Muhammad, S.H (Sekjen Forum Ulama dan Umat Islam)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Drs. Taufiqurrahman (Pengasuh OBSESI Pagi Radio Dahlia FM)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Ustadz Lesmana Ibrahim&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Drs. K.H. Bukhari Muslim (Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia Kota Bandung)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Ketua PW Muhammadiyah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Pimpinan Cabang Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;H. Muhyiddin Hamidy (Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah))&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Seminar Al-Aqsa Haqquna&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Sabtu, 3 Dzulqa’dah 1429H/1 November 2008M. Pukul 08.30-15.30 WIB&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Gd. Wahana Bakti POS Ruang Mas Suharto Lt. 8&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Jl. Banda No. 30 Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Tabligh Akbar Al-Aqsa Haqquna&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Ahad, 4 Dzulqa’dah 1429H/2 November 2008M pukul 08.00-11.30 WIB&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Masjid Raya Bandung &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Alun-Alun&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Penyelenggara : Jama’ah Muslimin (Hizbullah) &lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style=""&gt;Maktab ‘Am Jama’ah Muslimin (Hizbullah)&lt;span style=""&gt;                                                                &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Wilayah Jawa Barat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Jl. Diponegoro No. 48 Bandung, Indonesia&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;(022) 72797769; 081320052222&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Live For Love, Love For Live"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7155326817981653575-7777071651346483785?l=rainz-al-mujahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/feeds/7777071651346483785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7155326817981653575&amp;postID=7777071651346483785&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/7777071651346483785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/7777071651346483785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/2008/10/hadirilah-seminar-al-aqsa-haqquna.html' title='HADIRILAH…! SEMINAR AL AQSA HAQQUNA !!!'/><author><name>Al-Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14531980144247679799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7155326817981653575.post-7914787841681608401</id><published>2008-10-30T17:56:00.000+07:00</published><updated>2008-10-30T18:27:38.517+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Islami'/><title type='text'>SERANGAN ISRAEL TERAKHIR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="yiv1065837750"&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Sewaktu penulisan buku ini (dasar pembuatan situs ini) dimulai, Palestina tengah mengalami bulan-bulan pertama Intifadah al-Aqsa. Dari hari paling awal Intifadah baru ini, pemerintahan Israel menanggapi dengan keras demontrasi jalanan warga Palestina. Namun, sementara itu, bentrokan di wilayah ini menjadi jauh lebih keras. Untuk membalas bom bunuh diri yang dilakukan oleh beberapa kelompok Palestina, Israel telah melangkah lebih jauh dalam menekan Daerah Pendudukan. Operasi Israel yang dilakukan di darat, laut, dan udara ditujukan terutama terhadap orang-orang sipil Palestina. Hari-hari terkeras selama Intifadah al-Aqsa mungkin telah meledak begitu tahun 2002 dimulai.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Dalam operasi terakhir ini, yang digambarkan oleh pihak berwenang sebagai yang terbesar di Daerah Pendudukan dalam 20 tahun terakhir, tentara Israel mengirimkan sekitar 20.000 tentara. Dengan pengerahan ini, yang dianggap sebagai sebuah pertanda awal akan adanya pembantaian besar-besaran, tentara Israel mulai mencaplok wilayah-wilayah yang ditempati rakyat Palestina satu demi satu. Operasi ini sebenarnya telah diramalkan berbulan-bulan sebelumnya. Seperti telah kita bahas di bagian sebelumnya “Ariel Sharon Bersiap untuk Perang,” sumber-sumber media asing telah meramalkan pendudukan itu. Berita yang bocor dari pemerintahan Israel ini juga menunjukkan bahwa Israel tengah mempersiapkan perang besar. &lt;/p&gt;             &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" bgcolor="#ffffff" border="1" cellpadding="2" cellspacing="0" width="400"&gt;               &lt;tbody&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td height="118"&gt;                   &lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/282.jpg" height="125" hspace="2" vspace="2" width="188" /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/283.jpg" height="125" hspace="2" vspace="2" width="183" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Begitu pendudukan dimulai, pemandangan yang mengingatkan pada penyerangan Libanon 1982 mulai tampak. Hal yang sama terjadi di setiap kamp pengungsi yang dicaplok dan daerah berdekatan. Pertama-tama, suara tank dari kejauhan dan letupan senjata terdengar, lalu generator yang menyuplai arus listrik dihancurkan, menjerumuskan daerah ini ke dalam kegelapan dan mengasingkannya dari dunia luar. Sebelum bergerak jauh, pesawat-pesawat F-16 datang untuk membantu tank-tank. Semua ini hanyalah langkah pertama pengepungan yang lebih besar lagi. &lt;/p&gt;             &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" bgcolor="#ffffff" border="1" cellpadding="2" cellspacing="0" width="400"&gt;               &lt;tbody&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td height="260"&gt;                   &lt;p class="resimalti" align="center"&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/284.jpg" align="right" height="250" hspace="2" vspace="2" width="307" /&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;p class="boxtext" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh dunia&lt;br /&gt;bereaksi keras&lt;br /&gt;ketika tentara-&lt;br /&gt;tentara Israel ini&lt;br /&gt;mengambil gambar&lt;br /&gt;yang menunjukkan mereka melangkah di atas mayat&lt;br /&gt;seorang pria&lt;br /&gt;Palestina yang&lt;br /&gt;baru saja mereka&lt;br /&gt;bunuh. &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Pemandangan ini benar-benar seperti daerah perang layaknya. Tank-tank Israel memasuki kota-kota dalam pemerintahan Palestina seperti Gaza, Ramallah, Nablus, dan Tulkarem, menghancurkan segalanya di sepanjang jalannya; Pesawat-pesawat F-16 menghujankan bom di atas orang-orang yang tinggal di kamp-kamp pengungsian. Pemimpin PLO Yasser Arafat tidak dapat meninggalkan tempat kediaman resminya, dengan kata lain, ia telah dipaksa menjalani tahanan rumah. Hanya dalam satu hari serangan itu, 40 orang terbunuh. Tentara Israel menembaki rumah-rumah sakit, ambulan, dan sekolah-sekolah, termasuk sekolah untuk tuna netra yang didirikan oleh PBB. Para wartawan asing di tempat kejadian melaporkan bahwa orang-orang yang terluka selama serangan ini tidak dapat dibawa ke rumah sakit karena tank-tank Israel mengepung rumah sakit dan mencegah setiap ambulan untuk keluar masuk. Di samping itu, ribuan orang diperiksa tanpa alasan yang jelas, dan lusinan mereka dikirim ke penjara. Di beberapa kamp pengungsian, seluruh lelaki berusia antara 14 dan 60 dibawa pergi untuk disidik. Beberapa di ntara mereka, setelah ditahan selama 2 hari dengan tangan terikat dan mata ditutup, kemudian ditahan dalam penjara. Di kamp Dheisheh, misalnya, 600 laki-laki dipaksa untuk disidik; 70 dari mereka ditahan tanpa tuduhan resmi. Gambar-gambar orang-orang sipil dengan mata tertutup yang menunggu penyidikan yang diperlihatkan pada pers hanya memperlihatkan salah satu perbuatan tak masuk akal yang dilakukan oleh tentara Israel. &lt;/p&gt;             &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" bgcolor="#ffffff" border="1" cellpadding="2" cellspacing="0" width="444"&gt;               &lt;tbody&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td width="436"&gt;                   &lt;p class="resimalti" align="center"&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/285b.jpg" height="125" hspace="1" vspace="1" width="141" /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/285a.jpg" height="125" hspace="1" vspace="1" width="138" /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/285.jpg" height="125" hspace="1" vspace="1" width="142" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/285e.jpg" height="125" hspace="1" vspace="1" width="138" /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/285d.jpg" height="125" hspace="1" vspace="1" width="144" /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/285c.jpg" height="125" hspace="1" vspace="1" width="146" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="boxtext"&gt;Tentara-tentara Israel menarik seorang pria Palestina keluar dari mobilnya dan menjadikannya bulan-bulanan. Laki-laki tak bersenjata ini diborgol, dibaringkan di atas tanah, ditelanjangi, lalu dengan brutal ditembak mati. Seorang Palestina bisa dibunuh oleh tentara Israel di tengah jalanan, meskipun mereka telah menyerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/285g.jpg" height="150" hspace="2" vspace="2" width="213" /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/285h.jpg" height="150" hspace="2" vspace="2" width="99" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="boxtext"&gt;Dalam operasi terakhirnya melawan Palestina, Israel mengirim 20.000 tentara ke wilayah ini. Tank-tank mengepung kota-kota Palestina dan menghancurkan segalanya yang melintasi jalan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Pers melaporkan beberapa perbuatan kejam lain selama pendudukan Israel: Gambar tentara Israel ketika melangkah di atas mayat seorang Palestina yang baru dibunuh, memukul dan membunuh seorang lelaki Palestina di tengah jalan meskipun ia telah menyerah, tank-tank Israel yang memukul dan menghancurkan ambulan yang diparkir di sisi jalan tersebut, dan orang Palestina yang dihujani dengan roket. Bahkan, teror yang bersamaan diarahkan pada anak-anak, sebuah target yang sudah lumrah bagi mereka. Kebijakan Israel terhadap anak-anak tidak hanya ditentang oleh orang-orang Palestina saja, tapi juga oleh seluruh dunia, termasuk warga Israel. Penulis Israel terkenal Gideon Levy, musuh abadi kebijakan Israel di Daerah Pendudukan, mengkritik tajam hal itu dan bertanya pada masyarakat Israel:&lt;/p&gt;             &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" bgcolor="#ffffff" border="1" cellpadding="3" cellspacing="0" width="408"&gt;               &lt;tbody&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td width="398"&gt;                   &lt;table align="center" cellspacing="0" width="75%"&gt;                     &lt;tbody&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td height="2"&gt;                         &lt;div class="hygbold"&gt;                         &lt;div align="center"&gt;Harian Turki AKSAM,                          22 Januari 2002&lt;br /&gt;TULKAREM DI BAWAH PENDUDUKAN&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/286.jpg" height="104" width="370" /&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;table align="center" cellspacing="0" width="75%"&gt;                     &lt;tbody&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td height="2"&gt;                         &lt;div class="hygbold"&gt;                         &lt;div align="center"&gt;Harian Turki STAR, 28 Februari 2002&lt;br /&gt;ISRAEL MEMULAI SERANGAN TERBURUKNYA&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/286a.jpg" height="127" width="370" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/palestine131.jpg" height="185" width="370" /&gt; &lt;/div&gt;                   &lt;table align="center" cellspacing="0" width="75%"&gt;                     &lt;tbody&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="hygbold" height="2"&gt;                         &lt;div align="center"&gt;Harian Turki SABAH, 5 Desember 2001&lt;br /&gt;ISRAEL MENEMBAK SEBUAH BANGUNAN 30 METER DARI ARAFAT                     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/286c.jpg" height="189" width="370" /&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;table align="center" cellspacing="0" width="75%"&gt;                     &lt;tbody&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;                         &lt;div class="hygbold"&gt;                         &lt;div align="center"&gt;Harian Turki HURRIYET,                          13 Maret 2002&lt;br /&gt;PERLAKUAN NAZI&lt;br /&gt;Pemimpin Palestina Yasser Arafat menuduh Israel "berprilaku seperti Nazi" dengan memberi nomor di tangan-tangan tahanan Palestina.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/287.jpg" height="87" width="370" /&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;table align="center" cellspacing="0" width="75%"&gt;                     &lt;tbody&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;                         &lt;div class="hygbold"&gt;                         &lt;div align="center"&gt;Harian Turki YENI SAFAK,                          29 Maret 2002&lt;br /&gt;TAKUT AKAN ADA PEMBANTAIAN DI RAMALLAH&lt;br /&gt;Israel mempersiapkan pendudukan besar-besaran atas Ramallah, pusat politik pemerintahan Palestina.                          &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/287a.jpg" height="181" width="370" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/palestine130.jpg" height="181" width="370" /&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;table align="center" cellspacing="0" width="75%"&gt;                     &lt;tbody&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="hygbold"&gt;                         &lt;div align="center"&gt;Harian Turki TURKIYE,                          5 Maret 2002&lt;br /&gt;KAMP-KAMP PALESTINA DIRATAKAN DENGAN TANAH&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/287b.jpg" height="250" width="370" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="boxtext"&gt;Dengan operasi terakhirnya, Israel seolah telah menduduki seluruh wilayah Palestina. Pendudukan ini ditandai sejumlah pembantaian besar-besaran dan ratusan orang tak bersalah kehilangan nyawanya dalam waktu singkat 10 hari. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;a rel="nofollow" id="122." name="122."&gt;&lt;/a&gt;Adakah yang memerintahkan para tentara menembaki kepala anak-anak, ataukah mereka melakukannya atas kemauan sendiri? Apa bedanya? Masih bisakah kejadian seperti itu disebut ketidaksengajaan? Ataukah ini sudah menjadi norma, menembak untuk membunuh pelempar batu, anak-anak maupun dewasa? Dan ini masih kita sebut bukan kejahatan perang? Coba, adakah orang-orang IDF yang peduli dengan perilaku tentara seperti ini?&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.tragedipalestina.com/seranganterakhir.html#122"&gt;122&lt;/a&gt;              &lt;/p&gt;             &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" bgcolor="#ffffff" border="1" cellpadding="3" cellspacing="0" width="400"&gt;               &lt;tbody&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;                   &lt;table align="center" cellspacing="0" width="350"&gt;                     &lt;tbody&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;                         &lt;div class="hygbold"&gt;                         &lt;div align="center"&gt;Harian Turki RADIKAL,                          21 Februari 2002&lt;br /&gt;SHARON MAKIN KERAS&lt;br /&gt;Israel menanggapi serangan militan Palestina pada pos-pos pemeriksaan militer dengan serangan darat, laut, dan udara. Sharon tersudut karena 15 orang Palestina tewas.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/288.jpg" height="120" width="300" /&gt; &lt;/div&gt;                   &lt;table align="center" cellspacing="0" width="350"&gt;                     &lt;tbody&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;                         &lt;div class="hygbold"&gt;                         &lt;div align="center"&gt;Harian Turki ORTADOGU,                          5 Maret 2002&lt;br /&gt;SERUAN PERANG DARI ISRAEL&lt;br /&gt;Dengan menyerang tempat-tempat penampungan pengungsi sipil, Israel bertekad menjadikan Palestina ladang pembantaian. Saat Menteri Kehakiman Israel berkata, “Mereka akan meminta gencatan senjata,” walikota Yerusalem menyeru masyarakat untuk berperang.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/288A.jpg" height="133" width="300" /&gt; &lt;/div&gt;                   &lt;table align="center" cellspacing="0" width="350"&gt;                     &lt;tbody&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;                         &lt;div class="hygbold"&gt;                         &lt;div align="center"&gt;Harian Turki CUMHURIYET,                          11 Maret 2002&lt;br /&gt;SHARON MENGUMUMKAN PERANG &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/288B.jpg" height="200" width="312" /&gt;                &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Adam Shapiro, seorang pendudukung hak asasi manusia Amerika yang tinggal di Ramallah, menggambarkan pemikirannya tentang tentara Israel dalam memperlakukan Daerah Pendudukan:&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;a rel="nofollow" id="123." name="123."&gt;&lt;/a&gt;Pendudukan ini bersandar pada pemusnahan manusia. Inilah sebabnya para tentara tega melakukan apa yang mereka mau, mereka diharapkan dan didorong untuk tidak melihat orang-orang Palestina sebagai manusia. Saya tidak yakin bahwa tentara Israel sudah kejam dari sananya, tapi saya percaya bahwa ketika mereka bertugas… mereka meninggalkan rasa kemanusiaannya di belakang… Ketika Israel akhirnya memahami bahwa pendudukan ini adalah akar dari pertikaian di sini, dan dengan begitu meninggalkannya dan membiarkan orang-orang Palestina untuk hidup dalam kemerdekaan, kata-kata yang perlu digunakan untuk menerangkan dan memahami dunia kita sekali lagi akan bermakna. Kalau belum sampai di sana, “kemanusiaan” akan tetap menjadi kata dengan makna tapi tanpa pengamalan…&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.tragedipalestina.com/seranganterakhir.html#123"&gt;123&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" bgcolor="#ffffff" border="1" cellpadding="3" cellspacing="0" height="326" width="400"&gt;               &lt;tbody&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;                   &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/289.jpg" height="300" width="355" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="boxtext"&gt;Pada hari kesepuluh pendudukannya, tentara Israel mengumumkan telah membunuh 200 orang Palestina. Laporan dalam The Independent ini menggambarkan bagaimana 30 orang kehilangan nyawanya di satu kamp dalam waktu 48 jam, dan bagaimana kamp tersebut diberondong oleh helikopter tempur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/289A.jpg" height="300" width="371" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="boxtext"&gt;Peter Beaumont, koresponden Palestina untuk The Observer, melaporkan dari Ramallah: “Saya melihat mayat-mayat, terbunuh oleh tembakan ke kepala” (atas). Satu kesamaan seluruh orang Palestina yang dibunuh oleh tentara Israel adalah luka di kepala karena tembakan peluru jarak dekat, dan koresponden The Observer ini menekankan hal itu. &lt;/span&gt;&lt;span class="resimalti"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/289B.jpg" height="300" width="359" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="boxtext"&gt;Dalam edisi Amerika The Palestine Chronicle, Jennifer Loewenstein membahas kengerian yang terjadi di Ramallah dalam artikelnya: “Pembantaian di Ramallah: Bukankah Demokrasi Israel Itu Mengagumkan?” Bagian ini menerangkan bahwa beberapa mayat punya sebanyak 16 lubang peluru, yang sebagian besarnya ditemukan di bagian muka yang tengkurap ke tanah, dan bahwa senjata mereka telah dilucuti. Bahkan, tentara Israel terus menjadikan anak-anak sebagai sasaran, termasuk seorang bocah laki-laki 10 tahun yang tertembak dan terbunuh sewaktu bermain di dekat perbatasan Rafah karena “ia bermain terlalu dekat dengan perbatasan."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Kebijakan kekerasan Israel meningkat lebih jauh dari sekedar kekerasan. Beberapa kelompok radikal Palestina meningkatkan bom bunuh diri mereka yang ditujukan pada warga sipil Israel. Ketika berhadapan dengan perkembangan ini, Ariel Sharon dan pemerintah Israel memutuskan untuk tidak melanjutkan kebijakan yang terukur dan berkepala dingin, tapi menganggap perlu meningkatkan lagi tingkat penindasan dan kekerasan. Dalam sebuah pernyataan persnya, Sharon berkata:&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;a rel="nofollow" id="124." name="124."&gt;&lt;/a&gt;&lt;a rel="nofollow" id="125." name="125."&gt;&lt;/a&gt;"Kita harus menyebabkan mereka mengalami kerugian, luka-luka, sehingga mereka tahu mereka tidak akan dapat apa-apa… Kita harus memukul mereka, pukul, pukul lagi, sampai mereka mengerti.” Bagaimana dengan menawarkan sebuah pemecahan politik, sang perdana menteri ditanya. Sekarang, jawabnya, bukanlah waktu untuk prospek politik, ini cuma untuk prospek militer.&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.tragedipalestina.com/seranganterakhir.html#124"&gt;124&lt;/a&gt; Anggota Partai Likud Meir Sheetrit, dalam pernyataannya kepada parlemen, mengatakan bahwa ia mendukung kekerasan yang dilakukan oleh tentara Israel di Daerah Pendudukan, dengan menekankan bahwa ia akan mendukung setiap tindakan militer "yang dirancang agar orang-orang Palestina berteriak meminta gencatan senjata."&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.tragedipalestina.com/seranganterakhir.html#125"&gt;125&lt;/a&gt; Teknik ini tidak menyelesaikan apa-apa, selain mendorong ke dalam lingkaran setan kekerasan. Seperti telah kita bahas di atas, peristiwa di Palestina sekali lagi membuktikan bahwa masalah ini tidak pernah dapat dipecahkan dengan kekerasan. &lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;a rel="nofollow" id="126." name="126."&gt;&lt;/a&gt;Menurut angka-angka yang diterbitkan PBB, selama operasi Israel dijalankan, 1620 rumah terus mengalami kerusakan berat, beserta 14 bangunan umum, termasuk beberapa sekolah. Di Jenin, dari 2500 bangunan yang ditempati 14.000 orang Palestina di sana, 550 rusak. Enam rusak ringan, 541 dengan aneka kerusakan, dan tiga rusak total. Di Balata, dari 3700 bangunan yang ditempati 20.000 orang, 670 mengalami kerusakan. Dari jumlah ini, 10 rusak total dan 14 rusak parah. Di Nur Al-Shams, 100 dari 1500 rumah tempat 8000 orang tinggal, rusak, tiga di antaranya tengah dihancurkan. Di Tulkarem, 300 dari 2900 bangunan yang didiami 16.000 orang rusak; enam di antaranya rusak total dan 30 rusak parah. Kerugian ekonomi keseluruhan ditaksir sekitar 3,5 juta dolar.&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.tragedipalestina.com/seranganterakhir.html#126"&gt;126&lt;/a&gt;              &lt;/p&gt;             &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" bgcolor="#ffffff" border="1" cellpadding="3" cellspacing="0" width="400"&gt;               &lt;tbody&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td height="694"&gt;                   &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/291.jpg" height="188" width="380" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="boxtext"&gt;Surat kabar Israel terkemuka &lt;i&gt;Ha’aretz&lt;/i&gt; mengkritik kekerasan pemerintah Israel dalam pernyataannya berbunyi “Makin besar pemaksaan, makin besar perlawanan."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/291a.jpg" height="169" width="380" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="boxtext"&gt;The Economist menyatakan bahwa peristiwa di Timur Tengah telah berubah dari bentrokan menjadi perang sesungguhnya. Majalah ini menyatakan hal ini dalam “From Intifada to War (Dari Intifadah Menjadi Perang)."&lt;/span&gt;&lt;span class="resimalti"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/291b.jpg" height="224" width="380" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="boxtext"&gt;Operasi Israel dilaporkan oleh &lt;i&gt;Washington Post&lt;/i&gt; dengan berita utama “Mideast Fighting Intensities; both Sides Vow More (Menegangnya Pertempuran Timur Tengah, Kedua Pihak Bersumpah Lebih Keras Lagi)."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Masa ini, yang menyebabkan Israel dikritik tajam oleh PBB dan Uni Eropa, berakhir dengan langkah penting pertama Amerika Serikat mengirimkan juru runding untuk menangani krisis ini. Tank-tank Israel mulai menarik diri dari wilayah Palestina, meninggalkan daerah yang hancur berat, dan kedua pihak memasuki perundingan keamanan. &lt;/p&gt;             &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" bgcolor="#ffffff" border="1" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100"&gt;               &lt;tbody&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td height="133"&gt;                   &lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/292.jpg" height="100" width="97" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="boxtext"&gt;Pangeran Saudi Arabia,                Abdullah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Selama penarikan singkat ini, salah satu upaya penting dilakukan untuk memastikan datangnya perdamaian adalah dalam bentuk sebuah rencana damai yang disampaikan oleh Pangeran Saudi Arabia, Abdullah di &lt;i&gt;The New York Times&lt;/i&gt;. Menurut rencana ini, sebagai ganti mundurnya Israel dari batas pra-1967nya (menurut resolusi PBB), negara-negara Arab akan mendinginkan kembali hubungannya dengan Israel. Usulan ini diterima positif oleh sebagian besar orang Palestina. Akan tetapi, radikalisme di kedua belah pihak menghambat pelaksanannya. &lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Akibatnya, penarikan tank-tank hanya memberi waktu senggang untuk tentara Israel. Dalam beberapa hari, pendudukan baru dan lebih menyeluruh dimulai. Kali ini, sasarannya adalah Tepi Barat, dan khususnya Ramallah, tempat markas besar Arafat. Hasil operasi ini menempatkan markas Arafat dalam kepungan, hampir memaksanya tinggal di satu ruangan saja, sementara bahaya besar dihadapi oleh penduduk sipil Palestina. Militer Israel tidak menghentikan langkahnya menduduki Ramallah saja, melainkan merampas seluruh kota-kota Tepi Barat satu demi satu. Arus listrik diputuskan, dan pemadaman itu menyebabkan tak teraturnya aliran air. Tempat ini dikenakan jam malam ketat, dan penduduk mulai mengalami kelaparan karena aliran makanan anjlok. Ketika orang-orang yang sakit dan orang lanjut usia serta anak-anak berusaha mempertahankan hidupnya dalam keadaan brutal ini, hampir seluruh lelaki berusia antara 14 dan 50 tahun ditangkap oleh tentara Israel. Ketika tentara Israel mengambil alih bangunan yang dimiliki oleh dinas keamanan Palestina, meskipun para petugasnya telah menyerahkan diri, mereka ditembak di kepala dan dibunuh. Untuk mengasingkan orang-orang Palestina dari dunia internasional, Israel segera mengumumkan daerah pendudukan sebagai “daerah tertutup” sehingga dunia tidak akan mendengar kekejaman yang dilakukan atas orang-orang Palestina. &lt;/p&gt;             &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" bgcolor="#ffffff" border="1" cellpadding="2" cellspacing="0" width="400"&gt;               &lt;tbody&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;                   &lt;table align="center" cellspacing="0" width="75%"&gt;                     &lt;tbody&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td height="2"&gt;                         &lt;div class="hygbold"&gt;                         &lt;div align="center"&gt;Harian Turki HURRIYET,                          30 Maret 2002&lt;br /&gt;ARAFAT DITAHAN DALAM KAMARNYA &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/293.jpg" height="155" width="400" /&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;table align="center" cellspacing="0" width="75%"&gt;                     &lt;tbody&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="hygbold" height="2"&gt;                         &lt;div align="center"&gt;Harian Turki CUMHURIYET,                          30 Maret 2002&lt;br /&gt;ARAFAT: MEREKA AKAN MEMBUNUH SAYA   &lt;br /&gt;Dengan pengepungan dan penembakan markasnya oleh Israel, pemimpin Palestina berkata ia siap menjadi martir.                          &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/293a.jpg" height="121" width="400" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Meskipun telah mengupayakan hal seperti itu, stasiun-stasiun televisi dunia tetap menampilkan gambar-gambar kekejian di Palestina. Di antara gambar bersejarah adalah gambar orang-orang Palestina yang ditembak dari dekat di kepala, tahanan yang diikat dan ditutup matanya diseret ke daerah yang belum diketahui, seorang pemimpin dunia yang berpidato ke seluruh dunia dengan nyala lilin, jalanan Palestina yang gelap dan kosong, rumah sakit yang mengundang kemarahan tentara Israel, biarawati dan biarawan yang ditembak tank-tank Israel, dan anggota LSM yang mencoba untuk membentuk “pagar betis” bagi orang-orang Palestina tak bersalah. Ketika kamar mayat di rumah sakit Ramallah penuh, mereka mulai menaruh dua mayat dalam ruang yang muat untuk satu orang. Lalu muncul berita tentang kuburan massal yang digali untuk orang-orang yang dibunuh. Tempat-tempat seperti Tulkarem, Bethlehem, dan Qalqilya telah menjadi tempat mandi darah di depan mata dunia. Di Bethlehem, yang dipercaya sebagai kota tempat Yesus dilahirkan, banyak orang-orang Palestina yang dengan putus asa mencari tempat berteduh di gereja-gereja, tapi tak ada hasilnya. Bukan halangan bagi tentara Israel, seperti yang segera dilaporkan berita mengenai meletusnya tembakan di gereja-gereja dan bahkan anggota pendeta Kristen terbunuh. &lt;/p&gt;             &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" bgcolor="#ffffff" border="1" cellpadding="2" cellspacing="0" width="400"&gt;               &lt;tbody&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;                   &lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/294.jpg" height="125" hspace="2" vspace="2" width="184" /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/294A.jpg" height="125" hspace="2" vspace="2" width="191" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/294B.jpg" height="125" hspace="2" vspace="2" width="178" /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/294C.jpg" height="125" hspace="2" vspace="2" width="186" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="boxtext"&gt;Kadang-kadang satu-satunya cara pria Palestina menyelamatkan diri adalah menyerah, meskipun mereka umumnya tidak melakukan kejahatan apa pun. Tapi, ini pun kadang tak berguna. Gambar di atas menunjukkan orang Palestina yang terbunuh dengan tembakan ke kepala meski telah menyerah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Petunjuk lain tentang kekejaman pendudukan tak berperikemanusiaan ini adalah bagaimana wartawan dan anggota aktivis LSM di daerah ini diperlakukan. Sewaktu pemerintah Israel dengan paksa memindahkan beberapa wartawan yang mencoba melaporkan kejadian ini, yang lain seolah tetap menjadi sandera di dalam, dan beberapa orang yang tetap berada di sana bahkan kehilangan nyawanya. Kebijakan yang bahkan lebih keras lagi diterapkan pada pekerja LSM: Beberapa dari mereka ditahan karena “melanggar” hukum Israel, sedangkan lainnya diserang dengan gas air mata. Organisasi bantuan kemanusiaan tidak diizinkan melakukan apa pun. Satu contoh saja, pejabat PBB yang mencoba membawa makanan dan obat-obatan ke dalam tempat ini tidak hanya tak diberi jalan, bahkan diserang dengan gas air mata. &lt;/p&gt;             &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" bgcolor="#ffffff" border="1" cellpadding="2" cellspacing="0" width="400"&gt;               &lt;tbody&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;                   &lt;table align="center" cellspacing="0" width="75%"&gt;                     &lt;tbody&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;                         &lt;div class="hygbold"&gt;                         &lt;div align="center"&gt;Harian Turki RADIKAL,                          2 April 2002&lt;br /&gt;ISRAEL MELAKUKAN PEMBANTAIAN&lt;br /&gt;Hingga 30 orang pejabat keamanan Palestina yang mencoba menyerah terbunuh.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/295.jpg" height="166" hspace="2" vspace="2" width="400" /&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;table align="center" cellspacing="0" width="75%"&gt;                     &lt;tbody&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="hygbold"&gt;                         &lt;div align="center"&gt;Harian Turki RADIKAL, 2 April 2002&lt;br /&gt;KAMP KEMATIAN RAMALLAH&lt;br /&gt;Sewaktu Israel memperluas operasinya ke kota lain di Tepi Barat, laporan datang dari Ramallah tentang pembantaian dan penahanan massal. Inilah bukti bahwa banyak petugas polisi Palestina telah dibantai. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/295A.jpg" height="159" hspace="2" vspace="2" width="400" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Pada saat ini, pembantaian dan kekerasan terus tak terpadamkan. Untuk menghentikan pertumpahan darah, untuk memastikan tak ada lagi nyawa melayang, dan agar kedua belah pihak mempunyai masa depan yang cerah dan damai, Israel harus menghentikan pendudukan ini sekaligus dan mengadakan perundingan antar kedua negara. Tapi, seperti dikatakan sebelumnya, satu-satu cara agar perdamaian tercapai, agar keamanan tercipta, dan permusuhan dihentikan adalah dengan perubahan mendasar dalam cara berpikir seluruh pihak. Perubahan ini dapat terjadi jika semua pihak yang terlibat menjalankan sikap tak berlebihan, tenggang rasa, dan kompromi, yakni jika mereka mengikuti nilai-nilai akhlak yang Tuhan putuskan dalam Al-Qur'an.&lt;/p&gt;             &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" bgcolor="#ffffff" border="1" cellpadding="10" cellspacing="0" width="400"&gt;               &lt;tbody&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;                   &lt;p class="baslik2" align="center"&gt;TEMPAT-TEMPAT SUCI JUGA DITEMBAK OLEH TENTARA ISRAEL&lt;/p&gt;                   &lt;p class="hyg"&gt;Salah satu bukti yang memicu kritik dunia internasional selama pendudukan terakhir tentara Israel adalah dijadikannya tempat-tempat suci Kristen sebagai sasaran. Israel membela diri bahwa teroris Palestina telah menduduki gereja dan menyandra pendeta-pendeta. Tapi informasi yang diperoleh dari tempat kejadian, termasuk komunikasi dengan para pendeta di gereja-gereja itu, menunjukkan bahwa alasan ini tidak benar. Sebuah laporan BBC berjudul “Bethlehem Siege Sparks Church Fury (Pengepungan Bethlehem Mengobarkan Kemarahan Gereja)” melaporkan informasi ini. Menurut laporan tersebut, juru bicara Gereja Katolik Roma, Romo David Jaeger, seorang warga Israel, dengan keras mengkritik serangan Israel dan menilai bahwa “Israel telah melanggar kewajiban internasionalnya.” Romo Jaeger mengatakan bahwa terbukti gereja dan tempat-tempat suci dijadikan sasaran oleh peluru-peluru Israel. Romo Amjad Sabbara dari Gereja Church of Nativity Bethelehem, sementara itu mengatakan bahwa orang-orang yang mencari tempat pengungsian di sana tak bersenjata dan terutama terdiri dari wanita, anak-anak, dan orang lanjut usia yang mencoba melarikan diri dari tank-tank Israel. Sebuah berita dari web site Islamonline melaporkan bahwa beberapa orang Palestina terluka parah oleh tembakan di gereja, tapi tidak dirawat karena tentara Israel tidak mengizinkan ambulan memasuki wilayah itu. &lt;/p&gt;                   &lt;hr /&gt;                    &lt;table align="center" cellspacing="0" width="75%"&gt;                     &lt;tbody&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="hygbold" height="2"&gt;                         &lt;div align="center"&gt;BBC NEWS&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/296.jpg" height="150" width="225" /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/296A.jpg" height="150" width="136" /&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;table align="center" cellspacing="0" width="75%"&gt;                     &lt;tbody&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="hygbold" height="2"&gt;                         &lt;div align="center"&gt;Harian Turki STAR, 5 April 2002&lt;br /&gt;MESJID-MESJID DAN GEREJA-GEREJA DIABAIKAN&lt;br /&gt;Tentara-tentara Israel semakin gila.                          &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/296B.jpg" height="135" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;table align="center" cellspacing="0" width="75%"&gt;                     &lt;tbody&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="hygbold" height="2"&gt;                         &lt;div align="center"&gt;Harian Turki SABAH, 5 April 2002&lt;br /&gt;GEREJA DIBAWAH TEMBAK-MENEMBAK&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/296C.jpg" height="118" width="300" /&gt; &lt;/div&gt;                   &lt;hr /&gt;                    &lt;div align="center"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;SELURUH DUNIA MENGUTUK ISRAEL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                   &lt;p class="hyg"&gt;Pelecehan hak asasi manusia terang-terangan oleh Israel selama pendudukan terakhir, penghinaan seluruh masyarakat, dan perbuatan kejam dan tak berprikemanusiaan telah melahirkan kritik dari banyak negara dan kelompok, termasuk lembaga internasional seperti PBB dan Uni Eropa.&lt;br /&gt;Di luar pernyataan resmi yang mengutuk aksi itu dari banyak pemerintahan, protes juga diserukan berbagai negara yang melibatkan ribuan, bahkan puluhan ribu orang yang mengutuk operasi Israel. Salah satu kalangan yang mengutuk operasi itu adalah kelompok cendekiawan Yahudi Prancis, yang menerbitkan sebuah kolom pada 7 April 2002, edisi &lt;i&gt;Le Monde&lt;/i&gt; yang berjudul “Dukungan Israel Tidak Kami Restui.” Mereka lebih lanjut menghimbau Israel untuk mematuhi resolusi PBB dan menarik diri dari Daerah Pendudukan, dan berpendapat bahwa kebijakan Israel saat ini telah menyeret Timur Tengah ke dalam malapetaka. Demonstrasi anti-Israel lainnya berlangsung di Australia, di mana 10.000 orang mengutuk kebijakan keras Israel di Palestina. &lt;/p&gt;                   &lt;table align="center" cellspacing="0" width="75%"&gt;                     &lt;tbody&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="hygbold" height="2"&gt;                         &lt;div align="center"&gt;Harian Turki ZAMAN, 7 April 2002&lt;br /&gt;                        DUNIA MENANGGAPI TERANG-TERANGAN PENDUDUKAN ISRAEL DI PALESTINA DENGAN RAPAT AKBAR.                    &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/297.jpg" height="87" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/297B.jpg" height="300" width="318" /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/297A.jpg" height="400" width="300" /&gt; &lt;/div&gt;                   &lt;p align="center"&gt;&lt;u class="baslik2"&gt;OPERASI ATAS TANAH PALESTINA&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/298.jpg" height="125" hspace="2" vspace="2" width="165" /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/298A.jpg" height="125" hspace="2" vspace="2" width="168" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/298B.jpg" height="125" hspace="2" vspace="2" width="165" /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/298C.jpg" height="125" hspace="2" vspace="2" width="168" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/298D.jpg" height="125" hspace="2" vspace="2" width="169" /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/298E.jpg" height="125" hspace="2" vspace="2" width="169" /&gt; &lt;/p&gt;                   &lt;p class="hyg"&gt;Gambar di atas diambil dari sebuah pembantaian yang diudarakan televisi Israel. Meskipun pemerintah menyensor seluruh siaran dari Daerah Pendudukan, stasiun TV ini berhasil menyelipkan siaran operasi Israel ini dengan diam-diam. Tentara Israel pertama memencet bel di rumah orang Palestina ini untuk melakukan penggeledahan. Sebelum wanita itu membuka pintu, tentara menghancurkan pintu dengan bahan peledak, sehingga membuatnya luka parah. Kemudian tentara memasuki rumah, menolak permohonan laki-laki tersebut untuk memanggil ambulan untuk membawa istrinya. Putrinya yang masih kecil menangis menyaksikan ibunya meninggal di rumah. Para tentara menghancurkan rumah itu, bahkan merobohkan beberapa dinding…&lt;/p&gt;                   &lt;p class="baslik2" align="center"&gt;SERANGAN ATAS PUSAT PERAWATAN TUNA NETRA                   &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/299.jpg" height="157" hspace="2" vspace="2" width="390" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/299A.jpg" height="140" hspace="2" vspace="2" width="186" /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/299B.jpg" height="140" hspace="2" vspace="2" width="186" /&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Selama serangan terakhir Israel, sekolah-sekolah yang yang didirikan oleh PBB untuk anak-anak Palestina rusak berat. Pusat Rehabilitasi Tuna Netra al-Nur, yang didirikan dan dijalankan oleh PBB dan satu-satunya sekolah untuk anak tuna netra di Gaza, dibom pada 5 Maret 2002. Laporan berita di atas mengutip para saksi mata peristiwa itu. Pernyataan Menteri Pendidikan Palestina mengungkap bahwa 435 anak-anak tertembak mati antara September 2000 dan Maret 2002, 150 di antaranya anak-anak usia sekolah, dan 2402 anak-anak terluka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;p class="baslik2_kucuk"&gt;Pembantaian yang Terjadi di Jenin&lt;/p&gt;             &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" bgcolor="#ffffff" border="1" cellpadding="2" cellspacing="0" width="135"&gt;               &lt;tbody&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;                   &lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/300.jpg" height="150" width="133" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="boxtext"&gt;Penduduk sipil menjadi sasaran tentara Israel lagi di Jenin.&lt;/span&gt;              &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Seperti ditegaskan berita yang dilaporkan dari wilayah ini, Operasi Perisai Pertahanan (&lt;i&gt;Defensive Shield&lt;/i&gt;), yang dilakukan atas nama pembasmian teror, mengakibatkan pembantaian lainnya atas warga sipil Palestina. Operasi ini dilakukan tidak hanya untuk tujuan mempertahankan diri, seperti disebutkan oleh namanya, melainkan untuk tujuan merusak. Operasi keseluruhan dicirikan oleh kebrutalan di seluruh Ramallah, Nablus, dan Bethlehem, karena tentara Israel menjadikan warga sipil sebagai sasaran, bukan kelompok bersenjata, dan membunuh wanita dan anak-anak yang bukan penyerang. Seorang tentara Israel yang terlibat dalam operasi ini mengatakan pada BBC:&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;a rel="nofollow" id="127." name="127."&gt;&lt;/a&gt;Sebagai contoh ini saja. Ada satu desa tempat kami memata-matai seseorang yang berencana melakukan serangan teroris. Kami mengepung desa itu dan bergerak ke dalam, tapi ada seorang gembala berumur 17 tahun di ladang di pinggir desa… Apakah saya harus menahan, menutup matanya, mengikat tangannya? Atau saya harus berkata padanya agar segera masuk ke dalam?… Kami dilatih untuk melawan musuh dan tentara, tapi kami harus menghadapi masyarakat dalam keadaan ini… Hal yang paling mengerikan adalah masuk ke rumah-rumah dan melihat mereka hanyalah keluarga biasa. Anak-anak dengan mata ketakutan, saya merasa sangat sulit. Kami semua punya anak-anak di rumah.&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.tragedipalestina.com/seranganterakhir.html#127"&gt;127&lt;/a&gt;              &lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Kejadian kasar yang terjadi selama hari terakhir Maret 2002 tercatat dalam sejarah sebagai puncak pengepungan dan pembantaian brutal. Apa yang disebut media Barat sebagai “Pembantaian Sabra dan Shatilla jilid dua” merupakan serbuan yang diorganisir melawan kamp pengungsi Jenin. Kamp pengungsi ini telah didirikan untuk orang-orang Palestina yang terusir dari tanahnya di tahun 1948. Selama operasi terakhir ini, tentara Israel mengepung kamp ini, yang menjadi rumah bagi 15.000 orang, seperti yang telah dilakukannya pada kota-kota dan kamp-kamp Palestina lainnya. Namun apa yang terjadi selanjutnya berbeda dalam satu hal penting: Jenin tidak sekedar dikepung, tapi malah mengalami salah satu pembantaian paling menyeluruh di tahun-tahun terakhir. &lt;/p&gt;             &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" bgcolor="#ffffff" border="1" cellpadding="2" cellspacing="0" width="400"&gt;               &lt;tbody&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;                   &lt;div align="center"&gt;                   &lt;table cellspacing="0" width="75%"&gt;                     &lt;tbody&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="hygbold" height="3"&gt;                         &lt;div align="center"&gt;Harian Turki ZAMAN, 9 April 2002&lt;br /&gt;ISRAEL BERSIAP MEROBOHKAN KAMP PENGUNGSI JENIN                       &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/302.jpg" height="136" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;table cellspacing="0" width="75%"&gt;                     &lt;tbody&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="hygbold" height="2"&gt;                         &lt;div align="center"&gt;Harian Turki TURKIYE,10 April 2002&lt;br /&gt;GERBANG PEMBANTAIAN&lt;br /&gt;Menteri Luar Negeri, Peres: “Ya, kita telah melakukan pembantaian di Jenin" &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/302A.jpg" height="147" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;table cellspacing="0" width="75%"&gt;                     &lt;tbody&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="hygbold" height="2"&gt;                         &lt;div align="center"&gt;Harian Turki RADIKAL,                          13 April 2002&lt;br /&gt;ISRAEL MENGGALI KUBURAN MASSAL                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/302B.jpg" height="114" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="boxtext"&gt;KORBAN PEMBANTAIAN JENIN DIKUBURKAN&lt;br /&gt;Dengan berkata bahwa “ada ratusan yang mati di Jenin,” Israel telah mengumumkan bahwa mayat-mayat “teroris” akan dikubur terpisah dari “orang sipil” biasa. Menurut warga Palestina dan organisasi bantuan kemanusiaan, tujuannya adalah menyembunyikan pembantaian. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Begitu kamp tersebut dikepung oleh tank-tank Israel, kamp dibombardir terus-menerus oleh roket-roket yang diluncurkan dari helikopter tempur. Bulldozer membongkar rumah-rumah dan tank-tank menembaki segalanya yang bergerak, sementara hampir semua lelaki dikumpulkan dan dibawa pergi. Orang-orang yang tidak terkena roket terjebak di bawah reruntuhan rumah mereka, dan orang-orang yang masih hidup di bawah puing-puing dibunuh oleh tentara Israel. Penolakan Israel untuk mengizinkan ambulan memasuki kamp, yang langsung melanggar keputusan PBB, menyebabkan angka kematian lebih tinggi lagi. Berita berikutnya dari daerah itu menunjukkan bahwa banyak wanita dan anak-anak tumpah darah hingga tewas, banyak jeritan kesakitan, karena ambulan dan dokter tidak diizinkan masuk. &lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Bahkan setelah Israel mengumumkan bahwa pengepungan berakhir, mereka masih menolak mengizinkan para wartawan, dokter, dan petugas organisasi hak asasi manusia memasuki kamp itu. Israel mengumumkan bahwa orang-orang yang terluka akan diangkut oleh tentara Israel dan mayat-mayat akan dikubur di pemakaman massal di perbatasan Yordania. Ini adalah bukti yang jelas bahwa Israel ingin menutupi pembantaian terakhir dari dunia internasional. Kenyataannya Menteri Luar Negeri Shimon Peres mengakui bahwa tentara Israel telah melakukan pembantaian ketika berbicara pada Knesset Israel:&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;a rel="nofollow" id="128." name="128."&gt;&lt;/a&gt;Ketika dunia melihat gambar-gambar apa yang telah kita lakukan di sana, terlihatlah kerusakan yang parah. Meskipun banyak orang yang kita cari dibunuh di kamp pengungsian, dan meski banyak prasarana teror telah kita ungkap dan hancurkan di sana, tetap tidak ada pembenaran melakukan penghancuran besar seperti ini.&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.tragedipalestina.com/seranganterakhir.html#128"&gt;128&lt;/a&gt;              &lt;/p&gt;             &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" bgcolor="#ffffff" border="1" cellpadding="2" cellspacing="0" width="400"&gt;               &lt;tbody&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td valign="top"&gt;                   &lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/305.jpg" height="166" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="boxtext"&gt;Saksi mata yang disebut dalam laporan Harian &lt;i&gt;The Independent&lt;/i&gt; berjudul “Israel menguburkan mayat-mayat, tapi tak bisa menyembunyikan bukti” melukiskan bagaimana jalan-jalan penuh dengan mayat, termasuk anak-anak, bahwa mayat-mayat itu dikubur di bawah rumah-rumah yang dimusnahkan oleh bulldozer Israel, dan bahwa lainnya dimuat dalam lori dan dibawa pergi. &lt;/span&gt;                   &lt;hr /&gt;                   &lt;span class="resimalti"&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/305A.jpg" height="188" width="300" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="boxtext"&gt;Dalam sebuah laporan berita berjudul “Israeli Army Accused of Atrocities (Tentara Israel Dituduh Melakukan Pembantaian)” &lt;i&gt;The Los Angeles Times&lt;/i&gt; melaporkan bahwa mustahil menyebut angka pastinya, tapi ratusan warga sipil diperkirakan tewas. Laporan ini menyebut pembantaian Jenin sebagai tindakan terburuk kebrutalan di tanah Palestina semenjak 1967. &lt;/span&gt;                   &lt;hr /&gt;                   &lt;span class="resimalti"&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/305B.jpg" height="153" width="300" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="boxtext"&gt;Laporan &lt;i&gt;New York Times&lt;/i&gt; yang memuat pernyataan dari orang yang mengalami kekejaman di Jenin melukiskan bagaimana seorang wanita Palestina kehilangan ayah, putra, dan suaminya, dan mengutip ratapannya, “Banyak mayat, banyak mayat, di bawah batu, di bawah batu!"&lt;/span&gt;                  &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Setelah itu, dunia mulai mendengar tentang besarnya pembantaian dari orang Palestina yang berhasil memberitakan kabar dari dalam kamp dan dari beberapa wartawan yang berhasil memasuki kamp dan berhasil melarikan gambar-gambar itu. Meskipun Israel mencoba menghancurkan seluruh bukti, orang-orang Palestina berhasil melaporkan apa yang terjadi dengan menyalin catatan tertulis tentang pengalaman mereka. Dalam hari-hari pertama pengepungan, surat kabar &lt;i&gt;The Times&lt;/i&gt; melaporkan kejadian di Jenin dalam artikel bertanggal 9 April 2002, berjudul “Children Scream for Water (Anak-anak Menjerit Minta Air)":&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Pemandangan terakhir Hamid tentang Kamp Pengungsi Jenin adalah sebuah kota kematian. Siswa sekolah berusia 14 tahun, yang menyerah pada tentara Israel Sabtu malam setelah menyaksikan 30 jam pengeboman, sedikit bergetar ketika melukiskan malapetaka ini. Tumpukan mayat dipinggirkan oleh bulldozer. Rumah-rumah dalam puing-puing terbakar. Anak-anak menjerit minta air; beberapa dipaksa meminum air limbah. &lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Hamid mengenakan celana baru, yang dibelikan oleh orang Palestina yang kasihan, karena ia ditelanjangi hingga pakaian dalamnya oleh tentara Israel setelah ia menyerah pada mereka… Tiga orang terbunuh oleh roket di dalam rumah tempat ia mengungsi. &lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;"Tapi hal paling mengerikan adalah melihat tentara Israel membawa delapan orang dan membariskan mereka dan membunuh mereka,” katanya, menggambarkan secara rinci perlakuan terhadap mereka dan luka-luka yang dialaminya. Setelah itu, Hamid, saudara kembarnya Ahmed dan kakaknya Khadir membuat bendera putih dan mengibarkannya dari jendela. Mereka tak punya jalan lain.&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Kakaknya ditelanjangi, dibelenggu kuat di belakang punggungnya dan matanya ditutup. Mereka dibawa ke suatu kelompok sekitar 100 lelaki Palestina ke Barak Militer Salem di Israel, tempat mereka mengatakan mereka dipukul dan ditawari uang untuk menjadi mata-mata Israel. Setelah 48 jam penyidikan, para lelaki dibawa ke suatu desa terdekat tanpa alas kaki dan disuruh pulang ke Tepi Barat. Ahmed ditendang dengan kasar di punggungnya dan ginjalnya dan terbaring di kasur menggeliat kesakitan. Khadir dengan mata lebam dan memar, tapi mereka bersaudara tetap hidup. &lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Tapi yang lain, tidak begitu beruntung. Di dalam mesjid beberapa dari lelaki yang menyerah hari Sabtu mengatakan dijadikan perisai hidup oleh para tentara… Khalid Mustafa Mohammed terbaring tengkurap berdarah-darah di atas kasur, dan punggungnya dibalut perban…. &lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Khalid dengan dua rusuk patah dan pendarahan dalam dan terbaring setengah koma, mengigau kesakitan. Satu-satunya petugas kesehatan di kota, seorang dokter gigi yang sudah kelelahan, Dr. Farouk al Ahmed… “Kami takut akan ada pembantaian,” kata Dr. Farouk. Seorang saksi mata mengatakan bahwa “wanita dan anak-anak dipisahkan dari lelaki itu, dan dibawa ke hutan terdekat." &lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;a rel="nofollow" id="129." name="129."&gt;&lt;/a&gt;Rasa takut sesungguhnya bukanlah karena para pengungsi yang berhasil lari, melainkan yang masih tertinggal. Kenangan kamp pengungsian Sabra dan Shatilla muncul seolah belum lama terjadi.&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.tragedipalestina.com/seranganterakhir.html#129"&gt;129&lt;/a&gt;              &lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Walikota Jenin Walid Abu Muweis, tentang hal ini mengatakan bahwa kalimat yang dapat melukiskan apa yang ia lihat dan alami adalah: “Hal yang saya saksikan dengan mata kepala sendiri tidak akan bisa diungkap kata-kata. Bagaimana seorang manusia bisa melakukan kebrutalan seperti itu? Saya tidak mengerti.” Muweis yang mengatakan bahwa apa yang terjadi di Jenin jauh lebih mengerikan dibanding yang terjadi 54 tahun lalu di Deir Yassin, ketika menerangkan apa yang ia lihat dalam satu pernyataannya yang muncul di majalah &lt;i&gt;Palestine Monitor&lt;/i&gt;: &lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;a rel="nofollow" id="130." name="130."&gt;&lt;/a&gt;Saya melihat mayat anak-anak menyembul dari reruntuhan. Saya melihat tubuh orang-orang berusia 60an dan 70an membusuk di jalanan. Ini baru satu kamp, tempat kecil yang diizinkan untuk dimasuki. Kejahatan bersejarah ini akan tetap menjadi kekejian memalukan terhadap dunia beradab yang tetap diam membisu sewaktu ratusan lelaki, wanita, dan anak-anak tak berdaya dijagal tanpa rasa kasihan oleh tentara terbiadab di dunia.&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.tragedipalestina.com/seranganterakhir.html#130"&gt;130&lt;/a&gt;              &lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Seperti dicatat oleh Abu Muweis, kejadian di Jenin akan menulis lembar memalukan dalam sejarah kemanusiaan. Pemandangan mengerikan yang muncul berikutnya di pers membenarkan hal ini. Misalnya, pemandangan pembantaian pertama dari Jenin digambarkan berikut ini dalam &lt;i&gt;The New York Times&lt;/i&gt;:&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;a rel="nofollow" id="131." name="131."&gt;&lt;/a&gt;Pengungsi di kamp mengatakan bahwa banyak warga sipil terbunuh. Dua mayat bisa dilihat di sini sekarang… keduanya terbakar tak dikenali lagi. Salah satunya pria… Sebagian sepatu karet masih ada di kaki kanan. Kaki kiri dan tangannya sudah hangus. Seorang wanita berpakaian hitam meratap di dekat mayat itu, lalat-lalat mengerubungi udara busuk karena aroma kematian yang tak perlu… Mayat lainnya, beberapa pintu jauhnya, terkubur di bawah dinding runtuh. Hanya muka hitam dan tak berwajah yang terlihat. Sepatu karet anak-anak… tergeletak di dekatnya. Di kedua peristiwa ini, tak ada senjata terlihat…&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.tragedipalestina.com/seranganterakhir.html#131"&gt;131&lt;/a&gt;              &lt;/p&gt;             &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" bgcolor="#ffffff" border="1" cellpadding="2" cellspacing="0" width="400"&gt;               &lt;tbody&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td height="420" width="417"&gt;                   &lt;p align="center"&gt;&lt;span class="baslik2"&gt;FOTO-FOTO PEMBANTAIAN JENIN                   &lt;/span&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/307.jpg" height="125" hspace="2" vspace="2" width="203" /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/307C.jpg" height="125" hspace="2" vspace="2" width="172" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/307A.jpg" height="125" hspace="2" vspace="2" width="198" /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/307B.jpg" height="125" hspace="2" vspace="2" width="187" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/307D.jpg" height="125" hspace="2" vspace="2" width="177" /&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/307E.jpg" height="125" hspace="2" vspace="2" width="199" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="boxtext"&gt;Tentara Israel mencegah wartawan memasuki Jenin untuk menyembunyikan pembantaian, tapi foto-foto ini cukup memperlihatkan kengerian pembantaian bersejarah itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Justin Higgler dari surat kabar &lt;i&gt;The Independent&lt;/i&gt; mempertanyakan pengabaian dunia atas pembantaian terang-terangan ini dalam artikelnya “The Camp That Became a Slaughterhouse” (Kamp yang Menjadi Rumah Jagal): &lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Selama sembilan hari, kamp Jenin menjadi rumah jagal. Lima belas ribu orang Palestina tinggal dalam tempat satu kilometer persegi di kamp ini, jalur-jalur dengan ruangan sempit. Ribuan orang sipil yang menderita, wanita dan anak-anak, menggigil ketakutan dalam rumah mereka ketika helikopter Israel menghujankan roket pada mereka dan tank-tank menembakkan rudal ke dalam kamp.&lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;a rel="nofollow" id="132." name="132."&gt;&lt;/a&gt;Yang terluka ditinggal mati. Tentara Israel menolak mengizinkan ambulan merawat mereka, yang merupakan kejahatan perang menurut Konvensi Jenewa. Palang Merah mengumumkan bahwa orang-orang mati karena Israel menghambat ambulan… Pihak berwenang Israel mungkin dapat menyembunyikan bukti, namun mereka tak bisa membungkam cerita yang telah dilontarkan oleh orang yang berhasil melarikan diri dari pembunuhan di kamp ini… Munir Washashi kehilangan darah dan meninggal beberapa jam setelah sebuah helikopter berputar di sepanjang dinding rumahnya. Ketika sebuah ambulan mendekatinya, tentara Israel menembakinya. Ibu Munir, Maryam, berlari ke jalan berteriak minta tolong pada puteranya dan ditembak di kepalanya oleh tentara Israel.&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.tragedipalestina.com/seranganterakhir.html#132"&gt;132&lt;/a&gt;              &lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;Laporan ini diperoleh sekalipun Israel berupaya menghindari segala komunikasi dengan Jenin. Setelah pengepungan ini terungkap, dunia mendapatkan bukti lebih banyak tentang penjagalan ini. Satu-satunya cara untuk memastikan tidak ada lagi tragedi seperti Jenin di masa mendatang, dan menghentikan air mata dan rasa sakit di kedua belah pihak, adalah menghentikan kekerasan sepenuhnya. Memang, agar ini dimungkinkan, kelompok-kelompok tertentu di Palestina harus menghentikan kegiatan mereka menyerang warga sipil Israel yang tak bersalah. Ini, pada akhirnya, adalah pelanggaran atas etika Islam. Tapi Israel harus melupakan tujuannya menghancurkan orang-orang Palestina dan memenuhi kewajibannya pada PBB. &lt;/p&gt;             &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;a rel="nofollow" name="122"&gt;&lt;/a&gt;122. Gideon Levi, "Sammi Kosba's 40 days," Haaretz,              Februari 8, 2002, tanda penegasan ditambahkan.&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.tragedipalestina.com/seranganterakhir.html#122."&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/upparow.gif" border="0" height="10" width="10" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;a rel="nofollow" name="123"&gt;&lt;/a&gt;123. Adam Shapiro, "There Are No More Words," Socialist              Viewpoint, April 2002, Vol. 2, No. 4, tanda penegasan ditambahkan.&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.tragedipalestina.com/seranganterakhir.html#123."&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/upparow.gif" border="0" height="10" width="10" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" name="124"&gt;&lt;/a&gt;124. "From intifada              to war," The Economist, Maret 7, 2002, tanda penegasan ditambahkan.&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.tragedipalestina.com/seranganterakhir.html#124."&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/upparow.gif" border="0" height="10" width="10" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" name="125"&gt;&lt;/a&gt;125. "An ever more              vicious cycle," The Economist, Maret 5, 2002, tanda penegasan ditambahkan.&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.tragedipalestina.com/seranganterakhir.html#125."&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/upparow.gif" border="0" height="10" width="10" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" name="126"&gt;&lt;/a&gt;126. Haaretz, Maret              11, 2002.&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.tragedipalestina.com/seranganterakhir.html#126."&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/upparow.gif" border="0" height="10" width="10" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" name="127"&gt;&lt;/a&gt;127. Tarik Kafala,              "Confessions of an Israeli Reservist," BBC News, April 13, 2002,              tanda penegasan ditambahkan.&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.tragedipalestina.com/seranganterakhir.html#127."&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/upparow.gif" border="0" height="10" width="10" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" name="128"&gt;&lt;/a&gt;128. Aluf Benn and              Amos Harel, "Peres calls IDF operation in Jenin a 'massacre',"              Ha'aretz, April 9, 2002, tanda penegasan ditambahkan.&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.tragedipalestina.com/seranganterakhir.html#128."&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/upparow.gif" border="0" height="10" width="10" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" name="129"&gt;&lt;/a&gt;129. Janine di              Giovanni, "Children scream for water in the 'City of Bombers'," The              Times, April 9, 2002, tanda penegasan ditambahkan.&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.tragedipalestina.com/seranganterakhir.html#129."&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/upparow.gif" border="0" height="10" width="10" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" name="130"&gt;&lt;/a&gt;130. "Jenin mayor              says Israeli massacres at camp defies linguistic description," IAP              News, April 15, 2002.&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.tragedipalestina.com/seranganterakhir.html#130."&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/upparow.gif" border="0" height="10" width="10" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" name="131"&gt;&lt;/a&gt;131. James Bennet,              "Refugee Camp Is a Scene of Vast Devastation," The New York Times,              April 14, 2002. &lt;span class="dipnot"&gt;&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.tragedipalestina.com/seranganterakhir.html#131."&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/upparow.gif" border="0" height="10" width="10" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" name="132"&gt;&lt;/a&gt;132. Justin Huggler,              "The camp that became a slaughterhouse," The Independent, April 14,              2002 &lt;span class="dipnot"&gt;&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.tragedipalestina.com/seranganterakhir.html#132."&gt;&lt;img src="http://www.tragedipalestina.com/images/upparow.gif" border="0" height="10" width="10" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Live For Love, Love For Live"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7155326817981653575-7914787841681608401?l=rainz-al-mujahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/feeds/7914787841681608401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7155326817981653575&amp;postID=7914787841681608401&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/7914787841681608401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/7914787841681608401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/2008/10/serangan-israel-terakhir.html' title='SERANGAN ISRAEL TERAKHIR'/><author><name>Al-Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14531980144247679799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7155326817981653575.post-5783499813222170349</id><published>2008-05-11T06:28:00.004+07:00</published><updated>2008-05-11T07:05:52.045+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat Bagi Para Mujahidin'/><title type='text'>Ketika Ikhwan Tersenyum</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_kFkJXz9CDUA/SCY3pljrDiI/AAAAAAAAAAo/syZfwRyEblc/s1600-h/343855283_62594bb836.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_kFkJXz9CDUA/SCY3pljrDiI/AAAAAAAAAAo/syZfwRyEblc/s320/343855283_62594bb836.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198904007441714722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;untuk semua ikhwan dan akhwat yang mengazamkan dirinya untuk senantiasa berjalan di atas jalan dakwah ini. Untuk mereka yang senantiasa berdoa : "Ya Allah karuniakanlah kepada kami keikhlasan, keistiqomahan, dan keteguhan dalam menempuh jalan ini".&lt;/span&gt; &lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Salah satu dari tiga alasan seorang Umar bin Khottob memilih untuk tetap eksis hidup di dunia ini adalah : Keindahan ukhuwah. Dua yang lainnya adalah kenikmatan qiyamul lail dan jihad fi sabilillah. Beruntung dan bersyukurlah bagi setiap kita, para aktivis dakwah, yang hari-harinya di penuhi dengan keindahan ukhuwah. Keindahan ukhuwah yang sedemikian agung. Terwujud dari yang paling rendah : salamatus shadr (lapang dada), sampai pada tahapan tertinggi : itsar (mendahulukan saudaranya dari diri sendiri).&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Adalah sebuah fenomena riil, jika kita lihat kehidupan sehari-hari para aktivis dakwah. Maka akan kita temukan sekelompok manusia, atau sebuah komunitas yang cenderung lebih ceria, akrab, energik dan elegan.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Live For Love, Love For Live"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7155326817981653575-5783499813222170349?l=rainz-al-mujahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/feeds/5783499813222170349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7155326817981653575&amp;postID=5783499813222170349&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/5783499813222170349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/5783499813222170349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/2008/05/ketika-ikhwan-tersenyum.html' title='Ketika Ikhwan Tersenyum'/><author><name>Al-Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14531980144247679799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_kFkJXz9CDUA/SCY3pljrDiI/AAAAAAAAAAo/syZfwRyEblc/s72-c/343855283_62594bb836.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7155326817981653575.post-8128671319901158086</id><published>2008-05-01T09:43:00.001+07:00</published><updated>2008-06-07T19:39:51.236+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sirah Rasul'/><title type='text'>SIFAT DAN AKHLAQ RASULULLAH S.A.W</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;    &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                Diriwayatkan oleh Ya'kub bin al-Fasawy dari Hassan bin Ali r.a, dia          berkata, "Pernah aku tanyakan kepada bapa saudaraku yang bernama Hindun          bin Abi Haala kerana dia adalah seorang yang pandai sekali dalam          menyifatkan tentang peribadi Rasulullah SAW, dan aku sangat senang          sekali mendengarkan sifat Rasulullah SAW untuk aku jadikan bahan ingatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                  Maka katanya, "Rasulullah SAW adalah agung dan diagungkan, wajahnya          berkilauan bagaikan bulan purnama, tingginya cukup (tidak pendek dan          tidak jangkung), dadanya lebar (bidang), rambutnya selalu rapi dan          terbelah di tengahnya, rambutnya panjang sampai pada hujung telinganya,          dan berambut banyak, mukanya bergabung menjadi satu, di antara kedua          alisnya ada urat yang dapat dilihat pada waktu Baginda sedang marah,          hidungnya membungkuk di tengahnya dan kecil lubangnya, nampak sekali          padanya cahaya, sehingga orang yang memperhatikannya mengira hidung          Baginda itu tinggi (mancung). Janggutnya (jambang) lebat, bola matanya          sangat hitam sekali, kedua pipinya lembut (halus), mulutnya tebal,          giginya putih bersih dan jarang, pada dadanya tumbuh bulu halus,          lehernya indah seperti berkilauan saja, bentuknya sedang, agak gemuk dan          gesit (lincah), antara perut dan dadanya sama (tegak), dadanya lebar, di          antara dua bahunya melebar, tulangnya besar, kulitnya bersih, antara          dada sampai ke pusarnya ditumbuhi bulu halus seperti garis, pada kedua          teteknya dan pada perutnya tidak ada bulu, sedangkan pada kedua hastanya          dan kedua bahunya dan pada dadanya ditumbuhi bulu, lengannya panjang,          telapaknya lebar, halus tulangnya, jari telapak kedua tangan dan kakinya          tebal berisi daging, panjang hujung jarinya, rongga telapak kakinya          tidak terkena tanah apabila Baginda sedang berjalan, kedua telapak          kakinya lembut (licin) tidak ada lipatan dan kerutan. Apabila berjalan          derapan kakinya itu terangkat tinggi seolah-olah air yang sedang jatuh (jalannya          ringan, kakinya terangkat, tetapi tidak seperti jalannya orang yang          sombong), jalannya tunduk dan menunjukkan kehebatan, apabila berjalan,          maka jalannya agak cepat bagaikan dia turun dari tempat yang tinggi,          apabila menoleh, Baginda menolehkan seluruh badannya, matanya selalu          tertunduk ke bawah, dan pandangannya sentiasa memperhatikan sesuatu          dengan bersungguh-sungguh, selalu berjalan dengan para sahabatnya, dan          selalu memulai dengan salam apabila Baginda berjumpa dengan sesiapa          pun." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;b&gt;         KEBIASAAN RASULULLAH SAW&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                  Kataku selanjutnya, "Terangkanlah kepadaku tentang kebiasaannya." Maka          katanya, "Keadaan peribadi Rasulullah SAW itu biasanya tampak selalu          kelihatan seolah-olah selalu berfikir, tidak pernah mengecap istirehat          walau sedikit pun, tidak berbicara kecuali hanya apabila perlu, sentiasa          diam, selalu memulai berbicara dan menutupnya dengan sepenuh mulutnya (jelas),          apabila sedang berbicara Baginda selalu memakai kalimat-kalimat yang          banyak ertinya (bijaksana), pembicaraannya itu jelas tanpa berlebihan          ataupun kurang, lemah lembut budi pekertinya, tidak kasar, tetapi          bukannya rendah, selalu mengagungkan nikmat Allah SAW walaupun yang          sekecil-kecilnya dan tidak pernah mencelaNya sedikit pun. Apabila ada          orang yang memperkosa kebenaran, maka Baginda akan marah-marah dengan          sangat dan tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi kemarahannya itu          sampai kebenaran itu akan menang. (Dan dalam riwayat lain disebutkan,          bahawa Baginda tidak pernah marah apabila berkenaan dengan urusan          keduniaan, tetapi apabila ada sesuatu yang benar sedang diperkosa maka          Baginda akan marah sehingga tidak akan memandang sesiapa pun juga dan          tidak akan ada yang dapat menghalangi kemarahannya itu sampai kebenaran          itu menang, dan tidak pernah marah kerana dirinya). Apabila Baginda          sedang memberikan isyarat (menunjuk), maka Baginda mengisyaratkan dengan          seluruh telapak tangannya, apabila sedang takjub pada sesuatu maka          Baginda balikkan telapak tangannya, apabila Baginda sedang berbicara          maka sering Baginda memukulkan telapak tangannya yang kanan pada ibu          jari tangan kirinya, apabila sedang marah maka sering Baginda berpaling.          Apabila sedang bergembira Baginda sering tersenyum (ketawa), apabila          tertawa Baginda sentiasa tersenyum saja, dan senyumannya itu serupa          dengan embun yang dingin. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;         &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Maka kata Hassan berita ini aku          sembunyikan dan adikku ternyata sudah lebih dahulu mengetahuinya          daripadaku dan malahan dia sendiri telah bertanya pada ayahnya tentang          keadaan keluar masuknya Rasulullah SAW ke majlisnya, dan bentuknya pun          tidak juga ketinggalan sedikitpun jua." Kata Hasan, "Maka aku pun pernah          bertanya tentang peribadi Rasullullah SAW dan dia pun menjawab, "Bahawa          Rasulullah SAW apabila telah masuk ke rumahnya, Baginda membahagi          waktunya menjadi tiga bahagian. Sebahagian untuk Allah SWT, sebahagian          lagi untuk keluarganya dan sebahagiannya yang lain untuk dirinya sendiri.          Kemudian  bahagian untuk dirinya itu dibahagikan pula untuk          kepentingannya sendiri dan untuk kepentingan orang lain. Baginda selalu          mengutamakan kepentingan umum lebih dari kepentingan peribadinya sendiri,          Baginda tidak pernah mengurangi hak mereka sedikit pun. Adapun contoh          dari sirahnya berkenaan dengan kepentingan umat, adalah bahawa Baginda          lebih mengutamakan orang-orang yang mulia dengan segala kesopanan dan          menurut kedudukannya dalam ketakwaan. Sebahagian daripada mereka ada          yang mempunyai satu kepentingan, ada pula yang mempunyai dua kepentingan,          dan ada pula yang mempunyai banyak keperluan. Untuk itu Baginda          menyibukkan dirinya dengan mereka dan mengatur mereka demi untuk          kepentingan mereka dan sekalian umat dari urusannya tadi. Baginda sibuk          dengan memberitahu kepada mereka apa yang harus dikerjakan, dengan          memesankan : Hendaknya orang yang kini hadir mengkhabarkan kepada mereka          yang tidak hadir, dan sampaikanlah hajatnya orang yang tidak dapat          berjumpa denganku, kerana sesungguhnya barangsiapa yang menyampaikan          hajatnya seseorang yang tidak mampu untuk bertemu dengan seorang          pemimpin, maka Allah SWT akan menetapkan kaki orang itu kelak pada hari          kiamat. Para pengunjung yang datang itu tidak keluar kecuali setelah          mereka mengerti segala masalah dan dalilnya." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;         RASULULLAH SAW APABILA DI LUAR&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                   Kata Hassan selanjutnya, "Kemudian aku tanyakan kepada ayahku          bagaimanakah keadaan Rasulullah SAW apabila berada di luar. Maka          jawabnya, "Rasulullah SAW sentiasa menjaga lidahnya kecuali hanya untuk          berbicara seperlunya, apabila berbicara sentiasa berbicara dengan halus          (lemah-lembut) dan tidak pernah berbicara dengan kasar terhadap mereka,          dan sentiasa memuliakan terhadap orang yang terpandang (berkedudukan)          dan memperingatkan orang jangan sampai ada yang bertindak menyinggung          perasaannya dan perbuatannya. Kebiasaan Baginda selalu menanyakan          keadaan sahabat-sahabatnya, dan Baginda selalu memuji segala sesuatu          yang baik dan membenci segala sesuatu yang buruk. Segala urusannya itu          dibuatnya sebaik mungkin. Tidak pernah Baginda lalai atau malas, demi          menjaga jangan sampai mereka melalaikan dan meremehkan. Segala sesuatu          dipersiapkannya terlebih dahulu, dan tidak pernah akan meremehkan (mengecilkan)          kebenaran. Orang yang paling terpandang menurut Rasulullah SAW ialah          mereka yang paling baik kelakuannya, orang yang paling mulia ialah          mereka yang paling banyak bernasihat (memberikan petunjuk) kepada orang          lain, dan orang yang paling tinggi sekali kedudukannya ialah orang yang          selalu ramah-tamah dan yang paling banyak menolong orang lain.".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;b&gt;         RASULULLAH SAW APABILA DUDUK&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                   Kata Hasan, "Kemudian aku tanyakan tentang duduknya Rasulullah SAW.          Jawabnya, "Kebiasaan Rasulullah SAW tidak pernah duduk ataupun berdiri          melainkan dengan berzikir, tidak pernah menguasai tempat duduk dan          Baginda melarang seseorang untuk menguasai tempat duduk, dan apabila          Baginda sampai pada tempat orang yang sedang berkumpul maka Baginda          duduk di mana ada tempat terluang (tidak pernah mengusir orang lain dari          tempat duduknya) dan Baginda juga menyuruh berbuat seperti itu. Baginda          selalu memberikan kepuasan bagi sesiapa saja yang duduk bersama Baginda,          sehingga jangan sampai ada orang yang merasa bahawa orang lain          dimuliakan oleh Baginda lebih daripadanya. Apabila ada yang duduk di          majlisnya, Baginda selalu bersabar sampai orang itu yang akan bangkit          terlebih dahulu (tidak pernah mengusir teman duduknya). Dan apabila ada          yang meminta pada Baginda sesuatu hajat maka Baginda selalu memenuhi          permintaan orang itu, atau apabila tidak dapat memenuhinya Baginda          selalu berkata kepada orang itu dengan perkataan yang baik. Semua orang          selalu puas dengan budi pekerti Baginda sehingga mereka selalu dianggap          sebagai anak Baginda dalam kebenaran dengan tidak ada perbezaan sekikit          pun di antara mereka dalam pandangan Baginda. Kemudian majlis Baginda          itu adalah tempatnya orang yang ramah-tamah, malu, orang sabar dan          menjaga amanah, tidak pernah di majlisnya itu ada yang mengeraskan          suaranya, di majlisnya itu tidak akan ada yang mencela seseorang jelek          dan tidak akan ada yang menyiarkan kejahatan orang lain. Di majlisnya          itu mereka selalu sama rata, yang dilebihkan hanya ketakwaan saja,          mereka saling berlaku rendah diri (bertawadhu') sesama mereka, yang tua          selalu dihormati dan yang muda selalu disayangi, sedangkan orang yang          punya hajat lebih diutamakan (didahulukan) dan orang-orang asing (ghorib)          selalu dimuliakan dan dijaga perasaannya."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;         RASULULLAH SAW DI TENGAH PARA SAHABAT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                   Kata Hassan, "Maka aku tanyakan tentang keadaannya apabila Baginda          sedang berada di tengah-tengah para sahabatnya. Jawabnya, "Rasulullah          SAW sentiasa periang (gembira), budi pekertinya baik, sentiasa          ramah-tamah, tidak kasar mahupun bengis terhadap seesorang, tidak suka          berteriak-teriak, tidak suka perbuatan yang keji, tidak suka mencaci,          dan tidak suka bergurau (olok-olokan), selalu melupakan apa yang tidak          disukainya, dan tidak pernah menolak permintaan seseorang yang meminta.          Baginda meninggalkan tiga macam perbuatan : Baginda tidak mahu mencela          seseorang atau menjelekkannya, dan tidak pernah mencari-cari kesalahan          seseorang, dan tidak akan berbicara kecuali yang baik saja (yang          berfaedah). Namun apabila Baginda sedang berbicara maka pembicaraannya          itu akan membuat orang yang ada di sisinya menjadi tunduk, seolah-olah          di atas kepala mereka itu ada burung yang hinggap. Apabila Baginda          sedang berbicara maka yang lain diam mendengarkan, namun apabila diam          maka yang lain berbicara, tidak ada yang berani di majlisnya untuk          merosakkan (memutuskan) pembicaraan Baginda. Baginda sentiasa ikut          tersenyum apabila sahabatnya tersenyum (tertawa), dan ikut juga takjub (hairan)          apabila mereka itu merasa takjub pada sesuatu, dan Baginda sentiasa          bersabar apabila menghadapi seorang baru (asing) yang atau dalam          permintaannya sebagaimana sering terjadi. Baginda bersabda, "Apabila          kamu melihat ada orang yang berhajat maka tolonglah orang itu, dan          Baginda tidak mahu menerima pujian orang lain kecuali dengan sepantasnya,          dan Baginda tidak pernah memotong pembicaraan orang lain sampai orang          itu sendiri yang berhenti dan berdiri meninggalkannya."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;b&gt;         RASULULLAH SAW APABILA DIAM&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                   Kata Hassan, "Selanjutnya aku tanyakan padanya bagaimanakah peribadi          Rasulullah SAW apabila Baginda diam. Jawabnya, "Diamnya Rassulullah SAW          terbahagi dalam empat keadaan : diam kerana berlaku santun, diam kerana          selalu berhati-hati, diam untuk mempertimbangkan sesuatu dan diam kerana          sedang berfikir. Adapun pertimbangannya berlaku untuk mempertimbangkan          pendapat orang lain serta mendengarkan pembicaraan orang lain, sedangkan          pemikirannya selalu tertuju pada segala sesuatu yang akan kekal dan          sesuatu yang akan lenyap (fana'). Peribadi Rasulullah sAW sentiasa berlaku          santun dan sabar dan Baginda tidak pernah membuat kemarahan seseorang          dan tidak pernah membuat seseorang membencinya, dan Baginda sentiasa          berlaku hati-hati dalam segala perkara; selalu suka pada kebaikan, dan          berbuat sekuat tenaga untuk kepentingan dan demi kebaikan mereka itu          baik di dunia mahupun kelak di akhirat." &lt;sup&gt;&lt;a href="http://www.geocities.com/sirahonline/bibliografi.htm#3"&gt;         3&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Live For Love, Love For Live"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7155326817981653575-8128671319901158086?l=rainz-al-mujahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/feeds/8128671319901158086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7155326817981653575&amp;postID=8128671319901158086&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/8128671319901158086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/8128671319901158086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/2008/05/sifat-dan-akhlaq-rasulullah-saw.html' title='SIFAT DAN AKHLAQ RASULULLAH S.A.W'/><author><name>Al-Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14531980144247679799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7155326817981653575.post-3447731855446534737</id><published>2008-05-01T08:40:00.008+07:00</published><updated>2008-06-07T19:41:15.516+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sirah Rasul'/><title type='text'>IBU BAPA RASULULLAH SAW</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_kFkJXz9CDUA/SBkhkoYvREI/AAAAAAAAAAY/dC91HeggpxY/s1600-h/Muhammad.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_kFkJXz9CDUA/SBkhkoYvREI/AAAAAAAAAAY/dC91HeggpxY/s320/Muhammad.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195220558348764226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;               &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Nasab sebelah bapa : Muhammad bin         Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qusaiy bin         Kilaab bin Murrah bin Ka'ab bin Luaiy bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin         an-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin         Nizar bin Ma'd bin Adnan.&lt;/span&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                 Nasab yang sepakat di antara ahli tarikh hanyalah sehingga Adnan ini         saja, ke atasnya menjadi perselisihan. Tetapi sepakat pula ahli tarikh         mengesahkan bahawa Adnan itu keturunan Nabi Ibrahim al-Khalil. Yang jadi         perselisihan ialah berapa orangkah nenek-nenek Baginda di antara Ismail         dengan Adnan itu. Kata setengahnya banyaknya 40 orang, setengahnya pula         mengatakan hanya 7 orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                 Berkata Abu Abdullah al-Hafiz : "Tentang berapakah bilangan         nenek-nenek moyang Rasulullah SAW sejak dari Adnan menjelang Ismail dan         Ibrahim itu tidaklah ada suatu riwayat yang muktamad."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p face="arial" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                 Nasab sebelah ibu : Muhammad bin Aminah binti Abdul Wahab bin Abdul         Manaf bin Zuhrah bin Hakim (Kilaab). Di sanalah pertemuan nasab ayahnya         dengan nasab ibunya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;         &lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Tahoma;font-size:130%;"  &gt;PERKAHWINAN 'ABDULLAH          DENGAN AMINAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;        &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;         &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:Verdana;" &gt;Usia Abdul Muthalib sudah hampir mencapai tujuh puluh tahun atau lebih tatkala Abrahah menyerang Makkah dan cuba menghancurkan Ka'bah. Ketika itu umur  anaknya, 'Abdullah sudah dua puluh empat tahun, dan sudah tiba masanya dikahwinkan. Pilihan Abdul Muthalib jatuh kepada Aminah binti Wahab bin 'Abdul Manaf bin Zuhra - pemimpin suku Zuhra ketika itu yang amat sesuai pula usianya dan mempunyai kedudukan terhormat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0);" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0);" align="justify"&gt;         &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;          Maka pergilah anak-beranak itu hendak mengunjungi keluarga Zuhra.          'Abdul Muthalib dengan anaknya menemui Wahab dan melamar puterinya. Sebahagian penulis sejarah berpendapat, bahwa          mereka pergi menemui Uhyab, bapa saudara Aminah, kerana waktu itu ayahnya sudah meninggal          dunia dan dia di bawah asuhan bapa saudaranya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0);" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0);" align="justify"&gt;         &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                   Lamaran 'Abdul Mutalib itu diterima dengan amat gembiranya oleh keluarga          Zuhra. Persiapan pun dibuat untuk melangsungkan hari kebesaran bagi          kedua-dua pengantin yang sama padan bagai pinang dibelah dua itu. Pada hari perkawinan          'Abdullah dengan Aminah itu, Abdul Muthalib juga berkahwin dengan Hala,          sepupu Aminah. Dari perkawinan ini lahirlah Hamzah, bapa saudara          Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;         'Abdullah bersama Aminah tinggal selama tiga hari di rumah Aminah, sesuai dengan adat kebiasaan          'Arab di mana perkahwinan dilangsungkan di rumah keluarga pengantin          perempuan. Sesudah itu mereka pindah bersama-sama ke keluarga Abdul Muthalib.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;a href="http://www.geocities.com/sirahonline/bibliografi.htm#5"&gt;&lt;sup&gt;5&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;         &lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Tahoma;font-size:130%;"  &gt;PEMERGIAN 'ABDULLAH KE SYAM          DAN KEWAFATAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Tidak berapa lama kemudian, 'Abdullah pun pergi dalam suatu usaha         perdagangan ke Syam (Syria pada hari ini) dengan meninggalkan isteri yang dalam         keadaan hamil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;         &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:Verdana;" &gt;       &lt;br /&gt;                         Dalam perjalanannya itu, 'Abdullah tinggal di          Syam selama beberapa         bulan. Dalam pada itu beliau pergi juga ke Gaza dan kembali ke          Makkah. Di tengah-tengah perjalanannya, 'Abdullah singgah ke tempat saudara-saudara ibunya,         &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:Verdana;" &gt;Bani Adiy         bin Najjar&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:Verdana;" &gt; di         Madinah, sambil beristirehat sesudah merasa letih selama dalam         perjalanan. Sesudah itu beliau akan kembali pulang dengan kafilah         ke Makkah. Akan tetapi kemudian beliau menderita sakit di tempat         saudara-saudara ibunya itu. Kawan-kawannya pun pulang terlebih         dahulu meninggalkannya. Dan merekalah yang menyampaikan berita         sakitnya itu kepada ayahnya, 'Abdul Muthalib setelah mereka sampai di Makkah.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;         Apabila berita itu sampai kepada Abdul Muthalib, beliau mengutus anaknya yang sulung, Harith, ke Madinah, supaya membawa kembali 'Abdullah apabila beliau sudah sembuh. Tetapi  sesampainya Harith di Madinah, dia mengetahui bahawa 'Abdullah sudah pun meninggal dunia dan juga dikuburkan, sebulan selepas kafilahnya berangkat ke Makkah. Kembalilah Harith kepada keluarganya dengan membawa perasaan pilu atas kematian adiknya itu. Rasa duka dan sedih menimpa hati Abdul Muthalib, lebih-lebih lagi Aminah, kerana dia telah kehilangan seorang suami yang selama ini menjadi harapan kebahagiaan hidupnya. Demikian juga 'Abdul Muthalib sangat sayang kepadanya sehingga penebusannya terhadap berhala yang sedemikian rupa belum pernah terjadi di kalangan masyarakat 'Arab sebelum itu.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;         Peninggalan 'Abdullah sesudah wafat terdiri daripada lima ekor unta, sekelompok ternak kambing dan seorang budak perempuan, iaitu Ummu Aiman, yang kemudiannya menjadi pengasuh Rasulullah SAW. Boleh jadi peninggalan serupa itu bukan bererti suatu tanda kekayaan; tetapi tidak juga merupakan suatu  kemiskinan. Di samping itu, umur 'Abdullah yang masih dalam usia muda belia, sudah mampu bekerja dan berusaha mencapai kekayaan. Dalam pada itu beliau memang tidak mewarisi sesuatu dari ayahnya yang masih hidup itu&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;         &lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Tahoma;font-size:130%;"  &gt;KEWAFATAN AMINAH, IBU RASULULLAH SAW&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;               &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Setelah Rasulullah SAW berada di         bawah jagaan Halimatus Sa'diyyah selama empat tahun lamanya, anak itu         dikembalikan kepada ibunya, Aminah. Menurut adat Arab, setiap tahun         Aminah pergi menziarahi ke pusara suaminya dekat kota Madinah itu.         Setelah Rasulullah SAW dikembalikan oleh Halimah, tidak berapa lama         kemudian, pergilah dia berziarah ke pusara suaminya itu bersama-sama         dengan anaknya yang masih dalam pangkuan itu, bersama-sama pula dengan         budak pusaka ayahnya, seorang perempuan bernama Ummi Aiman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                 Tetapi di dalam perjalanan pulang, Aminah ditimpa demam pula, lalu         menemui ajalnya. Dia meninggal dan mayatnya dikuburkan di al-Abwa',         suatu dusun di antara kota Madinah dengan Makkah. Anak yang malang itu         pindahlah ke dalam gendungan Ummi Aiman. Dialah yang membawa anak itu         balik ke Makkah. Anak itu kemudiannya diasuh dengan penuh kasih sayang         oleh datuknya 'Abdul Muttalib.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                  Berkata Ibnu Ishak : "Maka adalah Rasulullah SAW itu hidup di dalam         asuhan datuknya 'Abdul Muttalib bin Hasyim. Datuknya itu ada mempunyai         suatu hamparan tempat duduk di bawah lindungan Ka'bah. itu. Anak-anaknya         semuanya duduk di sekeliling hamparan itu. Kalau dia belum datang, tidak         ada seorang pun anak-anaknya yang berani duduk dekat, lantaran amat         hormat kepada orang tua itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:Verdana;" &gt;                  Maka datanglah Rasulullah SAW, ketika itu dia masih kanak-kanak, dia         duduk saja di atas hamparan itu. Maka datang pulalah anak-anak datuknya         itu hendak mengambil tangannya menyuruhnya undur. Demi kelihatan oleh         'Abdul Muttalib, dia pun berkata : "Biarkan saja cucuku ini berbuat         sekehendaknya. Demi Allah sesungguhnya dia kelak akan mempunyai         kedudukan penting.' Lalu anak itu didudukkannya di dekatnya,         dibarut-barutnya punggungnya dengan tangannya, disenangkannya hati anak         itu dan dibiarkannya apa yang diperbuatnya." &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;sup&gt;&lt;a href="http://www.geocities.com/sirahonline/bibliografi.htm"&gt;1&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;sup&gt;&lt;a href="http://www.geocities.com/sirahonline/bibliografi.htm#5"&gt;5&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;       &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;         &lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Tahoma;font-size:130%;"  &gt;HALIMATUS         SA'DIYYAH - IBU SUSU RASULULLAH SAW&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;         Menurut adat Arab, anak itu tidak disusukan oleh ibunya sendiri jika         dia orang terpandang, tetapi dicarikan seorang tukang menyusu dari         kampung Badwi. Kerana kehidupan anak-anak itu di dusun boleh menguatkan         tubuhnya dan memperbaiki lidahnya (melatih bahasa 'Arab), agar jangan kena 'hawa' kota. Menurut         pendapat orang Arab, tukang susu atau tukang didik orang kota itu serupa         dengan malam yang gelap gelita layaknya, menghabiskan pengharapan         tentang hari kemudian anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; Oleh itu, Abdul Muthalib          pun mencari para wanita yang sesuai untuk menyusui Muhammad Rasulullah SAW.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;                  Pada waktu itu, datanglah ke kota beberapa orang perempuan dari Badwi bani Sa'ad         bin Bakr mencari anak-anak yang akan disusukan. Yang beruntung beroleh         Muhammad ialah seorang perempuan bernama Halimah binti Abu Zu'aib         bin al-Harits as-Sa'diyyah. Suaminya bernama al-Harits bin 'Abdul-Uzza,        yang diberi gelaran Abu Kabsyah, berasal dari kabilah yang sama.  &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Maka diterimanyalah anak kecil itu dari         ibunya, lalu terus digendungnya ke kampungnya di Badwi Bani Sa'ad bin          Bakr. Empat tahun         lamanya anak itu di dalam asuhan Halimah. &lt;a href="http://www.geocities.com/sirahonline/bibliografi.htm#1"&gt;&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;                   Antara s&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;audara-saudara Rasulullah SAW dari satu susuan di sana adalah Abdullah bin          al-Harits, Anisah binti al-Harits, Hudzafah atau Judzamah binti Al-Harits.          Bapa saudara Baginda, Hamzah bin Abdul Muthalib juga disusui di Bani          Sa'ad. Suatu hari ibu susuan Rasulullah SAW ini juga pernah menyusui Hamzah          semasa beliau masih dalam susuannya. Jadi Hamzah adalah saudara sesusuan        Rasulullah SAW dari dua pihak, yaitu dari Tsuwaibah dan dari Halimah as-Sa'diyyah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0);" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;                  Ahli sirah telah sebulat suara mengatakan bahawa kampung bani Sa'ad         ketika itu mengalami kemarau yang teruk. Sesampai sahaja Rasulullah SAW         ke rumah Halimatus Sa'diyyah dan menyusu darinya ketika itu juga keadaan         pun berubah. Kampung yang dulunya kering tandus mulai menghijau, kambing         ternakan yang dahulu kelaparan kini bila kembali dari ladang ternakan         kelihatan riang dan uncang-uncang susunya penuh dengan susu.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Live For Love, Love For Live"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7155326817981653575-3447731855446534737?l=rainz-al-mujahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/feeds/3447731855446534737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7155326817981653575&amp;postID=3447731855446534737&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/3447731855446534737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/3447731855446534737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/2008/05/ibu-bapa-rasulullah-saw.html' title='IBU BAPA RASULULLAH SAW'/><author><name>Al-Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14531980144247679799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_kFkJXz9CDUA/SBkhkoYvREI/AAAAAAAAAAY/dC91HeggpxY/s72-c/Muhammad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7155326817981653575.post-6422486224315160177</id><published>2008-05-01T08:37:00.001+07:00</published><updated>2008-06-07T19:42:11.359+07:00</updated><title type='text'>SERANGAN ABRAHAH KE ATAS MAKKAH</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt;               Ibnu Khaldun menyebutkan di dalam         Tarikhnya, bahawa Abrahah al-Asyram membuat sebuah gereja di Shan'aa, dinamainya         Qaliys. Jaranglah adanya gereja secantik itu. Setelah selesai,         dikirimnyalah surat kepada Negus dan Kaisar Rum, menyatakan bahawa         hatinya belum senang, sebelum seluruh bangsa Arab, memalingkan hati          mereka         kepada gerejanya itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt;                 Berita isi surat tersiar di dalam         kalangan bangsa Arab. Maka murkalah pemimpin-pemimpin mereka. Seorang         kepala bani Fuqaim dan seorang kepala bani Malik, dengan sengaja datang         ke gereja Qaliys itu dan keduanya bersenang-senang membuat kotor di         dalamnya. Berita itu sampai kepada Abrahah dan dikatakan orang pula,         bahawa orang yang mengotorkan gerejanya itu datang dari rumah tempat         bangsa Arab naik haji itu. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt;                 Sangatlah murka Abrahah         mendengar khabar itu, hingga dia bersumpah bahawa dia sendiri akan pergi         ke Ka'bah hendak meruntuhkannya. Setelah itu dikeluarkannya perintah         keras supaya semua penduduk yang ingin naik haji supaya datang ke Qaliys         saja. Setelah sampai orang suruhan menyampaikan perintah itu ke negeri         Kinanah, dia dipanah orang hingga mati.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;BERANGKAT         KE MAKKAH&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt;                 Kemarahan Abrahah memuncak tinggi, sehingga tetaplah niatnya mengatur         angkatan pergi meruntuhkan Ka'bah itu. Maka berangkatlah dia dengan         beribu-ribu tentera Habsyi menuju Makkah, dia sendiri mengendarai gajah         besar. Di tengah jalan bertemu seorang bangsawan Himyar, Zu-Nafar         namanya, yang sengaja datang melawan. Tetapi Zu-Nafar dapat dikalahkan         dan ditawan, dibiarkannya tinggal hidup untuk menjadi penunjuk jalan. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt;                 Kata Ibnu Ishak : Tatkala ia lalu di Tha'if, ia disongsong oleh Ma'sud         bin Ma'tab, diiringkan oleh pemuka-pemuka Tsaqif. Mereka menyatakan         tunduk dan mereka utus Abu Raqal menjadi penunjuk jalan. Maka di suatu         tempat di antara Tha'if dengan  Makkah, matilah Abu Raqal itu.         Kuburnya berpuluh-puluh tahun kemudian masih tetap dilempari oleh orang         Arab yang lalu lintas di situ.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;MEMASUKI         MAKKAH&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt;                 Setelah dekat, Abrahah pun memerintahkan beberapa tentera berkuda lebih         dahulu masuk ke Makkah, merampas harta benda penduduk. Di antara yang         dirampas itu ialah 200 ekor unta kepunyaan Abdul Muttalib, sedang beliau         di waktu itu adalah menjadi pemimpin Quraisy. Mereka bermaksud hendak         melawan tentera yang datang itu. Tetapi setelah diketahui bahawa         kekuatan tiada seimbang, mereka menghentikan maksud itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt;                 Abrahah pun menyuruh Hanathah bangsawan Himyar itu datang ke Makkah         memberitahu kepada orang Quraisy tentang maksudnya hendak meruntuhkan         Ka'bah itu, dan memberi maklumat perang kepada mereka, kalau mereka         mencuba menghalang maksudnya. Hal itu disampaikannya juga kepada Abdul         Muttalib sendiri. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt;                 Dengan tenang beliau menjawab, bahawa dia tidak ada maksud hendak         berperang dengan Abrahah. Rumah ini adalah rumah Allah, kalau dibelanya,         itu adalah rumahNya sendiri, dan kalau Allah membiarkan tidak ada pula         di antara kami yang sanggup melawan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;ABDUL         MUTTALIB BERTEMU ABRAHAH&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt;                 Hanathah membawa Abdul Muttalib datang menghadap Abrahah, di jalan         bertemu Zu-Nafar yang tengah tertawan itu. Zu-Nafar itu membawakan Abdul         Muttalib menghadap Abrahah. Maka sangatlah Abrahah menghormatinya, dia         turun dari atas singgahsananya dan berteman baik dengan dia. Abrahah          duduk bersama-sama Abdul Muttalib di atas         hamparan. Maka mulailah Abdul Muttalib menanyakan tentang 200 ekor         untanya yang dirampas oleh tentera Abrahah itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt;                 Abrahah berkata : "Bukankah lebih baik engkau tanyakan tentang         maksudku hendak meruntuhkan Ka'bah, padahal itu adalah kebesaran agamamu         dan agama nenek moyangmu, dan engkau tinggalkanlah saja mengurus unta         itu!".&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt;                 Abdul Muttalib menjawab : "Saya adalah yang empunya unta itu.         Adapun rumah itu ada yang empunyanya, dia yang akan mengurusnya."         Unta itu pun dikembalikan kepada Abdul Muttalib.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;SERANGAN         BURUNG-BURUNG ABABIL&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt;                 Setelah itu tersebutlah datang beribu-ribu ekor burung, yang memang         biasa datang hendak mencari makanannya daripada sisa-sisa angkatan         perang yang besar itu. Rupanya pada burung itu telah ada kuman-kuman         penyakit cacar yang sangat hebat, sebagai kuman sampar pada tikus dan         kuman malaria dari nyamuk. Kuman yang amat berbahaya itu telah menular         dari burung itu pada batu-batu kecil yang berserak di keliling         khemah-khemah tempat tentera itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         Dalam beberapa hari saja, berjangkitlah penyakit cacar yang amat hebat dalam kalangan tentera besar itu, disertai lagi oleh sangat panasnya gurun pasir itu. Beribu-ribu yang tewas, laksana tentera Napoleon yang pergi menyerang tanah Rusia dengan 800 000 tentera, terpaksa pulang dengan sisa tentera 25 000 orang kerana musnah oleh kedinginan dan sampar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;KEMATIAN         ABRAHAH&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt;                 Musnahlah tentera Abrahah kerana penyakit cacar itu, tidak dapat lagi         dilangsungkan meruntuhkan Ka'bah, melainkan merekalah yang runtuh.         Kekayaannya yang sangat banyak, terpaksa ditinggalkan dan dengan sisa         tentera yang tinggal, Abrahah pulang kembali memikul malu dan jengkel         hati. Tidak lama sampai di Shan'aa raja yang sombong itu pun mangkat,         kata sesetengah ahli tarikh, kerana cacar itu juga, dan kata sesetengah yang         lain, kerana menderita malu dan sakit hati.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt;                 Adapun harta benda yang amat banyak, yang tertinggal ketika pulang dengan         kucar-kacir itu, telah dibahagi-bahagi oleh Abdul Muttalib kepada kaum         Quraisy dengan sebai-baik pembahagian, dipandang anugerah Tuhan yang         amat nikmat untuk jiran rumah Allah. &lt;sup&gt;&lt;a href="http://www.geocities.com/sirahonline/bibliografi.htm"&gt;1&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Live For Love, Love For Live"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7155326817981653575-6422486224315160177?l=rainz-al-mujahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/feeds/6422486224315160177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7155326817981653575&amp;postID=6422486224315160177&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/6422486224315160177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/6422486224315160177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/2008/05/serangan-abrahah-ke-atas-makkah.html' title='SERANGAN ABRAHAH KE ATAS MAKKAH'/><author><name>Al-Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14531980144247679799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7155326817981653575.post-4540747667835277841</id><published>2008-05-01T08:35:00.001+07:00</published><updated>2008-06-07T19:42:56.276+07:00</updated><title type='text'>HIJRAH</title><content type='html'>&lt;table style="color: rgb(51, 204, 0);" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr bg valign="top" style="color:#ffffff;"&gt;&lt;td colspan="2" height="166" width="578"&gt;&lt;div class="main"&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Gothic;"&gt;"Untuk fakir         miskin yang berhijrah (meninggalkan negerinya), diusir dari kampung dan         harta bendanya, sedang mereka mencari kurnia Allah dan keredhaanNya, dan         mereka menolong Allah dan RasulNya, itulah orang-orang yang benar. Dan         orang-orang yang terlebih dahulu mendiami kampung (Madinah) dan beriman,         mereka menunjukkan kasih sayang kepada orang-orang yang berhijrah ke         kampung mereka, dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka         terhadap apa yang diberikan kepada mereka (yang berhijrah itu)' dan         mengutamakan (saudaranya) lebih dari diri mereka sendiri meskipun mereka         dalam kesusahan; dan siapa yang terpelihara dari kekikiran jiwanya,         merekalah orang-orang yang beruntung."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="right"&gt;&lt;span style="font-family:Century Gothic;font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;al-Hasyr         : 8 dan 9&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="right"&gt; &lt;/p&gt;       &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;!-- RIGHT MARGIN BEGIN --&gt;     &lt;td rowspan="144" height="110" width="9"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;!-- RIGHT MARGIN END --&gt;&lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="11" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Hijrah 1&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="11" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="7" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="7" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="8" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      27 Safar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="8" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Dari Makkah ke gua Thur&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="7" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      1 Rabi'ul Awwal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="7" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Bertolak dari gua Thur&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="11" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      8 Rabi'ul Awwal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="11" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Tiba di Quba'&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="9" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      12 Rabi'ul Awwal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="9" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Memasuki Madinah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="4" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Rabi'ul Awwal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="4" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Asas       pembinaan masjid Nabawi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="10" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Suku pertama&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="10" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Persaudaraan       antara Muhajirin dan Ansar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="8" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Pertengahan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="8" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Pembentukan       Piagam Madinah - Daulah Islamiyyah pertama&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="6" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="6" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Sistem pertahanan dikemukakan.       Permulaan kepada&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="10" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="10" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;kumpulan-kumpulan peronda&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="6" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Syawal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="6" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;       &lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/family/isteri.htm#aisyah"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perkahwinan Rasulullah SAW dengan Sayyidatina 'Aisyah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="11" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="11" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="8" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="8" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="7" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Hijrah 2&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="7" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="7" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="7" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="11" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      12 Safar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="11" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Jihad diperintahkan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="8" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Safar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="8" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Ghazwah Waddan - tindakan       tentera pertama&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="10" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Safar - 11 Jumada&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="10" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perjanjian dengan puak yang tinggal di luar       Madinah - Bani&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="8" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="8" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Damra,       masyarakat Bhowat dan Bani Madlaj&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="9" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      2 Rabi'ul Awwal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="9" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Rompakan oleh Kurz bin Jabir       Fahri&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="9" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      27 Rajab&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="9" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Peristiwa       Nakhla - perang pertama kumpulan Islam&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="9" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      15 Sya'ban&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="9" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Penukaran qiblat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="15" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="15" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;       &lt;b&gt;PEPERANGAN BADAR&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="12" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      8 Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="12" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Bertolak dari Madinah ke medan perang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="8" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      17 Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="8" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Peperangan!!!&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="12" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      20 Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="12" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Pulang ke Madinah dengan kemenangan. Allahu       Akbar!!&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="10" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Selepas Badar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="10" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perkahwinan Sayyidina 'Ali dengan Fatimah       az-Zahra'&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="6" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      1 Syawal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="6" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Solat 'Idul Fitri mula dibuat dan zakat fitrah difardhukan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="11" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Pertghan Syawal -&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="11" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Pengepungan terhadap Bani Qainuqa'&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="10" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;         awal Zulqaedah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="10" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="12" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      (Tidak diketahui)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="12" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Salman al-Farisi memeluk Islam&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="6" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      (Tidak diketahui)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="6" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Permulaan azan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="13" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      (Tidak diketahui)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="13" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Zakat difardhukan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="11" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="11" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="7" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="7" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="11" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Hijrah 3&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="11" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="7" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="7" width="399"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="10" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      15 Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="10" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Kelahiran Sayyidina Hassan, cucu Rasulullah SAW&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="8" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Syawal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="8" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;       &lt;b&gt;PEPERANGAN UHUD&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="10" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      5 Syawal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="10" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Meninggalkan Madinah selepas solat Juma'at&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="8" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      6 Syawal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="8" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Peperangan!!!&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="9" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      7 Syawal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="9" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Pengejaran ke atas tentera Abu Sufyan hingga       ke Hamra &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="8" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="8" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Ul Asad&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="10" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Selepas Uhud&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="10" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perintah pengharaman riba &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="8" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Selepas Uhud&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="8" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Peraturan-peraturan mengenai anak yatim &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="10" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Selepas Uhud&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="10" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Undang-undang terperinci mengenai harta pusaka &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="9" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      (Tidak       diketahui)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="9" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;       &lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/family/isteri.htm#hafsah"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perkahwinan Rasulullah SAW dengan Hafsah binti 'Umar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="9" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      (Tidak diketahui)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="9" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perkahwinan 'Uthman dengan Ummi Kalthum, puteri Nabi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="9" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      (Tidak diketahui)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="9" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Larangan       pertama terhadap arak&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="10" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      (Tidak diketahui)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="10" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Tamatnya       riwayat Ka'ab bin Asyraf&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="8" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;(Tidak       diketahui)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="8" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Peraturan-peraturan       mengenai perkahwinan dan hak-hak &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="9" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="9" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;isteri dan suami serta       tegahan berkahwin dengan musyrik &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="9" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;(Tidak       diketahui)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="9" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;       &lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/family/isteri.htm#zainabkhuzaimah"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perkahwinan Rasulullah SAW dengan Zainab binti        Khuzaimah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="13" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="13" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="9" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="9" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="9" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="9" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="8" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Hijrah 4&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="8" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="10" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="10" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="11" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Safar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="11" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Peristiwa raji' - pembunuhan 10 orang utusan       da'wah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="8" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Rabi'ul Awwal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="8" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Ghazwah Bani Nadhir&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="10" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Rabi'ul Awwal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="10" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Kematian Ummul Mu'minin Zainab binti Khuzaimah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="10" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      1 Zulqaedah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="10" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perintah hijab&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="8" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Zulqaedah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="8" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Ghazwah       Badar ke 2 - Abu Sufyan tidak datang setelah dia&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="6" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="6" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;membuat cabaran&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="12" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;(Tidak       diketahui) &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="12" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perintah terakhir tentang pengharaman arak&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="6" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="6" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="12" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="12" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="10" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Hijrah 5&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="10" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="9" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="9" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="10" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Rabi'ul Awwal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="10" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Ghazwah Dumatul Jandal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="7" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      3 Sya'ban&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="7" width="399"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Ghazwah Bani Musthaliq&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="11" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="11" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Peraturan tayammum semasa       dalam perjalanan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="9" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Sya'ban&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="9" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Khabar fitnah terhadap Aisyah (Hadithul       Ifik)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="12" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Sya'ban&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="12" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;       &lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/family/isteri.htm#juwairiyah"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perkahwinan Rasulullah SAW dengan Sayyidatina        Juwairiyah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="7" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Syawal/Zulkaedah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="7" width="399"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;b&gt;PERANG       AHZAB&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="6" width="179"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Zulkaedah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="6" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;       &lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/family/isteri.htm#zainabjahsy"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perkahwinan Rasulullah SAW dengan Zainab binti Jahsy&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="10" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      (Tidak diketahui)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="10" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Penguatkuasaan       hukum mengenai zina&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="11" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="11" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="7" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="7" width="399"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="7" width="179"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Hijrah 6&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="7" width="399"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="10" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="10" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="8" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Zulqaedah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="8" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;b&gt;PERJANJIAN       HUDAIBIYYAH&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="10" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Zulhijjah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="10" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Pengislaman       Khalid al-Walid dan Amru al-'As&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="10" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      (Tidak diketahui)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="10" width="399"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Pengislaman       Thamama bin Usal, ketua Najd&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="4" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      (Tidak diketahui)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="4" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;       &lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/family/isteri.htm#ramlah"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Rasulullah SAW meminang Sayyidatina Ramlah di Habsyah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="12" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="12" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="10" width="179"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="10" width="399"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="7" width="179"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Hijrah 7&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="7" width="399"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="11" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="11" width="399"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="7" width="179"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      1 Muharram&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="7" width="399"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Permulaan       perutusan surat kepada pemerintah-pemerintah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="11" width="179"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Muharram&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="11" width="399"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;b&gt;PERANG       KHAIBAR&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="9" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Muharram&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="9" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;       &lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/family/isteri.htm#safiyyah"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perkahwinan Rasulullah SAW dengan Sayyidatina        Safiyyah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="10" width="179"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      (Tidak diketahui)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="10" width="399"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perkhemahan       muslim bebas di Saiful Bahr&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="8" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Safar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="8" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Serbuan kumpulan Saiful Bahr ke       atas kafilah Quraisy&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="12" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Zulqaedah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="12" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Umrah       tertangguh dikerjakan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="5" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      (Tidak diketahui)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="5" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Kepulangan       Muhajirin dari Habsyah. Penyatuan Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="11" width="179"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="11" width="399"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;SAW dengan Ummul Mu'minin Sayyidatina Ramlah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="9" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      (Tidak diketahui)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="9" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Peraturan       terperinci mengenai perkahwinan dan perceraian&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="7" width="179"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="7" width="399"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="11" width="179"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="11" width="399"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="9" width="179"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Hijrah 8&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="9" width="399"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="9" width="179"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="9" width="399"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;b&gt;PE&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;MBUKAAN        MAKKAH (FATHU MAKKAH)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="8" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Romantic;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                              &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="8" width="399"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="10" width="179"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="10" width="399"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="8" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Hijrah 9&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="8" width="399"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="10" width="179"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="10" width="399"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="11" width="179"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Safar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="11" width="399"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perwakilan       Azra datang ke Madinah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="7" width="179"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Rabi'ul Awwal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="7" width="399"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perwakilan Bahiy datang ke Madinah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="11" width="179"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Rajab&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="11" width="399"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;b&gt;PERANG TABUK&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="10" width="179"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Sya'ban&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="10" width="399"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perwakilan Khaulan datang ke       Madinah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="11" width="179"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;(Tidak       diketahui)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="11" width="399"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perwakilan Bani Thaqif datang ke       Madinah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="6" width="179"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Zulhijjah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="6" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Haji difardhukan. Haji pertama di bawah pimpinan Abu Bakar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="12" width="179"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="12" width="399"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="9" width="179"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Hijrah 10&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="9" width="399"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="6" width="179"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="6" width="399"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="12" width="179"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="12" width="399"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="8" width="179"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;(Tidak       diketahui)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="8" width="399"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perwakilan Maharib datang ke       Madinah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="5" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      (Tidak diketahui)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="5" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perwakilan Mahamid datang ke       Madinah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="13" width="179"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Sya'ban&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="13" width="399"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perwakilan Khaulan datang ke       Madinah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="10" width="179"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="10" width="399"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perwakilan Naisan datang ke       Madinah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="8" width="179"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="8" width="399"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Rasulullah       SAW uzur dalam masa 20 hari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="9" width="179"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Syawal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="9" width="399"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perwakilan Bani Haris bin Ka'ab       datang ke Madinah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="9" width="179"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Syawal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="9" width="399"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perwakilan Salaman datang ke       Madinah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="4" width="179" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      26 Zulkaedah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="4" width="399" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Bertolak ke Makkah untuk       menunaikan haji&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="12" width="179"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      9 Zulhijjah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="12" width="399"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;b&gt;HAJI WIDA'&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="6" width="179"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="6" width="399"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="11" width="179"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="11" width="399"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="7" width="179"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Hijrah 11&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="7" width="399"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="12" width="179"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="12" width="399"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="6" width="179"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Safar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="6" width="399"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Rasulullah       SAW mula demam dan sakit&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="12" width="179"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      12 Rabi'ul Awwal &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="12" width="399"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;b&gt;KEWAFATAN       RASULULLAH SAW&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="8" width="179"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="8" width="399"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" bgcolor="#ffffff" height="11" width="578"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" bgcolor="#ffffff" height="7" width="578"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" bg height="5" width="578" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Atas nama ayahku dan ibuku       ya Muhammad! Aku&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" bg height="13" width="578" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;bersaksi di hadapan Tuhan,       bahawa sesungguhnya engkau senantiasa&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" bg height="9" width="578" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;mulia, baik di waktu hidupmu,       atau pun setelah engkau &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" bg height="9" width="578" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;menutup mata....."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" bg height="10" width="578" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;-- Abu Bakar r.a, sewaktu       mengucup kening janazah Rasulullah SAW --&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Live For Love, Love For Live"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7155326817981653575-4540747667835277841?l=rainz-al-mujahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/feeds/4540747667835277841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7155326817981653575&amp;postID=4540747667835277841&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/4540747667835277841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/4540747667835277841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/2008/05/hijrah.html' title='HIJRAH'/><author><name>Al-Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14531980144247679799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7155326817981653575.post-1050174199157257906</id><published>2008-05-01T08:33:00.001+07:00</published><updated>2008-06-07T19:45:09.320+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sirah Rasul'/><title type='text'>KERASULAN</title><content type='html'>&lt;table style="color: rgb(0, 153, 0);" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr bg valign="top" style="color:#ffffff;"&gt;&lt;td colspan="2" height="107" width="605"&gt;&lt;div class="main"&gt;                           &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Century Gothic;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;"&lt;/span&gt;Dan         ketika 'Isa anak Maryam berkata : Hai Bani Israil! Sesungguhnya aku ini         utusan Allah untukmu, membenarkan wahyu yang diturunkan sebelum aku,         iaitu Taurat, dan menyampaikan berita gembira akan kedatangan seorang         Rasul selepasku, namanya Ahmad, tetapi setelah Rasul itu datang kepada         mereka dengan bukti yang nyata, mereka berkata : Inilah tukang sihir         yang nyata."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="right"&gt;&lt;span style="font-family:Century Gothic;font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;as-Saff         : 6&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Century Gothic;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="right"&gt; &lt;/p&gt;       &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;!-- RIGHT MARGIN BEGIN --&gt;     &lt;td rowspan="76" height="1365" width="9"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;!-- RIGHT MARGIN END --&gt;&lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" bg height="18" width="605" style="color:#ffffff;"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Kerasulan 1&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="18" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      9 Rabi'ul Awwal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="18" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/kerasulan/kerasulan1/guaHira.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Kerasulan       - peristiwa di Gua Hira' (al-'Alaq : 1 - 3)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="18" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/kerasulan/kerasulan1/wahyukedua.htm"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Wahyu       kedua (al-Muddaththir : 1-5)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="18" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/kerasulan/kerasulan1/dakwahrahsia.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Permulaan       da'wah secara rahsia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="18" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Kerasulan 2&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="18" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="18" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="18" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/kerasulan/kerasulan2/dakwahrahsia2.htm"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Da'wah secara rahsia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="18" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Kerasulan 3&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="18" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="18" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Penghujung tahun&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="18" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/kerasulan/kerasulan3/isytiharkerasulan.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Pengisytiharan       umum kerasulan di Bukit Safa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="18" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;  &lt;b&gt;&lt;u&gt;Kerasulan 4&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="18" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="18" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="9" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="9" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/kerasulan/kerasulan4/propaganda.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;       Propaganda, cemuhan dan tentangan ringan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="9" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="9" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/kerasulan/kerasulan4/perdebatan.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;       Perdebatan para pemimpin Quraisy dengan Rasulullah SAW&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="7" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="7" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/kerasulan/kerasulan4/pertemuanAbuThalib.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;       Pertemuan para pemimpin Quraisy dengan Abu Thalib&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="9" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="9" width="434"&gt;       &lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/kerasulan/kerasulan4/perlindungan.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;       Jaminan perlindungan oleh Bani Hasyim&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="7" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="7" width="434"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;  &lt;b&gt;&lt;u&gt;Kerasulan 5&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="18" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="18" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="10" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="10" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Penentangan dan penindasan semakin       hebat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="8" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="8" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/kerasulan/kerasulan5/penyeksaan.htm"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Penyeksaan ke atas para sahabat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Rajab&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="18" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Hijrah       ke Habsyah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="18" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;  &lt;b&gt;&lt;u&gt;Kerasulan 6&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="18" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="18" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Penentangan dan penindasan semakin       hebat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;'Utbah bin Rabi'ah       bertemu Rasulullah SAW untuk berunding&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Tawaran musyrikin       Makkah (nuzulnya surah al-Kafirun)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="18" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Pengislaman Saidina Hamzah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Romantic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Pengislaman Saidina Umar al-Khattab&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                           &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Kafir Quraisy       sebulat suara untuk membunuh Rasulullah SAW&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="7" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="7" width="434"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Hijrah ke Habsyah kali kedua&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="11" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="11" width="434"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;  &lt;b&gt;&lt;u&gt;Kerasulan 7&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      1 Muharram&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Pemulauan, bersama dengan Bani Hashim       dan Bani 'Abdul&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Muttalib di Syi'ah       Bani al-Muttalib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;  &lt;b&gt;&lt;u&gt;Kerasulan 8&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Pemulauan masih       berlangsung&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;  &lt;b&gt;&lt;u&gt;Kerasulan 9&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Penghujung tahun&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Berakhirnya pemulauan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;  &lt;b&gt;&lt;u&gt;Kerasulan 10&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Tahun kesedihan (kematian       Siti Khadijah       dan Abu Thalib)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      11 Jumadi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Lawatan ke Thaif&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="9" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="9" width="434"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Pengislaman       serombongan jin&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="9" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="9" width="434"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/family/isteri.htm#saudah"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perkahwinan Rasulullah SAW dengan Siti Saudah binti        Zam'ah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="8" width="171"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      27 Rajab&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="8" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Isra' dan Mi'raj, solat 5 waktu diwajibkan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="10" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="10" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/family/isteri.htm#aisyah"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Pertunangan Rasulullah SAW dengan Sayyidatina Aisyah &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg height="16" width="171" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Zulhijjah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bg height="16" width="434" style="color:#ffffff;"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Permulaan Islam di Madinah - Ayas bin Muaz memeluk Islam&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="19" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="19" width="434"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;  &lt;b&gt;&lt;u&gt;Kerasulan 11&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Pertemuan pertama       dengan puak Khazraj dari Madinah di &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;'Aqabah semasa       musim haji&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;  &lt;b&gt;&lt;u&gt;Kerasulan 12&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Zulhijjah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perwakilan Madinah - 6 orang menerima Islam&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Bai'at ul-'Aqabah yang pertama&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;  &lt;b&gt;&lt;u&gt;Kerasulan 13&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;      Zulhijjah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Bai'at ul-'Aqabah yang kedua&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="171"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="18" width="434"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Para sahabat mula berhijrah ke       Madinah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Live For Love, Love For Live"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7155326817981653575-1050174199157257906?l=rainz-al-mujahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/feeds/1050174199157257906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7155326817981653575&amp;postID=1050174199157257906&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/1050174199157257906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/1050174199157257906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/2008/05/kerasulan.html' title='KERASULAN'/><author><name>Al-Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14531980144247679799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7155326817981653575.post-5063784847328545641</id><published>2008-05-01T08:23:00.003+07:00</published><updated>2008-06-07T19:47:20.228+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sirah Rasul'/><title type='text'>SEBELUM KENABIAN</title><content type='html'>&lt;table style="color: rgb(0, 153, 0);" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" valign="top"&gt;&lt;td height="132" width="605"&gt;&lt;div class="main"&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;"&lt;/span&gt;Nabi         Muhammad SAW bukan bapa seorang pun di antara laki-laki di antara kamu,         tetapi beliau adalah Rasulullah dan Nabi penutup, dan Allah Maha Mengetahui         atas segala sesuatu."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;al-Ahzab         : 40&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;!-- RIGHT MARGIN BEGIN --&gt;     &lt;td rowspan="39" height="721" width="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;!-- RIGHT MARGIN END --&gt;&lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="6" width="605"&gt;      &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="10" width="605"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;   545 M                &lt;/span&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Kelahiran 'Abdullah, bapa Rasulullah SAW&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ffffff" height="10" width="605"&gt;      &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="11" width="605"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;       Tahun 0&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="18" width="605"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                           &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;       &lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/sebelumkenabian/abrahah.htm"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Serangan       Abrahah ke atas Makkah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="6" width="605"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                           &lt;/span&gt;&lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/sebelumkenabian/ibubapa.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Ibu       bapa Rasulullah SAW&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="12" width="605"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                           &lt;/span&gt;&lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/sebelumkenabian/kahwinibubapa.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;       Perkahwinan 'Abdullah dengan Aminah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="18" width="605"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                           &lt;/span&gt;&lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/sebelumkenabian/kewafatanbapa.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;       Pemergian 'Abdullah ke Syam dan kewafatan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="18" width="605"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Tahun 1&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="18" width="605"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                           &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 204, 0);" class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/sebelumkenabian/kelahiran.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;       Kelahiran Rasulullah SAW (571 M)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="18" width="605"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                           &lt;/span&gt;&lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/sebelumkenabian/susu.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Disusukan       oleh Halimah binti Abi Zu'aib di perkampungan bani Sa'ad&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="18" width="605"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Tahun 5&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="18" width="605"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                           &lt;/span&gt;&lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/sebelumkenabian/bedah.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Rasulullah       SAW dibedah perut oleh Jibril AS&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="18" width="605"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Tahun 6&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="16" width="605"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                           &lt;/span&gt;&lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/sebelumkenabian/kewafatanibu.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Kewafatan       ibu Rasulullah SAW&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; -       Rasulullah SAW dijaga oleh 'Abdul Muttalib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="18" width="605"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Tahun 8&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="18" width="605"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                           Kewafatan datuk Rasulullah, Abdul Muttalib&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="18" width="605"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Tahun 12&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="20" width="605"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                           &lt;/span&gt;&lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/sebelumkenabian/keSyam.htm"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Perjalanan       ke Syria (Syam) bersama Abu Talib,&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;       pertemuan dengan &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="18" width="605"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                           Buhaira' di Basra&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="18" width="605"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Tahun 15&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="16" width="605"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                           &lt;/span&gt;&lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/sebelumkenabian/fijar.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Terlibat       dalam peperangan Fijar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="18" width="605"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Tahun &lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;20&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="18" width="605"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                           Terlibat dengan Hilful Fuzul (gerakan membela golongan tertindas)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="18" width="605"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Tahun 23&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="18" width="605"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                           &lt;/span&gt;&lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/sebelumkenabian/keSyam2.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perjalanan       ke Syria (Syam) kali ke 2 untuk berniaga&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="18" width="605"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Tahun 25&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="18" width="605"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                           &lt;/span&gt;&lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/sebelumkenabian/kahwinkhadijah.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perkahwinan       dengan Sayyidatina Khadijah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="18" width="605"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Tahun 33&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="18" width="605"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                           Rahsia-rahsia ghaib mula muncul&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="18" width="605"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Tahun 35&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="18" width="605"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                           &lt;/span&gt;&lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/sebelumkenabian/hajarulaswad.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Pengadilan       perletakan Hajarul Aswad&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="21" width="605"&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;b&gt;&lt;u&gt;Tahun 40&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" height="18" width="605"&gt;       &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;                           &lt;/span&gt;&lt;a class="nonu" target="_blank" href="http://www.geocities.com/sirahonline/sebelumkenabian/khalwat.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Sering       berkhalwat di Gua Hira' untuk beribadat dan bertafakur&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Live For Love, Love For Live"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7155326817981653575-5063784847328545641?l=rainz-al-mujahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/feeds/5063784847328545641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7155326817981653575&amp;postID=5063784847328545641&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/5063784847328545641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/5063784847328545641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/2008/05/sebelum-kenabian.html' title='SEBELUM KENABIAN'/><author><name>Al-Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14531980144247679799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7155326817981653575.post-2050784734246408408</id><published>2008-04-29T16:58:00.001+07:00</published><updated>2008-06-07T19:48:31.453+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Aqsha'/><title type='text'>Jundullah Tsaqafatan wa Akhlaqan</title><content type='html'>&lt;div&gt;Jundullah adalah orang-orang yang telah mengkhidmatkan dirinya pada jalan Allah dengan membawa nilai-nilai Rabbani dan menyeru manusia kepadanya. Mereka adalah orang-orang yang memberikan loyalitas (wala�) hanya kepada Allah, Rasul, dan orang-orang yang beriman.Dalam memperjuangkan dan menyeru manusia pada nilai-nilai Rabbani, seorang jundullah harus memiliki bekal. Mana mungkin ia dapat mengajak manusia kepada kebenaran, sedangkan ia tidak mengetahui bekal apa yang harus dibawa. Yang disoroti adalah tentang intelektualitas dan akhlak seorang jundullah, suatu aspek yang sangat penting dan mendasar.Uraian kajian di bawah ini sangat komprehensif sehingga dengannya seseorang siap menjadi jundullah; golongan yang akan dimenangkan Allah dalam medan kehidupan.Kata Hizbullah disebut dalam Al Qur�an sebanyak dua kali. Pertama di surah Al Mujaadilah dan yang kedua di surah Al Maaidah.�Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalam-Nya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.� (QS. Al Mujaadilah:22)�Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu�min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barangsiapa mengambil Allah dan Rasul-Nya dan orang-orang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.� (Al Maidah : 54-56)Dengan demikian, hizbullah memiliki arah, yang cirinya adalah sebagai berikut.1. Membebaskan diri dari musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya. Secara praktikal dengan tidak memberikan ketaatan kepada mereka, dan secara batin dengan tidak menyimpan kecintaan kepada mereka.2. Memberikan wala �loyalitas� kepada kaum mu�minin dalam bentuk praktikal dan menumbuhkan kecintaan dalam hati. Kaum mu�minin yang berhak diberikan wala� ini adalah mereka yang telah melengkapi syarat keimanan, mendirikan shalat dan menunaikan zakat.Sasaran-Sasaran Utama Hizbullah1. Membentuk kepribadian manusia secara islami2. Mendirikan negara Islam di setiap daerah3. Menyatukan umat Islam4. Menghidupkan kembali kekhalifahan5. Mendirikan negara Islam InternasionalIntelektualitas Serdadu Islam Rabbani (JUNDULLAH Tsaqafatan)A. ILMU USHULUTS-TSALASAH (Ilmu tentang Keimanan)Ilmu yang dimaksud adalah ilmu yang pada zahirnya membahas tiga pengetahuan dasar Islam, yaitu pengetahuan tentang Allah SWT, pengetahuan tentang Rasulullah SAW dan pengetahuan tentang Islam. Inilah metodologi Rasulullah saw dalam mendidik para sahabat sebaqaimana yang disebukan oleh Ibnu Umar r.a.�Ketika Rasulullah saw masih hidup, aku menyaksikan bahwa kaum muslimin kala itu lebih menomorsatukan mempelajari masalah keimanan sebelum mempelajari Al Qur�an. Ketika diwahyukan surah-surah Al Qur�an kepada Muhammad saw, maka dari surah-surah itu kami mempelajari hukum halal-haram dan perkara-perkara yang harus kami renungkan dari surah-surah Al Qur�an itu. Namun, belakangan saya mendapati orang-orang lebih menomorsatukan Al Qur�an sebelum mempelajari masalah keimanan. Lalu tatkala orang-orang itu membaca seluruh surah dalam Al Qur�an; dari Al Fatihah sampai An Naas, kala itu mereka tidak mampu memahami mana yang merupakan perintah Al Qur�an dan mana yang merupakan larangannya. Serta mana pula ayat-ayat yang semestinya mereka renungkan dan mereka jabarkan, seperti layaknya mereka menghampar buah kurma yang jelek.�B. AL KITAB DAN ULUMUL QUR�AN1. Ilmu Nasikh MansukhDalam Islam, terdapat hukum-hukum yang sifatnya gradual, dan selang beberapa waktu hukum tesebut barulah stabil.2. Ilmu Asbab Nuzul (sebab-sebab turunnya ayat-ayat Al Quran) dan Amkinah Nuzul (ilmu tentang tempat di mana suatu ayat diturunkan)Buku rujukan ilmu bidang ini:a. Nasikh Mansukh, Ibnu Hazmb. Lubabun Nuqul Fi Asbabun Nuzul, Imam Suyuthi3. Ilmu Gharibil Qur�a (ilmu yang membahas hal-hal yang aneh di dalam Al Qur�an)4. Ilmu Rasm Utsmani (ilmu yang mempelajari teori penulisan Utsmani yang digunakan para sahabat untuk menulis mushhaf Al Qur�an)5. Ilmu Tafsir Al Qur�an Berkaitan dengan Kitabullah, setiap insan muslim dihimbau :Pertama, insan muslim harus membaca Al Qur�an secara kontinuKedua, dia harus menghafal sebagian Kitabullah (Al Qur�an)Ketiga, seorang inividu muslim harus terbiasa merujuk kepada perkataan para mufassir. Contoh buku tafsir:a. Tafsir yang ringkas adalah kitab tafsir al-Jalalainb. Tafsir mazhabi adalah tafsir Ai Au�ud dalam mazhab Imam Abu Hanifahc. Kitab tafsir yang ma�tsur adalah kitab tafsir karya Ibnu Katsird. Kitab tafsir modern adalah tafsir Fi Zhilaalil Qur�an karya Sayyid QuthbMemahami Kitabullah dapat tercapai bila kita:a. Mempelajari bahasa Arabb. As Sunnahc. Sirah Nabawiyahd. Ulumul Qur�anBatas khatam Al Qur�an satu kali dalam sebulan. Atau kalau tidak mampu, satu kali dalam empat puluh hari.C. AS SUNNAHAs Sunnah adalah semua perkara yang dinukil dari perkataan, perbuatan, dan keputusan Nabi saw. Di bawah ini adalah struktur pembagian hadits Nabi.Pertama, hadits shahih. Yaitu hadits yang memiliki sanad dan sanadnya ini terus bersambung melalui perawi yang adil dan baik hafalannya. Hadits ini tidak aneh dan cacat.Kedua, hadits hasan. Hadits ini dibagi 2, yaitu:a. Hadits yang sanadnya tidak luput dari perawi yang tidak jelas identitas pribadinya dan diriwayatkan melalui sanad hadits yang berbeda.b. Hadits yang para perawi berasal dari golongan orang-orang yang terkenal jujur, dan dapat dipercaya, namun dari segi hafalan dan kecermatan, hadits hasan tidak sampai dengan perawi hadits sahih.Ketiga, hadits dhaif. Yaitu hadits yang tidak memiliki kriteria hadits shahih serta hadits hasan sebagaimana yang tadi disebutkan.Keempat, hadits maudhu�. Adalah hadits yang dibuat-buat serta dinisbatkan oleh pembohong dan pemalsu hadits.Kitab yang sebaiknya dibaca oleh jundullah:a. Kitab al Arba�in an-Nawawiyyahb. Al-Azhrar karya Imam Nawawic. Riyadhush-Shalihind. Kitab Hidayatul Bari fi Tajridi Shahih BukhariD. ILMU USHUL FIQIHAdalah ilmu yang merupakan barometer bagi ilmu fiqih dan asal muasalnya dan berfungsi mengatur seseorang dan melindunginya dari kekeliruan meng-istinbat hukum. Buku-buku ushul fiqh kontemporer adalah:a. Buku Ushul Fiqh karya Syekh Abu ZahuraBuku-buku Ushul Fiqh Modern adalah:a. Buku Karya Khudhari Bekb. Buku Karya Adib shalehBuku-buku klasik di bidang ushul fiqh adalah :a. Kitab ar Risalah karya Imam Syafi�Ib. Kitab Al-Mustahfa karya Imam Al Ghazalic. Kitab al Manhul karya imam Al GhazaliE. ILMU-ILMU YANG SIFATNYA TEORITIS DAN PRAKTIS: ILMU AQAID, ILMU AKHLAK DAN ILMU FIQIH2. Ilmu Akhlak3. Ilmu FiqihF. SEJARAH UMAT ISLAM DAN KEKINIANNYAMembaca sejarah merupakan faktor urgen dalam pembentukan pribadi muslim. Juga dalam menumbuhkan perasan memilki terhadap eksistensi umat. Untuk mengetahui segi-segi ini, disarankan untuk membaca:1. Kitab Tahzib Sirah Ibnu hisyam atau Nurul yaqin2. Hayatu Shahabah �Kehidupan Para Sahabat�3. Ad-Da�wah ilal Islam (Arnold)4. Maadza Khasiral-�Aalam bin-hitaathil-Muslimin. Buku ini mengajak kita untuk menganalisis sejarah kontemporer dan masa lalu.5.Min Rawaa�i Hadhaaratina, karya Dr. Musthafa as Siba�i. Buku ini membuka cakrawala pengetahuan kita tentang sejauh mana kecermelangan sejarah kita yang agung.6. Taqwim al-�Alam al Islaami. Buku ini membahas tersebarnya kaum muslimin di dunia dan situasi dunia islam.G. DISIPLIN ILMU BAHASA ARABBahasa Arab adalah ilmu yang sangat penting bagi kita; untuk dapat membaca, memahami, menulis dan berbicara. Yang pada akhirnya, akan mengekalkan agama Islam karena seorang individu muslim harus berda�wah. Permasalahan yang pertama kali muncul adalah matinya bahasa Arab fush-hah (bahasa arab asli), disertai dengan tumbuh berkembangnya bahasa amiyah (dialek local) yang mencapai ratusan macam dialeknya.Agar kita memiliki pengetahuan bahasa Arab yang baik, ada beberapa bahan bacaan yang harus dikuasai, yakni sbb:1. Membaca kitab tentang khattul-Arabi� �kaligrafi Arab�2. Membaca kitab tentang imla (cara penulisan kata-kata dalam bahasa Arab)3. Membaca kitab tentang nahwu dan sharaf4. Membaca kitab tentang ilmu balaghah5. Membaca kitab tentang ilmu �arudh6. Mengkaji kamus-kamus bahasa Arab yang kuno7. Mengkaji sastra Arab dan sejarahnyaH. BEBERAPA TANTANGAN DAN KONSPIRASIMengetahui musuh-musuh, memperhitungkan langkah-langkahnya dan memantaunya, kemudian mengentaskannya adalah suatu kewajiban bagi kita:1. Freemansonry, Rotary-Lions Club2. Peranan agen-agen Amerika (CIA), Inggris, Prancis dan Rusia (KGB)3. Partai-partai yang berdiri atas dasar orientasi mereka yang bermacam-macam, yang bersifat kapitalis, demokratis, komunis, sosialis, atau nasionalis.4. Sekolah-sekolah yang mengacu pada organisasi-organisasi asing, baik itu missionaris maupun sekularis.5. Peranan publikasi yang mengikut pada organisasi seperti ini, juga koran-koran dan majalah-majalah yang mempropagandakan misi mereka.6. Propaganda penghalalan dan kekacauan yang dilakukan oleh para penulis dan pengarang kisah atau skenario film dan televisi.7. Propaganda yang berorientasi ide-ide kafir, baik itu yang terdapat pada sekolah-sekolah asing maupun yang berada pada sekolah setempat yang terpengaruh oleh pemikiran kafir dan orang kafir.Buku berikut ini diharapkan dapat menolong dalam memecahkan problem muslim kontemporer dalam menghadapi tantangan zaman.1. Nahwa al-Mujtama�il-Islami, karya as Syahid Sayyid Quthb.2. Al-Islam wa Muskilaatul-Hadharah, karya asy-Syahid Sayyid Quthb3. Nahnu wal-Hadharah al-Gharbiyyah, karya Abul A�la al-Maududi4. Harakaat wa Madzaahib, karya Fathi Yakan.5. Ats-Tsaqafatul-Islaamiyah, karya Dr. Abdul Karim Utsman.I. KAJIAN ISLAM KONTEMPORERKajian modern ini merupakan bekal bagi individu muslim modern dalam memasuki kancah pergulatan pemikiran kontemporer. Perpustakaan Islam menjadi penuh dengan buku-buku yang berindikasikan pemikiran ini dan kita selalu membutuhkan kreativitas mereka sebagai tambahan.Berikut gambaran dari sebagian buku-buku yang harus dibaca oleh seorang individu muslim.1. Mabadiul-Islam, karya Abul A�la al-Maududi2. Khashaisut-Tashawwur al-Islaami, karya Sayyid Quthb.3. Hadzad-Dien, karya Sayyid Quthb.4. Al-Mustaqbal li Hadzad-Din, karya Sayyid Quthb.Buku-buku berikut memberi gambaran tentang Islam secara umum. Keistimewaannya, ciri-cirinya serta kebutuhan manusia akan Islam.1. Ar-Risalatul-Muhammadiyah, karya Sulaiman an-Nadawi2. Al-Hadharatul-Islaamiyah, Ususuha wa Mabadiuha, karya Abul A�la al Maududi.3. Al-Arkanul-Arba�ah, karya Abul Hasan an-Nadawi.Buku-buku berikut ini akan memberikan gambaran tentang rukun-rukun Islam.1. Isytirakiyatul-Islam wa Nazharaat fi Isytirakiyyat al-Islam, karya Dr. Mushthafa as-Siba�I dan al Ha-mid.2. Malakiyatul-Ardhi fil-Islam, karya Sayyid Quthb.3. Al-�Adaalatul-Ijtima�iyah fil-Islam, karya Sayyid Quthb.4. Ususul-Iqtishadil-Islami, karya Abul A�la al-Maududi.5. Ar Riba, karya Abul A�la al-Maududi6. At-Takaaful al Ijtima�I fil-Islam, karya Abdullah UlwaniBuku-buku berikut ini akan memberikan kita gambaran tentang sistem ekonomi Islam.1. Al Mar�ah bainal-Fiqh wa Qanun, karya Dr. Musthafa as-Siba�i.2. Al Hijab, karya Abdul A�la al-Maududi.3. Tafsir Surah An-Nuurr karya Abul A�la al Maududi.Buku-buku berikut ini akan memberikan kita gambaran tentang sistem tatanan sosial dalam Islam.1. As-Silmu wal Harb, karya Dr. Musthafa-as Siba�i.2. Al Jihad, karya Abul A�la al-Maududi.3. Nazhariyatul-Islam wa Hadhuyu fid-Dustuur wal-Qanun dan Nahwa Dustur Islami, karya Abul A�la al-Maududi.4. Risalatul Jihad, karya asy-Syahid Hasan al-Banna.Buku Manhajut-Tarbiyah al-Islamiyah karya Muhammad Quthb akan memberikan gambaran kepada kita tentang sistem politik dan militer.Buku-buku berikut ini akan memberikan gambaran tentang metode pendidikan Islam.1. Syubuhat Haulal-Islam, karya Muhammad Quthb.2. Jahiliyatul-Qarnil-�Isyriin, karya Muhammad Quthb.3. Ats-Tsaqafatul-Islamiyah, karya Dr. Abdul Karim Utsman.Hendaknya seorang individu muslim saat ini selalu memperhatikan pemikiran Islam dalam buku-buku, koran-koran, atau majalah-majalahnya, dan selalu sadar dalam mencernanya serta tidak disibukkan oleh satu masalah sehingga melupakan masalah yang lain.J. PEMAHAMAN DA�WAH DAN PRAKTIKNYARasulullah saw bersabda, �Sampaikanlah pengajaran dariku, meskipun hanya satu ayat.�Imam Ali berkata, �Dunia tidak akan sepi dari orang-orang yang membela Allah SWT dengan argumennya.�Sudah selayaknya bagi kaum muslimin untuk mempelajari seluruh praktik da�wah kepada Allah SWT yang ada di depannya, kemudian mempelajari semua pendapat-pendapat yang ada; dari metode para ulama, metode yang dilakukan oleh pakar-pakar sufi, metode jam�iyyat khairriyyah (LSM), metode partai-partai Islam, metode berbagai organisasi yang ada, sampai pendapat-pendapat yang dilontarkan dalam kajian-kajian bidang da�wah, dan lainnya.Individu muslim hendaknya mempelajari pemikiran gerakan islam yang asli, metode pelaksanaannya, dan pembentukannya serta langkah-langkahnya untuk melawan kemurtadan dan kekafiran dalam seluruh levelnya. Beberapa kajian yang sebaiknya ditelaah:1. Minhajul-Inqilabil-Islami, karangan al-Maududi.2. Ma�alim fith-Thariq, karangan Sayyid Quthb.3. Waaqi�ul-Muslimiin wa Sabiilun-Nuhudh Bihim, karya al-Maududi.4. Rasaa�il al-Ustadz asy Syahid Hasan Al Banna yang berisi: �al-Muktamar al Khamis� , �Risaalatut-Ta�lim�, �Baik al-Amsi al Yaum�, �ar-Rasaa�il ats Tasalaasah�, dan �Da�watuna fi Thaurin Jadiid�. Kemudian semua rasa�il al Ustadz Hasan Al Banna dan catatan-catatannya. Lebih dikhususkan lagi bagian akhir dari risalah tersebut.5. Silsilah Rasa�il, bagian usrah: �Adabul Usrah wal-Katibah�, �Nizhamul-Usrah�, �Nasyatuhu wa Ahdaafuhu�, �Nahwa Jailin Muslim�. 6. Musykilaatud-Da�wah wad-Da�iyah, karangan Fathi Yakan.7. Tadzkiratud-Du�aat, karangan al-Bahiy al-Khuli.8. Nahwa Hukmin Islaami, karangan Muhammad Ali ad-Dhanawiy.9. Al Ikhwaanul Muslimuun, Fi Harbil-Falisthiin.10. Al Muqawamatus-Sirriyyah fi Qanaatis-Swiss.Langkah pertama yang harus dimiliki oleh umat Islam dalam mempersatukan dan merekatkan hati umat, adalah menyamakan persepsi tentang langkah-langkah utama dalam proses pendidikan dan pengajaran.Berikut ini beberapa buku karangan kami tentang Fiqhud-Da�awah. Juga buku mengenai membina dan mengaktifkan amal islami, yaitu:1. Jundullah: Tsaqafatan wa Akhlaqan. 2. Min Ajli Khutwah Ilal-Amam �Ala Thariqil-jihadil-Mubarak.3. Al-Madkhal Ila Da�watil-Ikhwanil-Muslimin.4. Jaulaat fil-Fiqhain al-Kabiir wal-Akbar wa Ushuuluha.5. Fi Afaaqit-Ta�liim.6. Duruusun fil-Amalil-Islami al-Mu�ashir.7. Jundullah Takhtiihan.8. Hazihi Tajribatii wa Hadzihi Syahadatii.9. Fushuulun fil-Imrah wal-Amiir.K. CATATAN DAN SARAN�Jika kalian melihat seseorang sering mendatangi masjid (untuk shalat), maka persaksikanlah tentang kelurusan imannya.� (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Darimi)Kembali ke masjid, meramaikannya dengan ilmu atau zikir kepada Allah SWT, dan mengadakan pengajian untuk kaum muslimin di masjid-masjid adalah awal dari usaha menghidupkan IslamSuatu masjid, bila diorganisasi dengan baik oleh seorang ulama yang shaleh yang berjihad untuk membentuk sebuah kelompok, lalu di dalam kelompok tersebut dibagi individu-individu yang ditugaskan mempelajari suatu keilmuan Islam. Dan dibentuk halaqah-halaqah kajian. Jika para aktivis tersebut menguasai materi yang dipelajarinya, para pengajar mengganti dengan materi yang lain. Apabila telah selesai mengkaji pada suatu periode, diteruskan pada periode selanjutnya. Demikianlah individu mulim berpindah dari satu halaqah ke halaqah yang lain, dari satu marhalah ke marhalah yang lain, sehingga sempurnalah wacana kelimuan Islamnya. Setelah itu, jika seorang aktivis telah menguasai apa yang dipelajarinya, kepadanya dibebankan mengajarkannya di masjid tersebut atau di masjid yang lain.Kami menganjurkan agar diadakan beberapa halaqah berikut ini, di masjid-masjid pada suatu tempat. Yaitu, Halaqah kajian ushuluts-tsalasah, halaqah pengajian Al Qur�an, halaqah pengajian hadits, halaqah kajian ushul fiqih, halaqah kajian aqaid, halaqah kajian fiqih, halaqah kajian dasar-dasar akhlak, halaqah kajian bahasa arab, halaqah kajian mengetahui konspirasi terhadap Islam, halaqah kajian sejarah Islam, halaqah kajian dunia Islam dan kekiniannya, halaqah kajian islam kontemporer, halaqah fiqih da�wah.Setiap halaqah harus ada penanggung jawabnya yang mempunyai spesialisasi dalam kajian tersebut. Mempelajari ilmu-ilmu tersebut tidak bisa dengan otodidak atau mengkaji sendiri, melainkan harus dilaksanakan di masjid karena lebih banyak berkahnya dan dapat bersatu dengan ikhwan lainnya.Akhlak Serdadu Islam Rabbani (JUNDULLAH Akhlaqan)A. AKHLAK ISLAMDalam diri kaum muslimin yang hidup pada zaman keemasan Islam akan terlihat SEMUA akhlak yang sangat mulia. Adapun pada diri muslim yang hidup setelahnya, hanya didapati sebagian seginya menonjol dan bagian yang lainnya hampir tidak terlihat eksistensinya. Muslim pada zaman keemasan Islam terlihat sangat alim, zahid, patuh, saling menolong, menjadi dai, pemberani, jujur, bijaksana, politikus, oranisatoris, beradab dan cerdas. Adapun muslim saat ini hanya memiliki akhlak yang setengah-setengah.Seseorang akan mendapat predikat �tentara Allah SWT� bila telah memenuhi lima akhlak yang tercantum di dalam QS. Al Mujaadilah: 22, yaitu:1. Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya. 2. Bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu�min3. Bersikap keras terhadap orang-orang kafir.4. Berjihad di jalan Allah5. Tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. B. KARAKTER PERTAMA: Wala (Loyalitas)Sifat pertama adalah mengkhususkan wala �loyalitas� hanya kepada Allah SWT, Rasulullah dan orang mukmin. (An-Nisaa�:138-139), (Al Maaidah: 56), (At Taubah: 71), (Al Mumtahanah: 4), (Al kahfi: 102), ( At Taubah: 16)Dan tidak memberikan loyalitas kepada orang-orang kafir, munafiq, fasik ataupun menjadikan mereka sebagai teman karib tempat mencurahkan hati. (Al Maaidah: 51), (Al Maaidah: 57-58), (At Taubah: 23), (Ali Imran: 28)Karakter-karakter orang munafik tercantum di (QS. 2: 11- 16), (QS. 4: 60-61), (QS.24: 27-50), (QS.9:67), (QS. 4: 140-141). Dan di dalam hadits Bukhari, sifat orang munafik ada 4, yaitu jika diberi kepercayaan dia berkhianat, jika berbicara berbohong, jika berjanji tidak ditepati dan jika bersaing akan berbuat curang. Di dalam hadits Muslim, sifat orang munafik adalah berleha-leha ketika tiba waktu shalat dan shalat dengan tergesa-gesa.Fenomena-fenomena wala� yang diharamkan:1. Fenomena Pertama: Mengikat kontrak dengan orang kafir. (Al Hasyr: 11)2. Fenomena Kedua: Membeberkan rahasia orang mukmin kepada orang kafir. (Al Mumtahanah: 1)3. Fenomena Ketiga: Cinta kepada orang yang menentang Allah SWT. (Al Mujaadilah: 22)4. Fenomena Keempat: Memilih pergaulan dengan orang kafir dan munafik. (An Nisaa: 140)5. Fenomena Kelima: Taat. (Muhamamd: 25-26), (Al An�aam: 116), (Al Ahzab: 48), (Al Kahfi: 28), (Ali Imran: 149-150)6. Fenomena Keenam: Menirukan sesuatu. Rasulullah SAW bersabda, �Siapa yang mengikuti perilaku suatu kamu maka dia bagian dari mereka.� (HR. Ahmad)C. KARAKTER KEDUA: MAHABBAHMahabbah �cinta� seorang hamba kepada Allah SWT merupakan pengaruh alami yang timbul dari rasa syukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah SWT kepadanya. Pembahasan bagi yang ingin meniti jalan menuju cinta Allah SWT dibagi tiga, yaitu:1. Orang-Orang Yang Dibenci Allah SWTa. Condong pada kesesatan.b. Menggunakan tradisi orang-orang pada zaman jahiliyah.c. Membunuh manusia tanpa alasan yang benar.d. Banyak gosip. (An Nisaa: 114), (Al Mujaadilah: 9)e. Takabburf. Syirik (Ibrahim: 13-14)g. Taat dan tunduk pada syetan, melakukan dosa-dosa besar dan kecil. (Ibrahim:22)h. Dusta dan menentang ayat-ayat Allah. (Al An�aam: 157)i. Menghukumi tanpa berlandaskan hukum Allah. (Al Maaidah: 45)j. Berdusta/berbohong kepada Allah SWT. (Al An�aam: 21), (An Nahl: 116), (Al Baqarah: 140)k. Melampaui batas dari ketentuan Allah (Al Baqarah: 229)l. Mengikuti hawa nafsu dan meninggalkan syariat Allah. (Al Qashash: 50)m. Ayat-ayat Allah diperdengarkan namun ia tidak mengingat-Nya. (Al Kahfi:57)n. Memfitnah, merendahkan dan mengolok-olok orang muslim. (Al Hujuraat: 11)o. Mencari-cari kesalahan dan mengghibah orang muslim. (Al Hujuurat: 12)p. Kekufuran. (Ali Imran: 105-106). Sebab-sebab dari sebuah perpecahan:- Meninggalkan jalan Allah lalu mengikuti jalan-jalan setan. (al-An�aam: 153)- Tidak disatukan oleh kebenaran dan melupakan sebagian ajaran Allah. (al-Maa�dah: 14)- Tidak adanya kejernihan akal. (Ali Imran: 152)- Tidak adanya persatuan hati di antara mereka tidak terdapatnya sifat zuhud dunia. (al-Anfaal: 63)2. Orang-Orang Yang Dicintai Allah SWTa. Orang yang berbuat al-Ihsan. (Ali Imran: 134), (Ali Imran: 147), (Az Zumar: 17-18), (An Nisaa: 36), (al Baqarah: 8).b. Orang yang bertaubat. (Al Baqarah: 222), (At Taubah: 108), (Ali Imran: 135-136)c. Orang yang menyukai kebersihan ibadah.d. Orang yang Mengikuti Rasulullah SAW. (QS. Al Ahzab: 21). Dengan cara:- Selalu mengharap rahmat Allah dan hari akhirat- Selalu berzikir kepada Allah SWT (Al-Ma�tsurah, tahlil, tahmid, istighfar, shalawat, membaca Ali Imran pada hari Jum�at, membaca Al Qur�an)- Meneladani sunnah Rasulullah SAW dan para sahabat. (Shiddiq, amanah, fathanah, tabligh dan seluruh perilaku Rasulullah SAW)e. Orang-orang yang saling mencintai dan bersaudara karena Allah.Hal-hal yang Perlu Diperhatikan. Satu, mahabbatullah adalah sebagai berikut.- Cinta karena Allah SWT.- saling mengunjungi karena Allah SWT.- Memberi harta karena Allah SWT. Dua, mahabbah karena Allah SWT hanya dapat terwujud jika terhindar dari motivasi untuk ambisi pribadi. (Al �Ashr: 1-3).Tiga, persaudaraan karena Allah SWT tidak akan berlangsung lama kecuali jika dilandasi dengan takwa dan akhlak. (Az Zukhruf: 67), (Al Isra: 53)Empat, Persaudaraan karena Allah SWT dapat berlangsung lama hanya dengan menjaga rahasia saudaramu, tidak ghibah, serta kamu tunaikan haknya. f. Orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur. (Ash-Shaff: 4)g. Orang yang bertaqwa. 1. Kedudukan dan Urgensi Taqwa dalam Islam. Satu, Allah SWT berfirman (An Nisaa�:131). Dan wasiat Allah SWT kepada seluruh umat: (Asy Syu�ara: 10-11), (Asy Syu�ara: 123-124) (Asy Syu�ara: 161) (Asy Syu�ara: 123-124), (Al Baqarah: 183), (Al Baqarah: 188), (Al Baqarah: 179), (Asy Syuara: 108).Dua, Allah SWT menjadikan takwa sebagai ukuran dekat dan jauhnya seseorang dari-Nya. (Al Hujurat: 13). Tiga, surga yang luasnya seluas langit dan bumi hanya untuk orang yang bertaqwa. (Al Baqarah: 212), (Al Hijr: 45), (Al qamar: 54)Empat, Orang bertaqwa senantiasa tertindas, sebagai sebuah sunnatullah. (Muhammad: 31), (Ali Imran: 142), (At Taubah: 16), (Al Qashash: 5-6)Lima, Orang bertaqwa akan ditolong Allah, sebagai sebuah sunnatulah. (Al Fath: 23), (Faathir: 43). Syarat-syarat datangnya pertolongan Allah:1. Persatuan. (Al Anfaal: 46)2. Bergantung hanya pada Allah SWT. (At Taubah: 25)3. Mendukung dan taat pada pemimpin selama dalam kebaikan. (Ali Imran: 152)4. Beramal hanya mengharapkan ridha Allah SWT. (Muhammad: 7), (Al Qashash: 83)5. Hendaknya jamaah mu�min mewujudkan tujuan-tujuan umu Islam pada saat kemenangannya. (Al Hajj: 40-41)6. Setiap individu muslim hendaknya saling membahu. (Al Maa�idah: 54)2. Intisari dan Hakikat TaqwaPertama, universalitas Islam.Kedua, taqwa adalah sebuah naluri yang merupakan sumber dari tingkah laku.Ketiga, Sifat-sifat orang bertaqwa di dalam Al Qur�an. (QS. 2: 1-5), (QS.2: 177), (QS. 3: 15-17), (QS.3: 133-136), (QS. Al Anbiyaa�: 48-49), (QS. Adz Dzaariyat: 16-19)a). Definisi Pertama Orang yang bertaqwa. (QS. 2: 1-5) (Iman terhadap alam ghaib, shalat, infak, mengikuti Al Qur�an). Berikut ini sebagian fenomena dari solidaritas tanggung jawab dalam rangka menegakkan kitabullah.1. Solidaritas keluarga. (Thaahaa: 132), (Maryam: 55), (Al Baqarah: 132), (Al Baqarah: 128).2. Solidaritas terhadap kerabat. �Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.� (Asy Syu�araa: 214)3. Solidaritas terhadap negara. �Sebaik-baik jihad adalah menegakkan kalimat hak terhadap penguasa yang zalim.� (HR. Abu Dawud)4. Solidaritas umum yang terjadi di masyarakat. (At Taubah: 71)5. Solidaritas dalam negara. (Ali Imran: 110)b) Definisi Kedua Orang-Orang yang Bertaqwa (Al Baqarah: 177).(1). Memberikan harta yang dicintai kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir dan orang-orang yang meminta dan memerdekakan hamba sahaya. (2). Dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji.Satu, janji kepada Allah yaitu pengakuan untuk menuhankan dan beribadah. (Al A�raaf: 172)Dua, janji komitmen secara teori dan keilmuan terhadap syariat Islam. (Al Maaidah: 7), (Al Baqarah: 285)Tiga, janji menepati kewajiban muamalah sesama manusia.Empat, janji baiat kepada pemimpin yang hak atau khalifah.Lima, menepati janji kepada non muslim, baik harbi maupun dzimmi ataupun muahid. (an Nahl:91)(3). Sabar dalam kefakiran, sabar terhadap penyakit dan musibah, sabar dalam peperangan, sabar dalam Islam dan tetap tegar memegang nilai-nilainya di saat manusia menyimpang darinya, sabar dalam kehilangan harta dan keluarga.c) Definisi Ketiga Orang-Orang yang Bertaqwa (Ali Imran: 15-17)- Ash-shidqu terhadap Allah SWT (Al Ahzab: 23) dan dengan lidah.- Al Qunut. (Ali Imran: 17)- beristighfar pada waktu sahur. (Adz Dzaariyaat: 18)d) Definisi Keempat Orang-Orang yang Bertaqwa. (Ali Imran: 133-136)e) Definisi Kelima dari Orang-Orang yang Bertakwa. (Al Anbiyaa: 48-49)Satu, Takut akan azab Tuhannya. (Al Ahzab: 39), (Al A�raf: 99), (Az Zumar: 23), (Al Hasyr: 21)Dua, Takut akan tibanya hari kiamat. (Ath-Thuur: 16-27)f) Definisi Keenam Orang-Orang yang Bertakwa (Adz Dzaariyaat: 16-19)Satu, memiliki ihsan.Dua, Menyedikitkan waktu tidur malamnya.Tiga, Shalat malam dan istighfar di waktu pagi.Empat, Memberi kepada orang miskin. 3. Jalan untuk Mencapai TaqwaPada hakikatnya, takwa merupakan malakah �sifat yang kokoh� dalam hati. Jika malakah bersemayam dalam hati, jasad akan menempuh jalan dan metode Allah SWT.a) Jalan Pertama.Membaca Kitab disertai tadabbur. (Shaad: 29), (Thahaa: 113), (Al Hajj: 46).(1) Kadar Wirid. Waktu minimal khatam, adalah tiga hari. Batas pertengahan adalah seminggu.(2) Etika Tilawah: Perhatikan tajwid dan bersenandung dengan pilu dan sedih.(3) Majelis untuk Mendengarkan.(4) Wirid hafalanb) Jalan Kedua.Mujahadah meraih petunjuk. (Al Ankabuut: 69), dengan cara:(1) Iman kepada Allah (At-Taghaabun: 11) dengan cara zikir dan pikir (Ali Imran: 190-191) dan amalan zikir pikir yang paling baik adalah membaca Al Qur�an (Yaasiin: 69) dan sebaiknya dibaca pada waktu malam (Al Muzzammil: 6).(2) Menyibukkan jiwa selamanya dengan taklif (tugas-tugas agama). Beruntunglah orang-orang yang beriman (Al Mu�minuun: 1- 9)c) Jalan ketiga.Berpuasa (Al Baqarah: 183-185), yaitu puasa wajib dan puasa sunnah (puasa senin dan kamis, puasa tiga hari dalam setiap bulan, puasa enam hari di bulan syawal, hari arafah, asyura serta sebelum dan setelahnya.d) Jalan Keempat.Ma�rifatullah (Al Baqarah: 21).(1) Mengetahui zat-Nya, sifat-sifat-Nya, dan nama-nama-Nya.(2) Mengenal shamadi-Nya (ketergantungan segala sesuatu pada-Nya) (Faathir: 41)(3) Mengenal Qidam-Nya dan Baqa-Nya. Dia mustawin �bersemayam� di atas arasy-Nya. (As Yuura: 11), (Al Ikhlas: 1-4)(4) Mengenal sifat ilmu-Nya (Al An�am: 80)(5) Mengetahui DiaMaha Memperbuat yang diinginkan (Yaasiin: 82)(6) Mengetahui Dia Maha Mendengar dan Melihat (Luqman: 28)(7) Mengetahui Dia Mutakallim (Maha Berbicara) (An Nisaa: 164)(8) Mengetahui sifatnya adalah qadim azali.(9) Mengetahui bahwa Allah bisa mencintai, bisa marah, dan membenci, bisa memberi karunia, bisa membalas dendam, dan bisa mengasihi, disa memberi sangsi.(10) Mengetahui Allah memiliki asmaul husna. (Al A�raaf: 180)h. Orang-Orang Yang Adil. (Al Maa�idah: 42)Aspek-aspek keadilan yang diperintahkan1) Adil dalam memutuskan perkara, meski terhadap orang kafir. (Al Maa�dah: 42)2) Adil sebagai mediator berdamai. (Al Hujuurat: 9-10)3) Adil kepada orang kafir yang dalam perjanjian damai. (Al Mumtahanah: 8)4) Adil menetapkan hukum. (An Nisaa�: 58)5) Adil dalam bersaksi. (An Nisaa�:135)6) Adil dalam bermuamalah. (AL Baqarah: 282-283)i. Orang-Orang Yang ProfesionalRasulullah SAW bersabda: �Sesungguhnya Allah menyukai hamba yang profesional.� (HR. Thabrani)j. Orang-Orang Yang Sabar (Ali Imran: 146) dan Tawakal (Ali Imran: 159)3. Mahabbah atau Kecintaan Manusia Terhadap Allah SWT (�Dan Mereka (Kaum itu) Mencintai-Nya.�) Mahabbah (Al Baqarah: 165) adalah:1) Kecenderungan dengan hati yang sangat meluap cintanya.2) Mengutamakan yang dicintai.3) Keserasian dengan yang dicinta.4) Kesesuaian hati dengan Tuhan.5) Menganggap banyak yang sedikit dari-Nya, dan menganggap sedikit yang banyak dari dirinya.Esensi Mahabbah: kamu merelakan seluruh milikmu kepada yang kamu cintai, sehingga tidak ada sesuatu yang tersisa untuk dirimu.Kita mencintai Allah, Rasulullah SAW, para nabi, para sahabat, tabi�in, dst. D. KARAKTER KETIGA DAN KEEMPAT: BERSIKAP LEMAH LEMBUT TERHADAP ORANG-ORANG MUKMIN DAN BERSIKAP KERAS TERHADAP ORANG-ORANG KAFIR1. Karakter Ketiga: Sikap Lemah Lembut terhadap Orang-Orang Mu�min Serta Fenomena-FenomenanyaSikap lemah lembut dan rendah hati terhadap orang-orang beriman merupakan dampak rahmat atau kasih sayang terhadap mereka. (At Taubah: 128), (Asy Syu�araa: 215-21), (Al Hijr: 88)Fenomena kasih sayang terhadap orang-orang mukmin:a. Memaafkan dan memohonkan ampun, serta bermusyawarah dengan mereka. (Ali Imran:159)b. Tawadhu terhadap mereka.c. Menghilangkan hal-hal yang bisa menyakiti mereka.d. Berjumpa dengan mereka dengan senyum berseri dan berbicara dengan perkataan yang baik.e. Meringankan kesulitan, menghilangkan kesusahan, dan menolong orang yang sangat membutuhkan pertolongan.f. Bersikap ramah atau lemah lembut terhadap mereka.g. Senang melakukan yang mereka senangi (berupa kebaikan)h. Menghormati tamu, membei kegembiraan, jangan iri, jangan saling benci dan jangan tanaajusy. i. Menegakkan hak-hak merekaj. Tidak menakut-nakuti (mengintimidasi), tidak mendatangkan bahaya, atau menipu mereka.k. Tidak merasa gembira karena musibah atau penderitaan yang menimpanya, dan tidak membencinya.l. Memperhatikan urusan mereka, serta empati kepada mereka.m. Di medan perang, kita memerangi yang menindas mereka dan memberikan bantuan kepada mereka.n. Mendukung dan bertempur bersama mereka. o. Membantu menghilangkan kezaliman dari mereka, jika mereka dikuasai dalam bentuk apapun. Dan memberi pelayanan kepada orang-orang beriman.2. Karakter Keempat: Sikap Keras Terhadap Orang-Orang Kafir dan Fenomena-FenomenanyaDunia Islam terbagi dua kawasan: kawasan perang (darul harb) dan daerah Islam (darul Islam). a. Di wilayah Perang (At Taubah: 123), (Muhammad: 4), (at Taubah: 29), (Al Anfaal: 39)b. Di Wilayah Daarul IslamUntuk kafir zimmi, mereka harus membayar jizyah dan mereka harus tunduk kepada hukum-hukum kita. Dan untuk kafir harbi yang tidak minta proteksi kita, maka darah dan hartanya halal. Jika ia kafir harbi yang meminta proteksi kita, maka hukumnya sesuai dengan hukum proteksi.Orang-orang murtad yang harus dihukum adalah (1) orang zindiq, (2) peramal, (3) orang kafir, (4) penganut paham libertinisme, (5) munafik, (6) orang yang ingkar sebagian hal-hal yang dogmatis, (7) penyamun, (8) budak nafsu, (9) tukang sihir, (10) orang kafir yang mencela nabi.E. KARAKTER YANG KELIMA: BERJIHAD DI JALAN ALLAH TANPA MERASA GENTAR DARI CELAAN ORANG (�MEREKA BERJIHAD DI JALAN ALLAH TANPA MERASA TAKUT CELAAN ORANG YANG MENCELA�)Kaum komunis, kapitalis, Zionis, Freemansonry, misionaris, orang-orang salib, serta negara-negara besar dan kecil, semuanya membidikkan anak panah kepada jundullah. Akan tetapi jundullah terus berlalu dalam jihad rabbaninya, tidak gentar dengan celaan dan kecaman orang- orang yang mencela. ( Al Maa�idah: 54), (Al Ahzab: 23).Jihad yang murni hanya dapat terwujud dengan ilmu dan amar ma�ruf nahi munkar. (Ali Imran: 110)Lima jenis jihad yang diisyaratkan dalam Al Qur�an atau dalam sunnah (At Taubah: 122)1. Jihad dengan Lidah (Jihad Lisani)Pertama, tabligh dan menegakkan hujjah terhadap orang-orang kafir, munafik dan fasik. (Al Furqaan: 52), (Ali Imran: 187), (An Nahl: 125).Kedua, memberi nasihat dan mengingatkan. (Ad Dzaariyaat: 55), (Qaf: 35)Ketiga, mengumpat dan mencekam dnegan kata-kata yang kasar (bila dengan lemah lembut tak mempan). (Al Anbiyaa�: 67)Catatan untuk jihad lisani.Pertama, mulailah dengan yang terpenting baru yang penting. Akidah sebelum ibadah.Kedua, luruskan niat karena Allah.Ketiga, melakukan studi lapangan tentang penyimpangan.Keempat, Perangkat dan Sarana Jihad Lisani.a. Menerbitkan Buku-Buku Islamib. Majalah, Surat Kabar dan Buletinc. Pidato, Ceramah, Kuliah atau Pengajian Umum di Masjid dan di Rumahd. Da�wah Individual, Kunjungan, Rihlah (Rekreasi), dan Pengajian (Halaqah)2. Jihad Pendidikan dan Pengajaran (Ta�limi) (Al Maa�idah: 78-79), (At Taubah: 122)Akhlak atau etika-etika dasar dalam memberikan pendidikan yang sehat:a. Mengambil Al Qur�an dan sunnah (Ali Imran: 79)b. Memahami ilmu fiqih, ilmu tauhid dan ilmu akhlak.c. Sejarah Islamd. Memperhatikan urusan kaum muslimin.e. Mengetahui konspirasi musuh-musuh Islamf. Mempelajari bahasa Arab dan ilmu-ilmu bahasa Arab.g. Studi-studi keislaman modern.h. Ushul yang tiga, Allah, Rasul dan Islam.Sarana-Sarana Jihad Ta�limia. Kursus-kursus pendidikan yang jangka waktunya disesuaikan dengan orang-orang.b. Pengajian-pengajian ilmiah di rumah maupun di masjid secara rutin.c. Menelaah secara pribadi.d. Belajar bersama antara dua orang.e. Membuka sekolah-sekolah agamaf. Membuat kelas-kelas pengajaran umum di dalam masjid.g. Mengadakan rihlah atau rekreasi, yang menghimpun antara ilmu, dakwah, dan amal.h. Mengadakan acara perkemahan atau camping, yang didalamnya diadakan pemusatan latihan.i. Menciptakan klub-klub pengetahuan keislaman.j. Pendidikan agama di sekolah-sekolah3. Jihad dengan Tangan dan JiwaDua bentuk Jihad tangan:1. Berjihad dengan tangan di muka bumi Islam2. Berjihad dengan tangan di luar bumi Islama. Berjihad dengan Jiwa di Daarul Islam (Secara Internal) (Al Ahzab: 60-62), (At Taubah: 73)Orang-orang munafik, orang-orang yang punya penyakit dalam hati, dan orang-orang yang menyebarkan berita bohong, berada dalam darul Islam. Ancaman pembunuhan tersebut menunjukkan bahwa boleh melakukan jihad terhadap mereka. Rasulullah SAW membolehkan setiap mukmin berjihad melawan mereka dengan tangan mereka. Sebagaimana juga membolehkan pada setiap mukmin memberantas kemungkaran dengan tangan.Para fuqaha Hanafiah mengatakan bahwa setiap orang yang melihat seorang muslim berzina, maka halal baginya untuk membunuhnya.An-Nashihi memfatwakan wajibnya membunuh setiap orang yang menyakiti atau merusak.Menurut Syarah al-Wahbaniyah, bisa juga dengan mengasingkan pelakunya dari kampung itu, atau dengan menyerang rumah atau tempat tinggal para pelaku kekerasan.Ibnu Abidin menjelaskan beberapa hal yang terdapat dalam konteks dalam syarahnya sbb:Orang yang mengambil hak orang lain secara terang-terangan, perampok jalanan, semua perbuatan dosa besar(tukang sihir, pencuri, homoseksual, perampok jalanan, tabarruj (wanita berpakaian seronok)Syaikhul Ibnu Taimiyyah dalam risalah Ahkam as-siyasah membolehkan dibunuhnya orang yang mendatangi para penguasa dengan kerusakan. Pengarang Ihya Ulumuddin (yakni al Ghazali), seorang ulama Syafi�I, ketika berbicara tentang tingkatan ihtisab (tugas pengawasan dan pencegahan kemungkaran), mengatakan sebagai berikut.Tingkatan kelima: mengubah kemungkaran dengan tangan. Etikanya ada dua yaitu, pertama, tidak turun langsung selama ia mampu melimpahkannya kepada petugas dan kedua, membatasi yang perlu.Tingkatan keenam: mengancam dan menggertak.Tingkatan ketujuh: memukul langsung dengan tangan dan kaki, tanpa penghunusan senjata.Tingkatan kedelapan: jika tidak mengalahkan orang itu sendiri, ia membutuhkan bantuan orang-orang yang bersenjata.Imam yang hak adalah imam yang konsisten terhadap hukum-hukum Islam dalam dirinya dan menerapkan kepada umat kitabullah dan sunnah Rasul-Nya.b. Berjihad dengan Tangan dan Jiwa dalam PeperanganJihad ini diterangkan secara rinci dalam buku serial al-Asas fil-Manhaj. Kaidah-kaidahnya sbb:1. Orang-orang muslim bertugas menaklukkan dunia secara keseluruhan terhadap hukum Allah. 2. Sesuatu yang �wajib� tidak sempurna, maka ia juga wajib hukumnya.3. Penaklukan dengan persatuan umat Islam untuk mendirikan kekhalifahan. Caranya, dengan wajib berjihad.4. Wajib mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan bagi gerakan penaklukan dunia. 5. Fardhu �ain berjihad dengan jiwa di setiap wilayah islam yang diserang maupun di wilayah tetangga yang berdekatan.6. Wajib memanfaatkan cakrawala da�wah karena jalan untuk menaklukan dunia pada kekuasaan Allah sangat panjang.4. Jihad PolitikJenis-jenis pemerintahan ada tiga, yaitu sbb:a. Pemerintahan Islam yang AdilKita wajib tunduk dan patuh, setia dan memeliharanya.b. Pemerintahan Islam yang ZalimKewajiban kita terhadapnya adalah menasihati dan meluruskannya.c. Pemerintahan yang KafirDalam pemerintahan ini, kita mempunyai banyak kewajiban. (At Taubah: 73)Beberapa bentuk jihad yang termasuk dalam jenis pemerintahan.a. Jihad Politik dalam Negara Islam yang AdilPemerintahan Islam yang adil adalah pemerintahan yang para pemimpin dan aparatnya adalah orang-orang muslim yang konsisten dengan Islam. Yaitu suatu model pemerintahan yang dimaksud dalam QS. Al Hajj: 41. Dalam pemerintahan ini kita wajib memberi nasihat dan bersahabat, memberi loyalitas dan berkorban (An Nisaa�: 59)b. Jihad Politik dalam Negara Islam yang MenyimpangApabila amir dan pemerintahannya masih tetap mengakui Allah dalam kekuasaan-Nya dan tidak mengakui syariat lain selain syariat-Nya, maka mereka adalah orang yang fasik. Batas yang memisahkan kita dengan mereka adalah shalat. Jika mereka masih konsisten dengan shalat, kita tidak memeranginya.Jika kita tidak mampu memecat dengan cara damai, dan ia melaksanakan shalat, maka sistem jihad poltik kita sbb:1. Kita setia terhadap mereka, dengan cara menasihati mereka. Bila tidak, pasif terhadap mereka dari segi pergaulan dan keakraban.2. Melakukan protes, nasihat dan kritik.3. Mengawasi aparatur negara4. Proaktif dalam jihad lisani dan jihad ta�limi, membentuk opini umum syariat Islam.5. Pengaturan gerakan jihad tangan untuk mencegah kemungkaran, tanpa harus berkonfrontasi dengan pemerintah. 6. Menanjak sedikit demi sedikit ke arah Islam, sampai membawa pemerintahan mereka kembali kepada keadilan yang sempurna.c. Jihad Politik dalam Negara KuffarSaat muslim tinggal dalam darul Islam yang diperintah orang-orang kafir, maka muslim wajib berperang untuk mencopot rezim kafir. Bila tidak mampu, muslim harus mempersiapkan jalan-jalan untuk bisa lepas.Aspek-aspek ijtihad yang keliru:1. Pendapat bahwa wajib mendirikan lembaga-lembaga sosial namun melarang anggotanya terlibat dalam aktiitas keislaman, seperti aktivitas politik. Bantahan: (Al Hujuurat: 10), (Al Maaidah: 2)2. Perkumpulan yang anggotanya terisolasi dari kaum muslimin.Bantahan: Hal ini dapat memecah belah sehingga terjadilah sepuluh ulama, sepuluh tubuh.3. Tidak turut campur urusan politik. Bantahan: Bila kita bermukim di sebuah negara yang belum berdiri pemerintahan Islam maka diwajibkan atas setiap muslim secara fardhu �ain untuk berusaha menegakkannya dan perlunya partai politik Islam yang berdasarkan akidah Islamiyah.4. Kaum muslimin harus mempunyai blok-blok atau kubu-kubu politik yang memiliki pemikiran yang jelas.Bantahan:a. Hukum-hukum Islam sebagian jelas dan sebagian tidak bisa dicapai kecuali dengan ijtihad. Ijtihad hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki kriteria.b. Dalam masalah khilafiyah, seseorang tidak boleh memaksakan pada umat secara keseluruhan untuk mengambil salah satu pendapat, kecuali khalifah.c. Bukan hak seseorang atau kelompok untuk mengadopsi suatu pendapat karena dapat menimbulkan perpecahan umat.5. Sudut pandang yang mengakui adanya multifraksi Islam.Bantahan: a. (An Nisaa�: 103)b. Pengelompokan dapat menimbulkan ketidaksempurnaan dari berbagai aspek dan harus ada kepemimpinan yang satu.6. Sudut pandang bahwa kita kini ada dalam era Makkiyah, sehingga tanpa fase jihad dan pergolakan. Bantahan:Era Makkiyah adalah fase yang paling keras dan pergolakan. Dan Islam kini telah lengkap dan sempurna sehingga wajib melaksanakan Islam secara utuh.7. a. Sudut pandang negatif bahwa kaum muslimin sedang krisis kepemimpinan sehingga kita tidak usah bekerja dan berusaha.Bantahan: �Jika mereka bertiga, maka hendaklah salah seorang dari mereka diangkat menjadi pemimpin. � (HR. Abu Dawud). Jadi kepemimpinan akan selalu ada.b. Islam telah terpuruk jadi kita kini cukup beribadah dan akidah saja.Bantahan: Islam adalah akidah, ibadah dan metode hidup. Dan hadits dari Rasulullah SAW akan datangnya kekhalifahan kembali. Maka setiap generasi muslim wajib berjihad sampai Islam tegak. c. Sudut pandang frustasi dan putus asa, mereka menyerah dan melupakan firman Allah (Ar Ra�d: 11), (Muhammad: 4), (Muhammad:31), (Ail Imran: 160), (Ali Imran: 140)Bukanlah pengabdian pada tanah air semata yang menjadi tujuan, melainkan pengabdian pada Islam dalam tanah air adalah yang menjadi tujuan. Seseorang yang mengabdi pada Islam, ia juga telah mengabdi pada negara dan tanah air.Kita tidak boleh menutupi keislaman kita, di saat kita mampu menampakkannya. 5. Jihad HartaJihad Ta�limi, jihad lisani, jihad dengan tangan, jihad politik, semuanya membutuhkan jihad harta. (At Taubah: 111)Kesanggupan orang-orang muslim itu bertingkat-tingkat. Di antara mereka ada yang hanya sanggup berjihad dengan hartanya, ada yang mampu berjihad dengan jiwanya, ada yang sanggup dengan ilmunya, ada yang sanggup hanya dengan lidahnya, ada yang sanggup berjihad secara politik dan ada yang sanggup melakukan semua jihad.SARAN-SARAN1. Agar umat Islam mempelajari buku ini dengan pelajaran yang berkesinambungan dalam suatu kursus pelatihan dalam jangka waktu tertentu. Ilmu, realisasi dan amal.2. Setiap kelompok dari kalangan kaum muslimin mengadakan muktamar secara rutin dan disepakati program gerakan jihad dalam jangka waktu. Gerakan jihad lisani, ta�limi, jihad dengan tangan, jihad politik dan jihad harta. Kelima sifat jundullah ini akan memegang solusi problematika umat Islam secara keseluruhan. Di antaranya problema berdirinya negara Yahudi di Palestina. Janji Allah tercantum di QS. Al Israa�: 4-8, dan ini menjadi bagian dari tugas yang harus dikerjakan oleh hizbullah. []Dirangkum dari Kitab "Jundullah Tsaqafatan wa Akhlaqan" Penulis: Said HawwaPerangkum: Anugerah Wulandari Penerjemah: - Muhammad Masnur Hamzah, Lc- Abdul Hayyie Al Kattani- Noorchalis Hamzain- Ahmad Rowie Baihaqi- Rukman R.Said&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;(Sumber : Hudzaifah.org )&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Live For Love, Love For Live"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7155326817981653575-2050784734246408408?l=rainz-al-mujahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/feeds/2050784734246408408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7155326817981653575&amp;postID=2050784734246408408&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/2050784734246408408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/2050784734246408408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/2008/04/jundullah-tsaqafatan-wa-akhlaqan.html' title='Jundullah Tsaqafatan wa Akhlaqan'/><author><name>Al-Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14531980144247679799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7155326817981653575.post-5148513353243758037</id><published>2008-04-28T16:28:00.004+07:00</published><updated>2008-06-07T19:49:47.869+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Rosul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Aqsha'/><title type='text'>Detik-detik Terakhir Kehidupan Insan Mulia</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);" class="kandungan"&gt;aripada Ibnu Mas’ud ra bahawasanya ia berkata: Ketika ajal Rasulullah SAW sudah dekat, baginda mengumpul kami di rumah Siti Aisyah ra. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;              &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 204, 0); font-family: arial;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Kemudian baginda memandang kami sambil berlinangan air matanya, lalu bersabda:“Marhaban bikum, semoga Allah memanjangkan umur kamu semua, semoga Allah menyayangi, menolong dan memberikan petunjuk kepada kamu. Aku berwasiat kepada kamu, agar bertakwa kepada Allah. Sesungguhnya aku adalah sebagai pemberi peringatan untuk kamu. Janganlah kamu berlaku sombong terhadap Allah.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Allah berfirman: “Kebahagiaan dan kenikmatan di akhirat. Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan dirinya dan membuat kerosakan di muka bumi. Dan kesudahan syurga itu bagi orang-orang yang bertakwa.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Kemudian kami bertanya: “Bilakah ajal baginda ya Rasulullah? Baginda menjawab: Ajalku telah hampir, dan akan pindah ke hadhrat Allah, ke Sidratulmuntaha dan ke Jannatul Makwa serta ke Arsyila’ la.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Kami bertanya lagi: “Siapakah yang akan memandikan baginda ya Rasulullah? Rasulullah menjawab: Salah seorang ahli bait. Kami bertanya: Bagaimana nanti kami mengafani baginda ya Rasulullah? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Baginda menjawab: “Dengan bajuku ini atau pakaian Yamaniyah.”                &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Kami bertanya: “Siapakah yang mensolatkan baginda di antara kami?” Kami menangis dan Rasulullah SAW pun turut menangis. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Kemudian baginda bersabda: “Tenanglah, semoga Allah mengampuni kamu semua. Apabila kamu semua telah memandikan dan mengafaniku, maka letaklah aku di atas tempat tidurku, di dalam rumahku ini, di tepi liang kuburku, kemudian keluarlah kamu semua dari sisiku. Maka yang pertama-tama mensolatkan aku adalah sahabatku Jibril as. Kemudian Mikail, kemudian Israfil kemudian Malaikat Izrail (Malaikat Maut) beserta bala tenteranya. Kemudian masuklah anda dengan sebaik-baiknya. Dan hendaklah yang mula solat adalah kaum lelaki dari pihak keluargaku, kemudian yang wanita-wanitanya, dan kemudian kamu semua.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Semakin Tenat&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt; Semenjak hari itulah Rasulullah SAW bertambah sakitnya, yang ditanggungnya selama 18 hari, setiap hari ramai yang mengunjungi baginda, sampailah datangnya hari Isnin, di saat baginda menghembus nafas yang terakhir. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Sehari menjelang baginda wafat iaitu pada hari Ahad, penyakit baginda semakin bertambah serius. Pada hari itu, setelah Bilal bin Rabah selesai mengumandangkan azannya, ia berdiri di depan pintu rumah Rasulullah, kemudian memberi salam: “Assalamualaikum ya Rasulullah?” Kemudian ia berkata lagi “Assolah yarhamukallah.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Fatimah menjawab: “Rasulullah dalam keadaan sakit?” Maka kembalilah Bilal ke dalam masjid, ketika bumi terang disinari matahari siang, maka Bilal datang lagi ke tempat Rasulullah, lalu ia berkata seperti perkataan yang tadi. Kemudian Rasulullah memanggilnya dan menyuruh ia masuk. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Setelah Bilal bin Rabah masuk, Rasulullah SAW bersabda: “Saya sekarang dalam keadaan sakit, Wahai Bilal, kamu perintahkan sahaja agar Abu Bakar menjadi imam dalam solat.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Maka keluarlah Bilal sambil meletakkan tangan di atas kepalanya sambil berkata: “Aduhai, alangkah baiknya bila aku tidak dilahirkan ibuku?”  Kemudian ia memasuki masjid dan berkata kepada Abu Bakar agar beliau menjadi imam dalam solat tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Ketika Abu Bakar ra melihat ke tempat Rasulullah yang kosong, sebagai seorang lelaki yang lemah lembut, ia tidak dapat menahan perasaannya lagi, lalu ia menjerit dan akhirnya ia pengsan. Orang-orang yang berada di dalam masjid menjadi bising sehingga terdengar oleh Rasulullah SAW. Baginda bertanya: “Wahai Fatimah, suara apakah yang bising itu? Siti Fatimah menjawab: Orang-orang menjadi bising dan bingung kerana Rasulullah SAW tidak ada bersama mereka.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Kemudian Rasulullah SAW memanggil Ali bin Abi Thalib dan Abbas ra, sambil dibimbing oleh mereka berdua, maka baginda berjalan menuju ke masjid. Baginda solat dua rakaat, setelah itu baginda melihat kepada orang ramai dan bersabda: “Ya ma’aasyiral Muslimin, kamu semua berada dalam pemeliharaan dan perlindungan Allah, sesungguhnya Dia adalah penggantiku atas kamu semua setelah aku tiada. Aku berwasiat kepada kamu semua agar bertakwa kepada Allah SWT, kerana aku akan meninggalkan dunia yang fana ini. Hari ini adalah hari pertamaku memasuki alam akhirat, dan sebagai hari terakhirku berada di alam dunia ini.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Malaikat Maut Datang Bertamu&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt; Pada hari esoknya, iaitu pada hari Isnin, Allah mewahyukan kepada Malaikat Maut supaya ia turun menemui Rasulullah SAW dengan berpakaian sebaik-baiknya. Dan Allah menyuruh kepada Malaikat Maut mencabut nyawa Rasulullah SAW dengan lemah lembut. Seandainya Rasulullah menyuruhnya masuk, maka ia dibolehkan masuk, namun jika Rasulullah SAW tidak mengizinkannya, ia tidak boleh masuk, dan hendaklah ia kembali sahaja. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Maka turunlah Malaikat Maut untuk menunaikan perintah Allah SWT. Ia menyamar sebagai seorang biasa. Setelah sampai di depan pintu tempat kediaman Rasulullah SAW, Malaikat Maut itupun berkata: “Assalamualaikum Wahai ahli rumah kenabian, sumber wahyu dan risalah!” Fatimah pun keluar menemuinya dan berkata kepada tamunya itu: “Wahai Abdullah (Hamba Allah), Rasulullah sekarang dalam keadaan sakit.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Kemudian Malaikat Maut itu memberi salam lagi: “Assalamualaikum. Bolehkah saya masuk?”   Akhirnya Rasulullah SAW mendengar suara Malaikat Maut itu, lalu baginda bertanya kepada puterinya Fatimah: “Siapakah yang ada di muka pintu itu? Fatimah menjawab: “Seorang lelaki memanggil baginda, saya katakan kepadanya bahawa baginda dalam keadaan sakit. Kemudian ia memanggil sekali lagi dengan suara yang menggetarkan sukma.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Rasulullah SAW bersabda: “Tahukah kamu siapakah dia?” Fatimah menjawab: “Tidak wahai baginda.” Lalu Rasulullah SAW menjelaskan: “Wahai Fatimah, ia adalah pengusir kelazatan, pemutus keinginan, pemisah jemaah dan yang meramaikan kubur.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Masuklah, Wahai Malaikat Maut. Maka masuklah Malaikat Maut itu sambil mengucapkan ‘Assalamualaika ya Rasulullah.” Rasulullah SAW pun menjawab: Waalaikassalam Ya Malaikat Maut. Engkau datang untuk berziarah atau untuk mencabut nyawaku?” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Malaikat Maut menjawab: “Saya datang untuk ziarah sekaligus mencabut nyawa. Jika tuan izinkan akan saya lakukan, kalau tidak, saya akan pulang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Rasulullah SAW bertanya: “Wahai Malaikat Maut, di mana engkau tinggalkan kecintaanku Jibril? “Saya tinggal ia di langit dunia?” Jawab Malaikat Maut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Baru sahaja Malaikat Maut selesai bicara, tiba-tiba Jibril as datang kemudian duduk di samping Rasulullah SAW. Maka bersabdalah Rasulullah SAW: “Wahai Jibril, tidakkah engkau mengetahui bahawa ajalku telah dekat? Jibril menjawab: Ya, Wahai kekasih Allah.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Ketika Sakaratul Maut&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt; Seterusnya Rasulullah SAW bersabda: “Beritahu kepadaku Wahai Jibril, apakah yang telah disediakan Allah untukku di sisinya? Jibril pun menjawab; “Bahawasanya pintu-pintu langit telah dibuka, sedangkan malaikat-malaikat telah berbaris untuk menyambut rohmu.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Live For Love, Love For Live"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7155326817981653575-5148513353243758037?l=rainz-al-mujahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/feeds/5148513353243758037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7155326817981653575&amp;postID=5148513353243758037&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/5148513353243758037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/5148513353243758037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/2008/04/detik-detik-terakhir-kehidupan-insan.html' title='Detik-detik Terakhir Kehidupan Insan Mulia'/><author><name>Al-Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14531980144247679799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7155326817981653575.post-3140333244881337932</id><published>2008-04-14T13:24:00.004+07:00</published><updated>2008-06-07T19:50:38.507+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Aqsha'/><title type='text'>ASMA-UL-HUSNA : FADHILAT SERTA KHASIATNYA</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:Comic Sans MS;font-size:180%;"  &gt;&lt;i&gt;ASMA-UL-HUSNA : FADHILAT SERTA KHASIATNYA&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="left"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:Comic Sans MS;" &gt;Allah s.w.t. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;telah berfirman yang bermaksud:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="left"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-family:Comic Sans MS;" &gt;"ALLAH mempunyai Asmaa-Ul-Husna (nama-nama yang agung yang sesuai dengan sifat-sifat ALLAH S.W.T.), maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaa-ul-husna itu." - &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:Comic Sans MS;" &gt;(Surah Al-A'raf:180)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-family:Comic Sans MS;" &gt;&lt;i&gt;"Katakanlah: "Serulah ALLAH atau serulah AR-RAHMAN. Dengan nama yang mana saja kamu seru. Dia mempunyai al asmaul husna (nama-nama yang terbaik)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="left"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-family:Comic Sans MS;" &gt;"Dialah ALLAH, tiada Tuhan melainkan Dia, Dia mempunyai al-asmaul-husna (nama-nama yang baik)"- &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:Comic Sans MS;" &gt;(Surah Thaha:8)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;i&gt;Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Nabi Muhammad s.a.w.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:Comic Sans MS;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;pernah bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="left"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;"Sesungguhnya &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Allah s.w.t&lt;/span&gt; mempunyai 99 nama, iaitu seratus kurang satu, barangsiapa menghitungnya (menghafal seluruhnya) masuklah ia kedalam syurga" - Riwayat Bukhari &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Adapun&lt;/b&gt;  &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;ASMA-UL-HUSNA &lt;/span&gt;adalah merupakan nama-nama &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Allah s.w.t. &lt;/span&gt;yang terkandung didalam &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Al-Quran&lt;/span&gt; dimana pada tiap-tiap nama tersebut mengandungi khasiatnya masing-masing seperti kita akan ketahui dibawah ini:&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;ALLAHU                  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang mengeluarkan sekelian makhluk dari tiada menjadi ada.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:        Barangsiapa yang menbacanya 5000 kali tiap-tiap hari, Insyaallah akan dimurahkan     rezekinya, dan jika dibaca 66 kali sampai 66 hari setelah sembahyang fardhu, maka akan menjadi sebutan orang besar dan mendapat kebaikan yang banyak.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AR RAHMAANU      &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Kasihsayang kepada hamba&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Nya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;  didunia.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Barangsiapa yang mebacanya tiap-tiap selesai sembahyang fardu sebanyak 100 kali, Insyaallah ia akan terjaga dari sifat lupa dan lalai.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AR RAHIIMU           &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Kasihsayang kepada orang-orang mukmin pada hari Akhir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Barangsiapa yang membacanya tiap-tiap hari sebanyak 100 kali, Insyaallah hatinya akan selalu mempunyai sifat kasih sayang akan sesama makhluk &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MALIKU             &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Mempunyai Kerajaan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Barangsiapa yang membacanya tiap-tiap hari sebanyak 121 kali kemudian daripada fajar atau tergelincirnya, Insyaallah akan dikayakan dengan sebab atau dengan pintu yang dibukakan &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt; baginya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL QUDDUUSU      &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Maha Suci&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Barangsiapa yang berzikir dengan khalimat ini pada tiap-tiap hari ketika tergelincir matahari sebanyak 100 kali, Insyaallah akan menjadi bersih hatinya, dan barangsiapa yang berzikir 1000 kali, Insyaallah akan diselamatkan daripada bala.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AS SALAAMU          &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Sejahtera daripada kekurangan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibacakan kepada orang yang sakit kepala sebanyak 121 kali atau 136 kali dengan suara yang sekiranya dapat didengar oleh orang yang sakit dan dengan mengangkat  kedua belah tangan, Insyaallah akan disembuhkan dengan khalimatNya selama tidak datang ajalnya atau dikurangkan daripada sakitmya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MU'MINU           &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Mengimamkan hamba&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Nya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibacakan akan khalimat ini sebanyak 136 kali oleh orang yang merasa ketakutan akan sesuatu, maka ia akan merasa aman dari apa yang ditakutkannya, dan apabila dibaca oleh orang yang beriman, maka ia akan bertambah imannya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MUHAIMINU     &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Sangat Menyintai dan Memelihara.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Barangsiapa yang membacanya 100 kali setelah sembahyang sunat dua rakaat (terutama diwaktu tengah malam), Insyaallah akan dibersihkan zahir dan batinnya dan tetap bercahaya hatinya, dan barang siapa yang membacanya sebanyak 145 kali setelah sembahyang Isyak, Insyaallah akan kuat khafazhnya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL'AZIIZ                   &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Menyalahkan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Barangsiapa yang berzikir sebanyak 40 kali tiap-tiap hari selama 40 hari dan yang lebih baik dibaca setelah sembahyang Subuh, Insyaallah akan dikayakan dan dimuliakan oleh &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt; dan tidak dihajatkan dia kepada seseorang dari makhluk&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Nya&lt;/span&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL- JABBAARU      &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Sangat Gagah.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Barangsiapa yang berzikir tiap-tiap hari sebanyak 206 kali atau 226 kali pada pagi dan petang, Insyaallah tidak akan boleh orang yang zalim dan &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt; akan membalas bagi orang zalim itu siksa baginya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MUTAKABBIRU &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Maha Besar.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Barangsiapa yang berzikir tiap-tiap hari sebanyak 662 kali, Insyaallah orang yang takabur itu akan tunduk kepadanya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL KHAALIQU         &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Menciptakan Makhluk&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Nya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Barangsiapa yang berzikir waktu tengah malam sebanyak 731 kali, Insyaallah akan diterangkan hatinya dan dirinya, dan barangsiapa yang kehilangan hartanya atau lama ditunggalkan orang yang dikasihinya, maka bacalah sebanyak 5000 kali, Insyaallah ia akan datang dengan perintah &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Allah s.w.t..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL BAARI-U             &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Menerbitkan Makhluk.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Barangsiapa yang berzikir  pada siang hari sebanyak 100 kali, Insyaallah ia akan selemat dari kebinasaan dan tidak akan merasa takut ia didalam kubur, dan barangsiapa yang apabila dibacanya pada malam hari selama 7 malam berturut-turut dan pada tiap-tiap malam dibaca 100 kali, Insyaallah akan disembuhkan segala penyakit dalam tangannya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MUSHAWWIRU  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Merupakan Makhluk.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Barangsiapa yang berzikir sebanyak 336 kali atau lebih, maka Insyaallah akan menjadi baik segala perbuatannya atau apa yang dikerjakannya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL GHAFFAARU     &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Sangat Mengampuni.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Barangsiapa yang berzikir  100 kali sambil mengiringi sembahyang Jumaat, Insyaallah zahir baginya akan mendapat keampunan. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL QAHHAARU      &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Sangat Keras.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca tiap-tiap hari dan malam sebanyak 306 kali atau lebih, Insyaallah keluar dari hatinya cinta dunia dan kebesaran barang lain daripada &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt; dan zahir baginya pertolongan &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt; atas musuhnya, dan barangsiapa yang adanya hajat lalu berzikir 100 kali kemudian mengangkat kedua tangannya dan membuka akan kepalanya, Insyaallah ditunaikan hajatnya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL WAHHAABU      &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Sangat Memberi.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Barangsiapa yang kekal mewiridkannya tiap-tiap hari atau tiap-tiap selesai sembahyang fardhu yang lima waktu sebanyak 300 kali atau lebih, Insyaallah akan dikabul dan hebat baginya kekayaan dan kebesarannya, dan barangsiapa mengekalkan membacanya pada akhir sujud sembahyang dhuha sebanyak 40 kali, Insyaallah dimudahkan baginya kekayaan yang mudah dan hebat.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AR RAZZAQU          &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Sangat Memberi Rezeki.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Barangsiapa yang mengekalkan membaca tiap-tiap hari 308 kali, Insyaallah ditunaikan hajatnya kepada raja dan pemerintah dan jika mengkehendaki akan dimarahinya itu, maka berhentilah berbetulan orang yang dituntut, dan apabila berzikir 17 kali, Insyaallah ditunaikan hajatnya dan barangsiapa yang berzikir sebanyak 20 hari berturut-turut dan tiap-tiap hari 20 kali pada pagi sebelum makan dan minum, Insyaallah akan diberikan padanya faham yang dalam dan sempurna.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL FATTAHU         &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Membuka Khazanah Rahmat.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca tiap-tiap selesai sembahyang Subuh sebanyak 71 kali dengan tangannya dihantarkan keatas dada, Insyaallah hatinya akan bersih dan bercahaya, dimudahkan segala pekerjaan dan keluar cinta dunia dari hatinya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL'ALIIMU               &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Mengetahui.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Barangsiapa yang berzikir tiap-tiap setelah selesai sembahyang lima waktu sebanyak 100 kali, Insyaallah akan mendapatkan ilmu ma'rifat dan kasyaf serta iman yang sempurna.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL QAABIDHU        &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Menggenggam, Menyempitkan Rezeki dan Menguranginya bagi seseorang yang disempitkan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca setiap hari sebanyak 100 kali, Insyaallah akan terhindar dari pengancamnya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL BAASITHU         &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Maha Melapangkan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca selesai sembahyang dhuha 10 kali, Insyaallah akan diluaskan rezeki dan ilmunya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL KHAAFIDHU     &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Menurunkan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila diamalkan setiap hari dalam keadaan khusyuk dan bersih (berwuduk) sebanyak 500 kali pasti dijatuhkan martabat musuh atau lawan penentangnya serta dikabulkan hajatnya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AR RAAFI'U             &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Maha Mengangkat.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca setiap hari terutama pada malam hari sebanyak 70 kali, pasti hartanya akan dijaga dari pencuri, perompak, penipuan dan sebagainya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MU'IZZU             &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Maha Menang dan memberi kepada yang dikehendaki&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Nya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Untuk menumbuhkan kewibawaan orang banyak apabila dibaca setiap hari sebanyak 140 kali.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MUDZILLU         &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Merendahkan atau Menghinakan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca sebanyak 75 kali kemudian sembahyang dan didalam sujud sebutkan namanya yang ditakuti itu, Insyaallah akan aman mereka daripadanya dan apabila dibaca 1000 kali pada tiap-tiap hari selama 7 hari, Insyaallah akan ditolakkan musuh daripadanya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AS SAMII'U               &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Maha Mendengar.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca 500 kali , setelah selesai sembahyang dhuha pada hari Khamis, maka doanya akan ditunaikan oleh &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt; dan akan disembuhkan pendengarannya daripada penyakit tuli atau pendengarannya akan menjadi baik.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL BASHIIRU          &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Maha Melihat.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca sebelum sembahyang Jumaat dimulai sebanyak 100 kali pasti fikirannya akan bertambah cerdas dan hatinya akan terbuka.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL HAKAMU            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Menetapkan Hukum-hukum Makhluk&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Nya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca setiap malam sunyi serta suci dari hadas dan najis sebanyak 68 kali, Insyaallah akan dijadikan hatinya tempat rahsia dan hikmah ilmu agama.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL'ADLU                  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Maha Adil.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca setelah selesai sembahyang lima waktu 104 kali pasti ia akan menjadi pemutus hukum yang adil dan akan merasa tertarik hati orang lain kepadanya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL LATHIIFU          &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Maha Halus.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca sebanyak 129 kali atau 130 kali, Insyaallah usahanya atau perniagaannya akan maju dan akan merasa kejayaan dalam pekerjaannya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL KHABIIRU         &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Maha Mengetahui atau Waspada.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca selama 7 hari dan tiap-tiap hari sebanyak 812 kali, Insyaallah akan datang kepadanya rahmat dengan segala khabar yang dikehendaki.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL HALIIMU            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Maha Penyayang dan Penyabar.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca sesudah sembahyang 5 waktu sebanyak 88 kali pasti ia akan dipelihara dari pangkatnya, jabatan atau kedudukannya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL'AZHIIMU            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Maha Agung.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca setiap hari sebanyak 12 kali maka Insyaallah penyakit akan segera sembuh dan akan terhindar dari kejahatan.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL GHAFUURU      &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Maha Pengampun.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Barangsiapa menuliskan atas orang yang sakit demam bacalah sebanyak 3 kali, Insyaallah akan segera sembuhlah ia.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;ASY SYAKUURU     &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Sangat Syukur.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila menuliskan sebanyak 40 kali oleh orang yang sesak nafas atau penat badan atau dhaif mata dan dihapuskannya dengan iri dan sapukan iri itu kepada badannya atau matanya dan diminumkan, Insyaallah akan mendapat berkat.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL'ALIYYU              &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Maha Tinggi Martabatnya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila ditulis pada kertas dan direndamkan pada segelas air (tulisannya sebanyak 110 kali) kemudian airnya diminumkan kepada anak kecil, Insyaallah dia akan menjadi anak yang cerdas dan pandai.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL KABIIRU            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Maha Besar.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca dalam masa 7 hari sesudah melakukan sembahyang hajat sebanyak 1000 kali setiap malam, Insyaallah akan dikembalikan lagi jabatannya, pekerjaannya selama bukan dipecat kerana kecurangan atau kerana makan hasil rasuah dan lain-lain.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL HAFIIZHU        &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Maha Memelihara.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:        Untuk menjaga keselamatan diri dari binatang buas atau dari hantu malam, dibaca sebanyak 99 kali pasti akan diselamatkan dan terhindar daripada segala gangguan tersebut diatas.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MUQI ITU           &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang menjadikan makanan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Untuk melepaskan rasa haus dan lapar dibaca selama terkena penderitaan itu (bacalah sebanyak-banyaknya) Insyaallah akan sembuh.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL HASIIBU             &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Menghisab atau Menghitung.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Untuk menguatkan jabatan atau pekerjaan yang dipegangnya apabila dibaca setiap selesai sembahyang Subuh atau sebelum terbit matahari dan petang (sesudah sembahyang Maghrib), Insyaallah akan dijaga kedudukannya/jabatannya atau pekerjaannya. Bacalah sebanyak 777 kali.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL JALIILU               &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Maha Agung dan Mulia.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca setiap pagi (jam 2.30 pagi) sebanyak 73 kali pasti usahanya, pekerjaannya atau kedudukannya akan meningkat dengan sangat menghairankan.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL KARIIMU            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Mulia atau Yang Maha Pemurah.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Barangsiapa yang mewiridkan pada tiap-tiap kali hendak tidur sebanyak 270 kali atau lebih, maka Insyaallah akan mendapat kemurahan dan kemuliaan dunia akirat.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AR RAQIIBU            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Maha Mengamati/Mengintai&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca sebanyak 50 kali pada setiap hari, Insyaallah segala harta dan barangnya akan aman dari kecurian dan lain-lain.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MAJIIBU             &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Yang Memperkenankan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca setelah selesai sembahyang Subuh setiap hari sebanyak 55 kali, Insyaallah semua hajatnya dikabulkan oleh &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL WAASI'U             &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Maha Luas Kepunyaan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Nya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca setiap pagi (waktu pagi, petang atau malam) sebanyak 128 kali pasti dilepaskan kesulitannya dan dipelihara dari orang yang hasad.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL HAKIIMU            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Maha Bijaksana&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; &lt;/span&gt;Apabila dibaca setiap pagi (waktu pagi, petang atau malam) sebanyak 300kali, insyaallah akan menjadi cerdas akal fikirannya sehingga dengan mudah akan menerima ilmu-ilmu apapun.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL WADUUDU         &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Maha Mencintai orang-orang yang beriman&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca setiap malam sebanyak 11,000 kali pasti akan dikabulkan segala hajatnya dan akan dicintai orang dan mententeramkan keluarga dalam rumahtangga.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MAJIIDU             &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Maha Mulia dan Maha Luhur.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca sebanyak 99 kali, Insyaallah semuanya akan terasa aman dan tenteram semua anggota keluarganya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL BAA'ITSU           &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Maha membangkitkan makhluk&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Nya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; dihari kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca sebanyak 100 kali dengan tangan diletakkan didada, pasti&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; Allah s.w.t.. &lt;/span&gt;akan memberinya lapang ilmu dan hikmah. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;ASY SYAHIIDU        &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Maha Menyaksikan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca setiap malam sebanyak 319 kali pasti akan menyedarkan orang atau keluarga selalu menentangnya atau membangkang.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL HAQQU               &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Maha Besar.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca setiap hari, maka Insyaallah keimanannya akan semakin bertambah.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL WAKIILU            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Maha Melaksanakan Urusan Makhluk&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Nya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Dapat menjaga ketakutan daripada marabahaya seperti bencana banjir, angin ribut, gempa bumi dan lain-lain. Maka banyak-banyaklah membaca khalimah ini dan juga apabila dibaca pada tiap-tiap hari atau malam sebanyak 66 kali atau lebih, Insyaallah akan dibukakan baginya pintu kebaikan dan rezekinya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL QAWIYYU           &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Maha Kuat.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dizalimi orang, maka bacalah sebanyak 1000 kali, Insyaallah akan dilepaskan ia daripadanya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MATIINU            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Maha Sempurna Kekuatan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Nya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Untuk mengembalikan kekuatan terutama diwaktu dalam pertempuran, dibaca sebanyak-banyaknya (keduanya &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL QAWIYYU dan AL QAWIYYU&lt;/span&gt;), Insyaallah kekuatan akan pulih seperti semula.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL HAMIIDU            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Terpuji.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca setelah selesai sembahyanh Maghrib dan Subuh sebanyak 62 kali, Insyaallah segala perkataan dan perbuatannya akan selalu terpuji.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MUHSHII            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Memperhitungkan setiap amal makhluk&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Nya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;, dan Membalasnya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibacakan 20 kali kepada roti atau makanan lainnya kemudian kepada orang yang dikehendakinya,Insyaallah ia akan tunduk.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MUBDI-U            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Menzahirkan Makhluk&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Nya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Untuk menjayakan segala yang dirancangkan, dibaca setiap hari sebanyak 470 kali, Insyaallah apa yang direncanakan itu akan terwujud atau berhasil dengan baik.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MU'IIDU             &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Mengembalikan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Untuk mengembalikan atau mencari sesuatu yang hilang, dibaca setiap sebelum sembahyang fardhu lima waktu sebanyak 124 kali, Insyaallah dengan kehendak dan izin &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt; akan kembali lagi.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MUHYI                 &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Menghidupkan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca setiap hari sebanyak 58 kali, pasti akan memperolehi kemuliaan dan mengingkat darjatnya berkat nama yang dibaca.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MUMIITU            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Mematikan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca sebanyak 490 kali atau lebih, maka Insyaallah akan dapat menundukkan nafsu dan akan berbuat taat.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL HAYYU                &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Hidup.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca sebanyak 300,000 kali, Insyaallah akan terhindar dari penyakit.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL QAYYUUM          &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang Berdiri Sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca keduanya (&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Ya Hayyu Ya Qayyuum&lt;/span&gt;) setiap hari diwaktu malam yang sunyi sebanyak 1000 kali, Insyaallah akan dikabulkan hajatnya dan akan menjadi hartawan dan dermawan serta disenangi kawan dan disegani lawan juga besar kewibawaannya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL WAAJIDU            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Zat yang menemukan apa yang &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; Dia&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; kehendaki.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Untuk menumbuhkan kepercayaan pada diri sendiri.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MAAJIDU            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Maha Agung dan Mulia.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca  sebanyak 400 kali tiap-tiap pagi dan petang maka akan terang hatinya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL WAAHIDU          &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Mendapat apa yang dikehendaki&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Nya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca setiap ba'da sembahyang lima waktu sebanyak 190 kali dalam masa satu bulan dan berpuasa pada hari Isnin dan Khamis, Insyaallah segala hajatnya akan dikabulkan dan akan diberi keturunan.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;ASH SHAMADU       &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Tempat bergantung bagi semua makhluk&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Nya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Untuk memohon apa saja yang dihajatkan. Dibacakan sebanyak 313 kali dalam waktu tiga hari (disertai puasa selama tiga hari juga),Insyaallah akan dikabulkan segala macam hajatnya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL QAADIRU           &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Maha Kuasa atas segala sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca sebanyak 200 kali setelah melaksanakan sembahyang sunat dua rakaat ketika dalam keadaan dha'ir, Insyaallah akan mendapat kekuatan.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MUQTADIRU     &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Yang Sangat Kuasa.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca 100 kali setelah bangun tidur, Insyaallah ia akan mendapat hidayah dan petunjuk dari &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MUQADDIMU    &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Zat yang mendahulukan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Untuk menyegarakan apa yang diinginkan, dibaca setiap hari sebanyak 184 kali pasti dengan cepat tercapai apa yang diinginkannya dan barangsiapa yang mewiridkan / membacakan ketika masuk kemedan perang, Insyaallah tidak akan mendapat kemudhratan.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MUAKHHIRU    &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Zat yang mengakhirkan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Barangsiapa yang membacanya tiap-tiap hari sebanyak 300 kali atau lebih, Insyaallah akan dibukakan pintu taufiq dan taubat baginya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL AWWALU           &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Yang terdahulu dengan tiada permulaan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Untuk mendatangkan hajat, dibaca setiap hari sebanyak 37 kali, Insyaallah akan dikabulkan hajatnya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL AKHIIRU             &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang kemudian dan tiada berkesudahan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca  setiap selesai sembahyang Isyak sebanyak 1000 kali, Insyaallah hatinya akan bersih dan bertambah kebaikan diakhir umurnya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AZH ZHAHIIRU       &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Maha Nyata.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Agar terbukanya segala ilmu, dibaca setiap ba'da sembahyang fardu sebanyak 1106 kali dalam masa satu bulan, pasti akan mendapat ilmu-ilmu yang jarang dimiliki oleh orang biasa.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL BAATHINU        &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Zat yang Maha Ghaib.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Untuk ilmu yang jarang dimiliki oleh manusia baisa, dibaca setiap ba'da sembahyang fardu lima waktu sebanyak 30 kali, pasti akan dikabulkan ilmu-ilmu yamg jarang dimiliki oleh manusia.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL WAALIYY            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Maha menguasai dan mengurus semua urusan makhlukNya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Agar terbuka hatinya, dibaca setiap pagi dan petang sebanyak-banyaknya, pasti hatinya akan terbuka atau futuh.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MUTA'AALII      &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Yang Maha Tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca tiap-tiap hari siang atau malam sebanyak 541 kali, Insyaallah ia akan mendapat hasil yang baik dan mendapat darjat yang lebih tinggi.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;ALBARRU                &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Yang Maha Berbuat Baik.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:        Untuk memudahkan apa saja yang diinginkannya, dengan dibaca sebanyak-banyaknya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AT TAWWAABU      &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Maha Menerima Taubat.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Untuk mengembalikan kejalan yang lurus, dibaca setiap saat, Insyaallah akan berhasil segala apa yang diinginkan.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MUNTAQIMU     &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Zat yang berhak membalas setiap perbuatan dosa dengan azabNya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Untuk menolak perbuatan aniaya dari orang zalim, dibacanya sesuadah sembahyang fardu lima waktu sebanyak-banyaknya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL 'AFUWWU           &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Yang memberi maaf.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Baca sebanyak-banyaknya setiap saat supaya disenangi manusia yang kenal padanya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MAALIKUL MULKI               &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Zat yang mempunyai kekuasaan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Untuk mengawetkan pekerjaan atau mempertahankan jabatan atau kedudukannya, dibaca setelah selesai sembahyang fardu lima waktu ditengah malam sebanyak 212 kali, Insyaallah akan dijaga dari penjahat yang hasad padanya dalam hal pekerjaan, jabatan atau kedudukan.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;DZUL JALAALI wal IKRAAMI    &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Zat yang mempunyai Ketinggian Kemuliaan yang Sempurna.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Untuk mendatangkan hajat, dibaca setiap hari sebanyak 65 kali dalam masa satu bulan, Insyaallah akan dipenuhi segala hajatnya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MUQSITHU        &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Yang sangat Adil.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca 209 kali atau lebih, Insyaallah akan terpelihara dari was-was syaitan laknatullah dalam ibadah.   &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL JAAMI'U             &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Yang Mengumpulkan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Barangsiapa yang membacanya tiap-tiap hari sebanyak 300 kali, Insyaallah akan dikumpulkan segala maksudnya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL GHANIYYU        &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Yang Maha Kaya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibacakan pada orang yang sakit atau mendapat bala dirinya dan orang lain sebanyak 1060 kali, Insyaallah akan segera sembuh dari pemyakitnya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MUGHNII           &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Zat yang memberi kekayaan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca pada tiap-tiap hari sebanyak 1000 kali, Insyaallah akan memjadi kaya berkat kurniaan&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;  Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL MAANI ' U          &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Yang menolak bahaya dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Untuk menolak perlakuan orang jahat dan orang zalim. dibacakan setiap ba'da sembahyang sunat Subuh (sebelum fardu Subuh) sebanyak 161 kali, Insyaallah akan selamat dari perbuatan mereka itu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;ADH DHAARU        &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Yang menyampaikan mudharat.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Untuk menyembuhkan penyakit (yang bertahun-tahun tidak dapat disembuhkan) asma ini dibaca setiap hari sebamyak 1001 kali, Insyaallah dengan izin dan kehendak &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt; penyakit tersebut akan segera sembuh.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AN NAAFI ' U          &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Yang memberi manfaat.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Untuk menyembuhkan penyaklit dan menghilangkan kesusahan, asma ini dibaca setiap hari, Insyaallah akan berhasil. Juga barangsiapa yang berzikir dengan hati ketika jimak dengan isterinya, Insyaallah isterinya itu akan menaruh belas kasihan yang sangat dalam dan akan diberi anak yang soleh.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AN NUURU              &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Yang menerangi.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Apabila dibaca pada tiap-tiap hari siang atau malam, Insyaallah akan diterangkan hatinya dan anggotanya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL BADII ' U            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Yang menciptakan yang belum wujud sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Untuk tercapai apa yang telah direncanakannya asma ini dibaca setiap ba'da sembahyang fardu sebanyak 500 kali, pasti akan berjaya apa yang direncanakan.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL BAAQII               &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Maha Kekal.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Untuk mengawtkan pekerjaan atas usahanya, baca asma ini setiap saat banyak-banyak, pasti pekerjaannya awet (kekal), jauh dari kerugian dan kejatuhan jumlah, Insyaallah.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AL WAARITSU        &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Yang kembali kepada&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Nya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; sekali makhluk.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Asma ini untuk memajukan usaha apabila dibaca setiap  malam sebanyak 707 kali, Insyaallah usaha akan maju.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AR RASYIIDU           &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Yang Memberi Petunjuk.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Untuk menambah kecerdasan berfikir, asma ini dibaca setiap pagi dan petang.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;AS SABUURU           &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ertinya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Sangat Sabar.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KHASIATNYA:         Barangsiapa yang berzikir sebanyak 100 kali pada tiap-tiap hari sebelum tebit matahari, Insyaallah ia tidak akan dapat bala pada hari itu, juga untuk membangun jiwa besar dan sabar dalam menghadapi segala urusan asma ini dibaca setiap saat terutama dalam menghadapi segala kesulitan masalah apa saja, pasti segala urusan akan berhasil dengan baik.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Live For Love, Love For Live"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7155326817981653575-3140333244881337932?l=rainz-al-mujahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/feeds/3140333244881337932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7155326817981653575&amp;postID=3140333244881337932&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/3140333244881337932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/3140333244881337932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/2008/04/asma-ul-husna-fadhilat-serta-khasiatnya.html' title='ASMA-UL-HUSNA : FADHILAT SERTA KHASIATNYA'/><author><name>Al-Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14531980144247679799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7155326817981653575.post-2520995157716765758</id><published>2008-04-10T20:39:00.003+07:00</published><updated>2008-06-07T19:51:42.954+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi mujahid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Aqsha'/><title type='text'>Syeikh Ahmad Yasin : Menggerakan Dunia dari Kursi Roda</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;img src="http://www.wedangjae.com/images/syeikh_yasin3.jpg" alt="foto" title="ahmad yasin" align="left" border="1" height="261" hspace="5" vspace="5" width="200" /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;Dia adalah seorang mukmin yang merdeka meski seluruh hidupnya dibelenggu dengan terali besi. Itulah gambaran indah yang mencerminkan kehidupan Syaikhul Mujahidin, Guru para Mujahid dan perlawanan ini. Meskipun sebenarnya gambaran tersebut kalah indah dengan kalbunya yang menghembuskan kehidupan serta tekadnya yang tidak pernah lumpuh dan tidak terbelenggu oleh ikatan penjara. Beliau adalah cakrawala yang luas serta pikiran yang hidup yang tidak mengenal batas. Demikianlah kehidupannya di penjara dan begitulah kisahnya saat berada di medan dakwah dan perlawanan, seperti yang dituturkan oleh orang-orang yang mendampinginya, mengenai sosok yang tidak mampu bergerak, namun bisa menggerakkan dunia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak salah bila kemudian Dr. Kamal al Mishri, seorang kolomnis asal Mesir di situs islamonline menulis tentang sosok manusia istemewa ini dalam sebuah artikelnya dengan judul “Al Syaikh Yaseen .. Al ‘Aqid Alladzi Aqama al ‘Alam” (Syaikh Yasin .. Orang Lumpuh yang Membangunkan Dunia). Kata Kamal al Mishri, ketika Anda melihat (realita fisiknya) kemudian Anda mendengar capaian-capaian yang dihasilkan, Anda akan memahami betul firman Allah swt di dalam hadist qudsi, “Maka jika Aku mencintainya, Aku adalah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, Aku adalah penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, Aku adalah tangannnya yang dia gunakan untuk memukul, dan Aku adalah kakinya yang dia gunakan untuk berjalan.” (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalbu yang senantiasa menghembuskan nafas kehidupan bagi umat dan bangsanya serta tekad yang tak pernah kenal lumpuh dan belenggu ini telah menjadikan kata-katanya penuh hikmah bagi siapa saja yang mendengarnya, sekaligus menjadi rudal yang menggetarkan bagi musuh-musuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bukanlah seorang presiden ataupun seorang raja. Dia hanyalah seorang lelaki lumpuh yang membangun ide perlawanan hingga menjadi sosok yang tidak disebut kecuali dengannya. Sampai hari ini, setiap orang baik lawan maupun kawan tetap menaruh hormat kepadanya. Namanya senantiasa disebut di seluruh dunia. Dialah Amir Mujahidin Palestina, mujahid Ahmad Yasin, gugur perlawanan yang gugur oleh tangan-tangan biadab Zionis Israel dalam serangan rudal dari pesawat heli tempur Apache buatan Amerika, selepas shalat subuh di masjid kota Gaza, Senin 22 maret 2004 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wahai anak-anakku, telah tiba saatnya kalian kembali kepada Allah swt., meninggalkan berbagai sorak kehidupan dan menyingkirkannya ke tepi jalan. Telah tiba saatnya kalian bangun dan melakukan salat subuh berjamaah, saatnya kalian menghiasi diri dengan akhlak mulia, mengamalkan kandungan al Qur’an, serta meneladani Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengajak kalian wahai anak-anakku untuk shalat tepat waktu. Lebih dari itu, aku mengajak kalian, wahai anak-anakku, untuk mendekat kepada Nabi kalian yang agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para pemuda, aku ingin kalian mengenal dan menyadari makna tanggung jawab, tegar menghadapi kesulitan hidup, meninggalkan keluh kesah, menghadap kepada Allah swt., banyak meminta ampunan kepada-Nya agar Dia memberi rezeki kepada kalian, menghormati yang tua dan menyayangi yang muda. Aku ingin kalian tidak terlena oleh saluran-saluran lagu audio visual, melupakan kata-kata yag mengobral cinta, serta menggantinya dengan kata amal, kerja, dan zikir kepada Allah. Wahai anak-anakku, kuharap kalian tidak sibuk dengan musik dan terjerumus ke dalam arus syahwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai putriku, aku ingin kalian berjanji kepada Allah mempergunakan hijab secara benar. Aku meminta kalian berjanji kepada Allah peduli dengan agama dan Nabi kalian yang mulia. Jadikanlah ibunda kalian, Khadijah dan Aisyah, sebagai teladan. Jadikan mereka sebagai pelita hidup kalian. Haram hukumnya bagi kalian membuat usaha para pemuda untuk menjaga mata mereka menjadi kendur dan surut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada semuanya, aku ingin kalian bersiap-siap menghadapi segala sesuatu yang akan datang. Bersiaplah dengan agama dan ilmu pengetahuan. Bersiaplah untuk belajar dan mencari hikmah. Belajarlah bagaimana hidup dalam kegelapan yang pekat. Latihlah diri kalian agar dalam beberapa saat hidup tanpa listrik dan perangkat elektronik. Latihlah diri kalian agar dalam sementara waktu merasakan kehidupan yang keras. Biasakan diri kalian agar dapat melindungi diri dan membuat perencanaan untuk masa depan. Berpeganglah kepada agama kalian. Carilah sebab-sebabnya dan tawakallah kepada Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sepenggal pesan yang disampaikan pendiri dan tokoh spiritual Gerakan Perlawanan Islam Hamas ini, kepada anak-anak muda Palestina. Melalui kata-kata yang jelas dan tulus bersumber dari kalbu tanpa dibuat-buat, dengan spontanitas yang jujur serta kejelasan yang menerangkan jalan dan memimpin perjalanan, melalui berbagai makna kasih sayang yang dapat mengarahkan para pemuda dan menuntun mereka, beliau berbicara seraya membaca kondisi jiwa mereka. Beliau berbicara kepada mereka lewat realitas kondisi yang ada sehingga mampu membangun sebuah perjuangan yang membutuhkan keimanan dan kesiapan semaksimal mungkin. Lalu sisanya diserahkan kepada Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Ahmad Yasin adalah sosok manusia intimewa dan unik pada zamannya, tokoh besar dan bintang bagi orang-orang sejenisnya, menjadi cahaya bagi rekan-rekannya, sosok menakjubkan bagi mereka yang hidup di masanya, perhiasan bagi tokoh setarafnya, pahlawan di era kekalahan, pemberani di tengah iklim ketakutan, pemimpin di samudera kelemahan, raksasa di tengah kehinaan, kemuliaan di medan kerendahan. Sosok yang menjadi harapan di tengah segala kebuntuan, sosok ketegaran dalam menghadapi kekalahan dan keruntuhan. Dia adalah pribadi yang memiliki hikmah di tengah kerancuan, ketergelinciran akal, kebutaan mata hati dan keimanan di tengah-tengah suasana keterkoyakan dan hilangnya identitas. Dia adalah sosok yang meneguhkan keyakinan pada pertolongan Allah dan janji-Nya terhadap kaum mukmin di tengah kegelapan, kesesatan, kebencian para musuh, dan kecemasan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diungkapkan Prof. Dr. Taufiq Yusuf al Wa’i, dalam karyanya ”Qaadat al-Jihaad al-Filistiini fii al-Ashr al-Hadiits: Kifaah, Tadhiyyah, Butuulaat, Syahaadaat”, semua gambaran di atas terdapat pada sosok lumpuh yang tak mampu berdiri ini; sosok yang kedua tangannya pun lumpuh tidak mampu membawa sesuatu; sosok yang kurus dan lemah; tubuh yang terserang oleh berbagai penyakit; penglihatan yang telah kabur kecuali hanya seberkas sinar dari satu mata; serta penderitaan dan sakit yang tak kunjung reda. Bukankah ini sesuatu yang menakjubkan? Bukankah ia merupakan tanda kebesaran Tuhan dan wujud anugerah-Nya? Sosok tersebut hidup untuk misi dan untuk umatnya. Ia menghabiskan usianya dalam dakwah. Ia adalah jihad yang terus berjalan, teladan yang terus bergerak, panutan yang memancarkan cahaya dan keimanan, serta pemahaman dan pengetahuan di tengah jarangnya orang yang tulus, di tengah sedikitnya keikhlasan, serta di tengah lenyapnya suara kebenaran dan ketegasan. Syaikh Yasin datang sebagai pemimpin bagi para mujAhed, tokoh bagi para dai, guru yang bijak dan teladan yang agung bagi para pendidik. Tubuhnya yang kurus, kelumpuhannya, dan penyakit yang kronis membuatnya tidak mampu berjuang dengan senjata. Karena itu, beliau berjuang dengan senjata hikmah, dengan pedang pembinaan dan penataan, dengan meriam keimanan, serta dengan bom kesabaran, keteguhan, dan ketegaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan-pesan Syaikh Yasin tidak saja diarahkan kepada para pemuda, namun juga kepada para pemimpin. Sebelum syahid menjemputnya pada 22 maret 2004, Syaikh Ahmad Yasin telah menyiapkan surat yang ditujukan kepada pemimpin Arab yang akan mengadakan KTT Arab di Tunisia pada 28 Maret 2004. Di antara isi surat tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tidak diragukan bahwa apabila bangsa Arab mulia, Islam juga menjadi mulia. Pernyataan ini hanya ingin menunjukkan besarnya amanat yang kalian emban—semoga Allah memberikan taufik kepada kalian untuk berbuat demi kebaikan umat—sebagai pihak yang Allah percaya untuk memimpin masa kini dan masa depan umat. Rasulullah saw. Bersabda, “Allah akan bertanya kepada setiap pemimpin perihal kepercayaan yang Dia berikan, apakah ia menjaganya atau mengabaikannya.” Karena itu, takutlah kepada Allah dalam memperlakukan umat Islam yang telah dibidik oleh para musuh Allah dari busur yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini di hadapan Anda terdapat banyak tantangan besar. Rakyat Anda sedang menantikan berbagai keputusan yang Anda tandatangani. Semuanya merupakan harapan agar konferensi tingkat tinggi ini sepadan dengan tantangan yang sedang kita hadapi. Kita semua tentu mengetahui bahwa tantangan terbesar itu adalah persoalan sentral bangsa Arab dan umat Islam. Yaitu persoalan Palestina. Saya sangat berharap konferensi tingkat tinggi ini akan menghasilkan sesuatu yang mengangkat harkat bangsa Palestina yang tetap ingin meneruskan perjalanan jihad mereka sampai Allah mewujudkan kemenangan seperti yang kita inginkan, yang dengan itu Allah mengangkat kemuliaan umat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyerukan kepada Anda semua agar konferensi ini memerhatikan berbagai persoalan berikut yang bisa membantu penyelesaian masalah Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, tanah Palestina adalah tanah milik bangsa Arab dan umat Islam yang telah dirampas oleh kekuatan senjata bangsa Yahudi Zionis. Ia hanya bisa kembali dengan kekuatan senjata. Ia merupakan tanah wakaf Islam yang tidak boleh dilepaskan walaupun hanya satu jengkal, meskipun pada saat ini kita tidak memiliki kekuatan senjata untuk membebaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, jihad Palestina merupakan hak legal rakyat Palestina. Ia merupakan fardu ain bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan. Karena itu, penyebutan jihad sebagai tindakan terorisme oleh para musuh Allah adalah kezaliman besar yang ditolak oleh bangsa Palestina. Ia juga ditolak oleh bangsa-bangsa Arab dan Islam. Kami berharap konferensi tingkat tinggi ini bisa menegaskan sikapnya secara sangat jelas guna mendukung perjuangan bangsa kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, bangsa kami yang dengan berani memasuki kancah perang yang memang wajib atas mereka, layak mendapatkan berbagai bentuk sokongan dan bantuan dari seluruh pemimpin umat. Mereka membutuhkan bantuan ekonomi guna mendukung ketegaran mereka. Pasalnya, bangsa zionis yang jahat itu telah menghancurkan segala fasilitas kehidupan yang dimiliki oleh penduduk setempat dan merampas harta mereka. Bangsa Palestina juga membutuhkan bantuan militer, keamanan, informasi, moral, diplomasi, dan berbagai bentuk bantuan lainnya yang bisa menolong mereka dalam melanjutkan jihadnya. Mereka berharap konferensi tingkat tinggi ini bisa mewujudkan semua itu dengan ijin Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, kami menyerukan kepada kalian untuk menghentikan segala bentuk tekanan yang datang dari musuh, menutup kedutaan mereka, konsulat mereka, dan kantor-kantor dagang mereka, serta memutuskan hubungan dan kerja sama dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, umat Islam mempunyai berbagai peluang, potensi, dan kekuatan yang membuatnya mampu menyelesaikan berbagai persoalan internalnya dan membalas tindakan brutal para musuh. Saya berpendapat bahwa telah tiba saatnya bagi umat ini untuk melaksanakan firman Allah swt.,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berpeganglah kalian semua kepada tali Allah dan jangan berpecah belah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang kafir, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Kalau kalian tidak mau berjuang bersama akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, Masjid al-Aqsa tengah memanggil Anda. Bangsa zionis telah menyiapkan seperangkat alat untuk menghancurkan tiang-tiang dan bangunannya. Lalu siapa lagi setelah Allah yang akan memerhatikannya kalau bukan kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, kami mengajak kalian untuk mempersembahkan segala bentuk dukungan bagi saudara-saudara kita di Irak agar mereka terlepas dari pendudukan Amerika. Sebab, membela Irak dan rakyatnya merupakan bagian dari pembelaan terhadap negara dan bangsa Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara yang terhormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang ingin saya pesankan, sebab Rasulullah saw. mengajarkan kepada kita bahwa agama adalah nasihat. Saya memohon kepada Allah semoga Dia memberikan kata sepakat kepada kalian semua untuk membela agama-Nya serta menyatukan barisan kalian di atas sesuatu yang menjadi kebaikan dan kemuliaan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari saudaramu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Yasin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendiri Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaza – Palestina.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Ahmad Yasin mampu mengatasi keterbasan fisiknya dan melanjutkan perjalanannya dengan tekad kuat yang tidak mampu dilakukan oleh orang sehat sekalipun karena perjalanan jihadnya penuh dengan sikap tegar, heroik, dan teguh di atas prinsip. Berikut kami sadurkan gambaran sosok mujAhed dan dai yang tumbuh dari kondisi yang penuh keterbatasi fisik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tokoh Semasa di Negeri Terjajah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kecil Ahmad Yasin dihiasi dengan berbagai peristiwa dan kejadian. Dengan berbekal kesabaran dan keimanan, ia mampu melewati berbagai tantangan yang ia hadapi, hingga menjadi pemimpin para mujahid sampai kemudian Allah mewujudkan impiannnya gugur sebagai syahid di tangan kotor zionis Israel. Lalu, bagaimana situasi dan kondisi yang menyertai pertumbuhan Syaikh Ahmad Yasin? Bagaimana ia menjalani awal-awal kehidupannya? Bagaimana ia mampu mengalahkan keterbatasan fisiknya? Semua jawaban pertanyaan ini dipaparkan dalam buku ”Ahmad Yasin: al Dzahirah al Mu’jizah wa Usthurah al Tahaddi” (Ahmad Yasin: Fenomena Mena’jubkan dan Legenda Perlawanan) karya Ahmad Abu Yusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Yasin lahir pada tahun 1936 M di desa Jurah. Sebuah desa yang sangat mempersona dan indah, desa yang makmur dan kaya. Teletak di pinggiran kota Majdal sebelah selatan kota Gaza. Tepatnya di bekas reruntuhan kota bersejarah Asqelan yang teletak dekat pantai Laut Tengah, di mana perang salib terjadi. Desa tersebut dikelilingi oleh perkebunan jeruk, tin, zaitun, anggur, dan berbagai tanaman hijau lainnya. Penduduknya bekerja sebagai petani dan nelayan. Mereka memiliki ratusan sampan kecil untuk mengarungi lautan dari pantai Rafah ke Thanturah. Di sana terdapat lembah semut seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menegaskan bahwa lembah semut itu terdapat di negeri Syam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Yasin kecil biasa dipanggil dengan (kuniyah) Abu Sa’dah, dinisbatkan kepada ibundanya Sa’dah Abdullah al Hubail, untuk membedakan sebutan karena banyaknya nama Ahmad dalam keluarga Yasin. Sa’dah adalah sosok hajjah yang mulia, sabar, dan penuh keyakinan, termasuk wanita terhormat di desa tersebut. Ayah Ahmad Yasin bernama Ismail Yasin, orang terkemuka di desanya. Keluarganya termasuk keluarga yang berkecukupan. Ismail meninggal dunia ketika Ahmad masih sangat kecil, belum lewat usia 3 tahun, meninggalkan keluarga yang terdiri atas sebelas orang. Ahmad Yasin adalah anak ketiga di antara 4 anak laki-laki keluarga Ismail. Mereka tinggal bersama di desa Jurah sampai datang tahun “Prahara” 1948 ketika desa tersebut dihujani bom dari arah udara dan laut. Puluhan penduduk setempat dan penduduk desa tetangga yang mengungsi ke tempat tersebut meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad yang saat itu berusia sebelas atau dua belas tahun pindah bersama keluarganya ke Jalur Gaza, tepatnya di kamp pengungsi al Shati’ dekat pantai kota Gaza. Selama kurang lebih seperempat abad Ahmad tumbuh dan belajar di kamp tersebut hingga menikah dan dikaruniahi putra dan putri. Pada masa yang penuh dengan rasa frustasi dan keputusasaan ini, cahaya dakwah gerakan Islam mulai tampak. Para dai mereka membangkitkan semangat perlawanan, keteguhan, dan harapan. Pengiriman delegasi mereka dari Mesir ke daerah Gaza tidak pernah berhenti. Dari Mesir berdatangan para guru, prajurit, cendekiawan, dan ulama seperti Syaikh Mahmud Ied dan Syaikh Muhammad Gazali. Sebelum mereka, Syaikh Hasan al-Banna sudah lebih dulu mendatangi kota Gaza. Kunjungannya merupakan awal mula keberkahan dan kebaikan bagi daerah tersebut dan penduduknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika rumah di kamp pengungsi terasa sempit untuk menampung anggota keluarganya, juga karena banyaknya tamu dan pengunjung yang datang ke rumahnya, Syaikh Ahmad Yasin memboyong keluarganya ke lorong sebelah selatan kota Gaza, tepatnya di desa Jurah al Syams. Para relawan membangunkan rumah sederhana untuknya. Disinilah Syaikh menerima para tamu dan rekan-rekan seperjuangannya. Dia hidup dengan perabotan sederhana, jauh dari kemewahan dunia, mencukupkan diri dengan uang pension sebagai guru yang tidak seberapa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tahun “Prahara” 1948, Ahmad Yasin adalah murid kelas tiga sekolah dasar. Ketika mengungsi ke Gaza, Ahmad Yasin melanjutkan sekolah di madrasah ”Imam Syafi’i”, sekolah utama yang ada kala itu di Gaza. Sekolah ini membuka sekolah pagi (untuk siswa asli Gaza) dan sekolah sore (untuk siswa pengungsi). Ahmad Yasin menyelesaikan sekolah dasar di madrasah Imam Syafi’i tahun 1952. Kemudian melanjutkan sekolah menengah pertama di al Rimal, khusus untuk pengungsi, dan selesai tahun 1955. Adalah sebuah keajaiban yang menjadi kehendak Allah, bila Ahmad Yasin menjadi guru di sekolah tersebut di kemudian hari (mengingat cacat fifik yang dialaminya). Kemudian Ahmad Yasin melanjutkan di Sekolah Menegah Atas Palestina dan selesai pada tahun 1958. Karena sejumlah asalah akhirnya Ahmad Yasin tidak bisa melanjutkan studinya ke jenang yang lebih tinggi. Di antara sebab itu adalah: 1- Bahwa cita-cita sebagian besar keluarga Palestina di Jalur Gaza kala itu adalah menuntaskan anak-anaknya sekolah hingga tamat sekolah menengah atas untuk kemudian bekerja sebagai guru atau pegawai guna membantu ekonomi keluarga. 2- Bahwa pendidikan kala itu hampir-hampir hanya terbatas di kalangan keluarga yang berkecukupan ekonominya, di samping mereka yang dibiaya dan dikirim oleh Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina UNRWA (United Nation Agency for Relief and Work of Palestinian Refugees) untuk melanjutkan studinya dengan pesyaratan. 3- Adalah masalah kondisi kesehatan yang buruk dan tidak wajar yang dialami Ahmad Yasin. Sedangkan Ahmad Yasin tidak termasuk yang disebutkan diatas. Dia bukan dari keluarga berduit dan tidak termasuk yang dikirim Agency. Untuk itu dia lebih memilih untuk bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sini riwayat pendidikan Ahmad Yasin, meskipun dia sendiri pernah mencoba untuk melanjutkan studi di Universitas Kairo, Mesir, dan diterima. Namun dia tidak bisa melanjutkan studinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian Ahmad Yasin membekali dirinya dengan pendidikan tinggi secara autodidak. Sungguh menakjubkan, Ahmad Yasin terbukti menguasai segala bidang keilmuan mulai dari agama, bahasa, sastra, politik, sosial sampai masalah ekonomi. Dengan wawasan yang luas inilah kemudian Ahmad Yasin menjadi sumber rujukan di Jalur Gaza dan semua orang, dari berbagai lapisan, terkesan oleh ceramah-ceramah yang disampaikan. Semua orang mendengar apa yang dikatakan dan menaruh hormat. Sejatinya, semua itu bukan hanya karena wawasan dan keilmuan yang dimilikinya saja. Sebenarnya banyak kaum intelek Palestina kala itu, namun – allahu a’lam – mungkin itu semua karena sikap wara’, ikhlas, tawadhu’, energik – meski fisiknya cacat –, kecerdasan, visi yang benar, kelapangan dada dan semangat memperjuangkan agama dan tanah air, serta totalitas kerjanya diperuntuhkan hanya pada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kecelakaan Itu &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal-awal tahun 50-an – khususnya di Jalur Gaza – para pemuda Palestina mulai terbuka matanya kepada gerakan islam. Itu karena keterbukaan Mesir pada masa itu dan kontak mereka dengan para dai melalui mahasiswa-mahasiswa yang pulang ke Gaza atau melalui kunjungan para dai, ulma dan tokoh pergerakan islam dari Mesir seperti yang kami sebutkan di atas. Gerakan Islam tidak hanya menyajikan materi keislaman semata. Namun dia ibarat pendidikan yang menyeluruh. Mulai dari keilmuan hingga olah raga. Tidak jarang kegiatan oleh raga dikaitan dengan kegiatan keilmuan dan pendidikan (tarbiyah). Ahmad Yasin termasuk salah satu dari anak kandung gerakan islam ini, tepatnya gerakan al Ikhwan al Muslimun dari Mesir, semenjak dia pindah ke Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dekat kamp pengungsi al Shati’, pantai adalah tempat bermain yang sangat penting dan strategis. Di sana banyak dilakukan aktivitas mulai dari keilmuan yang disusul dengan kegiatan olah raga. Di antara olah raga yang dilakukan adalah melompat dari ketinggian ke pasir laut (yang indah), atau seorang naik di atas pundak yang lain saling berpegangan tangan kemudian melompat ke laut, atau bermain bola dan berbagai permainan berat lainnya. Dalam salah satu permainan di pantai pada musim panas tahun 1952 Ahmad Yasin jatuh terjungkal kepalanya, seperti diceritakan Ahmad Yasin kepada keluarganya kala itu. Namun seperti diceritakan Dr. Abdul Aziz Rantisi, “Beliau mengalami musibah patah tulang leher saat bermain gulat dengan salah satu teman beliau, asy Syahid Abdullah Shiyam (Komandan Perang “Khalda” Beirut tahun 1982 yang gugur dalam perang tersebut). Namun beliau menyembunyikan sebab-sebab terjadinya kecelakaan tersebut kepada keluarga beliau agar tidak timbul masalah antara keluarga beliau dan keluarga Shiyam. Ketika itu, beliau hanya berkata bahwa kecelakaan itu terjadi karena ia melompat di udara dan kemudian terjatuh dengan kepala terlebih dahulu. Baru pada tahun 1990 beliau bercerita yang sebenarnya kepadaku saat bersama dalam satu pernjara.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyair Palestina, Muhammad Abu Diyah, yang pernah menjadi sahabat Ahmad Yasin sejak kecil menuturkan, “Kami lantas membawanya ke kamp pengungsi. Kami menduga dengan beberapa pengobatan saja – diurut dengan air dan minyak sebagaimana cara pengobatan orang-orang desa pada umumnya – ia akan sembuh. Namun, ternyata musibah itu mengancam tulang lehernya dan berpengaruh pada tulang belakangnya kemudian berakibat pada kelumpuhan sebagian tubuhnya.” Ahmad Yasin akhirnya hanya bisa berjalan dengan berjinjit sambil menyeret pasir, kadang dia harus menancapkan kakinya ke dalam pasir untuk mendapatkan keseimbangan. Bila mengenai tanah yang keras dia langsung limbung dan jatuh. Sementara itu jari-jari tangannya kaku tidak bisa digerakan. Tidak bisa memegang apapun kecuali dengan sangat sulit. Ahmad Yasin, remaja yang masih belia dan penuh canda ini, setelah peristiwa tersebut berubah menjadi orang yang serius. Dia tetap berusaha datang shalat berjamaah di masjid dan bertekad melanjutkan sekolahnya hingga tamat tahun 1958.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Abu Diyah menuturkan, Ahmad terus melanjutkan sekolah. Ia ke sekolah berjalan kaki dengan buku dikepit di ketiaknya. Ia berjalan kaki dengan berjinjit, sementara tangannya kaku dan jari-jarinya nyaris tidak bisa memegang pulpen kecuali dengan sangat sulit. Akan tetapi, ia tetap melanjutkan studinya hingga tamat dengan prestasi memuaskan. Setelah terjadi tarik ulur antara berbagai pihak yang bertanggung jawab dalam administrasi pemerintahan Mesir saat itu dan para tokoh pendidikan, akhirnya ia ditunjuk sebagai guru. Ia adalah sosok pendidik dan dai yang luar biasa. Pada saat itu aku melihat ia berjalan beberapa langkah kemudian terjatuh ke tanah. Lalu, ia mengambil buku-bukunya dan bangkit berdiri. Kemudian ia kembali berjalan dengan penuh semangat. Ini adalah sesuatu yang sulit untuk dilakukan oleh orang kuat sekalipun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pekerjaan, hal itu tidak didapat Ahmad Yasin dengan mudah. Selepas tamat tahun 1958, sebagaimana kebanyakan anak muda Palestina kala itu, Ahmad Yasin mencari kerja. Pekerjaan yang paling diminati kebanyakan orang kala itu adalah mengajar, baik itu di sekolah pemerintah ataupun di sekolah milik UNRWA. Untuk bekerja di lembaga yang disebut terakhir ini sangat tidak mungkin bagi AHamas Yasin meski memiliki banyak keistimewaan dan fasilitas yang diberikan. Mudir (direktur) Sekolah UNRWA kala itu Khalil Uwaidha seorang sosialis dan juga wakilnya Farid Abu Wirda seorang sosialis, bahkan bisa dibilang para pejabat pendidikan UNRWA kala itu adalah orang-orang sosialis. Tidak ada tempat lain bagi Ahmad Yasin kecuali melamar di dinas pendidikan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pagi hari buta saat pergi ke panitia pendaftaran untuk mengikuti interview, Ahmad Yasin bertemua dengan salah seorang rekannya. Dia berkata dengan lembut kepada Ahmad untuk memberikan pertimbangan. ”Apakah kamu berfikir bahwa panitia akan menerimamu?? Sedang kamu tahu bagiamana kredibilitasnya. Dan semua orang tahu apa yang harus dilakukan orang yang ingin masuk dan diterima. Ya akhi, saudaraku, sebaiknya batalkan saja perjalananmu dan kembalilah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hal itu Ahmad Yasin hanya tersenyum samblk berdiri sempoyongan di atas jari-jari kakinya. ”Wahai saudaraku, apakah kamu mengira saya pergi ke panitia untuk mendapatkan belas kasihan? Tidak, demi Allah. Saya adalah seorang muslim yang percaya kepada kuasa Allah, jika memang Allah berkehendak saya diterima maka tak seorang manusiapun mampu mencegah rizki saya. Tidakkah kamu membaca firman Allah swt, ” Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. Maka demi Rabb langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan. (QS. 51:22-23) Tidakkah kau ingat sabda Rasulullah yang dieiwayatkan dari Ibnu Abbas, ”Ketahuilah, sekitanya umat manusia berhimpun untuk memberikan kemanfaatan kepadamu dengan sesuatu maka mereka tidak akan bisa memberikan kepadamu kecuali yang telah ditetapkan Allah untukmu. Dan ketahuilah, sekiranya umat manusia berhimpun untuk mencelakaimu dengan sesuatu maka mereka tidak akan bisa mencelakaimu kecuali apa yang telah ditetapkan Allah atasmu…” Demi Allah, saya percaya pada Allah dan Dia tidak akan mencelakanku. Saya bertawakal kepada Allah dan akan meneruskan perjalanan ini.” Ahmad Yasin akhirnya meneruskan perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah wawancara, panitia pendaftaran milihat banyak keistimewaan yang dimiliki Ahmad Yasin. Namun hanya satu hal, dia pincang!!! Sedang siapapun tahu, kala itu, barang siapa yang ingin lulus maka harus membanyar sejumlah uang untuk mempermudah prosesnya. Nama Ahmad Yasin akhirnya diloloskan ke pihak otoritas pendidikan umum untuk diambil keputusan. Di depan namanya tertulis, kemampuanya sangat bagus, nilainya sangat tinggi dan sangat baik, namun dia pincang!!! Cacat itupun menjadi pertimbangan serius pihak dinas otoritas pendidikan. Namun bila Allah sudah berkehendak, siapapun tak ada yang bisa menolaknya, ketika Kepala Otoritas Pendidikan kala itu, al Fariq Ahmad Salim, anak kesayangannya lahir cacat kakinya. Segera teken di depan nama Ahmad Yasin dengan tinta merah ”diterima”. Kemudian dia memerintahkan panitia untuk menerima semua calon guru yang diajukan oleh panitia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Yasin kemudian kembali ke almamaternya sebagai guru bahasa Arab dan pendidikan Agama dengan gaji 10 junaih Mesir setiap bulan. Ada kekhawatiran guru yang pincang ini akan mendapatkan perlakukan buruk dan pelecehan oleh sebagian siswanya. Namun yang terjadi adalah sebaliknya, sosok pincang ini justru mengundang banyak kekaguman dan pernghormatan tidak saja dari murid-muridnya namun juga dari rekan-rekan guru dan wali murid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sosok Umat yang Utuh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah artikelnya, Dr. Abdul Aziz Rantisi, tokoh yang menggantikan Syaikh Yasin memimpin Hamas sepeninggal beliau yang kemudian menjadi target pembunuhan Israel berikutnya, melukiskan tentang pribadi pendiri dan tokoh spiritual Hamas ini dengan menyebut sebagai sosok yang setara dengan umat atau umat yang terdapat pada satu sosok dirinya. Rantisi menuliskan, Syaikh Ahmad Yasin adalah seorang tokoh pemimpin yang istimewa. Dialah sosok yang ketika mendapat bencana dan cobaan, justru memperbesar tekad dan keteguhannya dalam meneruskan jalan meskipun terjal. Beliau terus menapakkan kaki dengan berkorban, memberi, dan bahkan mewujudkan berbagai target yang pada gilirannya melahirkan gerakan perjuangan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah artikel sangat tidak cukup untuk melukiskan bahkan untuk menyelami kedalaman lautan sosok ini (Syaikh Yasin), apalagi sampai ke dasarnya. Lautan sosok ini sangat dalam, dalam sekali. Karena itu, sebuah artikel, sebuah buku, bahkan sepuluh jilid atau sebanyak apapun jumlahnya, ia tidak akan bisa memuat semua keutamaannya. Sejarah akan berhenti lama untuk mendokumentasikan pemimpin berkebangsaan Palestina yang pejuang ini. Namun demikian ada beberapa bagian dari kehidupan dan sifat beliau yang perlu diungkap pada saat sekarang agar dapat dicontoh dan ditanamkan pada diri dan jiwa generasi masa depan umat Islam. Pemimpin yang satu ini memiliki tekad yang tak pernah ragu, keinginan yang tak pernah kendur, keberanian yang tak pernah surut, serta kekuatan yang tak pernah lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Ahmad Yasin memasuki usia yang kelima belas tahun ketika beliau mengalami musibah patah tulang leher saat bermain gulat dengan salah satu teman beliau, asy-Syahid Abdullah Shiyam. Meskipun musibah yang menimpa pemuda ini sangat besar, namun beliau menyembunyikan sebab-sebab terjadinya kecelakaan tersebut kepada keluarga beliau agar tidak timbul masalah keluarga antara keluarga beliau dan keluarga Shiyam. Ketika itu, beliau hanya berkata bahwa kecelakaan itu terjadi karena ia melompat di udara dan kemudian terjatuh dengan kepala terlebih dahulu. Baru pada tahun 1990 beliau memberitahukan kepadaku sebab yang sebenarnya. Yaitu ketika aku bersama beliau di dalam penjara. Artinya, empat puluh tahun sesudah kecelakaan itu terjadi. Itulah pertama kali beliau mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi. Keluarga beliau sendiri sampai detik ini tidak pernah mengetahuinya. Kecelakaan yang mengenaskan tersebut telah menyebabkan pemuda Ahmad Yasin terserang kelumpuhan. Betis beliau tidak bisa bergerak. Demikian pula dengan lengan beliau. Tentu saja, orang yang terkena musibah semacam ini akan menjadi lemah dan hanya bisa pasrah. Ia hanya akan menjadi orang yang terpinggirkan dan tersia-siakan. Ia menjadi beban bagi masyarakat dan tanggungan yang berat bagi keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, yang menakjubkan dan menarik perhatian, Syaikh Ahmad Yasin telah menorehkan kemenangan pertama dalam hidupnya ketika ia mampu melahirkan gerakan dari kelumpuhannya, kehendak kuat dari kelemahannya, serta kekuatan dari ketidakberdayaannya. Jadi, tekad ruhiyah Syaikh Yasin mampu mengalahkan kelemahan fisiknya. Beliau melanjutkan sekolahnya hingga menjadi seorang guru. Kemudian beliau naik ke berbagai mimbar sebagai khatib, penceramah, pendidik, dan dai yang menyeru kepada Allah dengan hujjah yang jelas. Beliau juga menyiapkan pemuda muslim untuk mengemban tugas dakwah dan menghadapi berbagai konspirasi yang ditujukan kepada bangsa Palestina. Hal itulah yang membuatnya ditangkap oleh pemerintahan Mesir pada saat itu. Sesudah kekalahan pada tahun 1967 M, Syaikh Ahmad Yasin bangkit dengan kembali mendirikan gerakan Ikhwanul Muslimun di wilayah Gaza. Beliau berhasil mendirikan bangunan tersebut dengan kesabaran, keteguhan, dan ketekunan yang luar biasa. Jarang kita melihat sosok seperti beliau di dunia modern seperti ini. Apalagi, di saat bangsa Arab dan umat Islam sedang tidur nyenyak dan berada dalam kondisi lemah, terpecah, dan kalah. Sementara, Syaikh menyambung siang dan malamnya dengan terus bergerak demi untuk mencapai impian besar dalam menyelamatkan umat dari musibah yang menimpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sukses membangun kembali Ikhwan di Palestina, Syaikh mulai menyiapkan sejumlah orang untuk mencapai kemenangan lain demi kebaikan bangsa Palestina. Bahkan, demi kebaikan bangsa Arab dan umat Islam. Yang menjadi tujuan pertama beliau adalah keluar dari kondisi yang lemah dan bangkit kembali. Beliau terdorong oleh keimanan yang sangat kuat bahwa umat mampu untuk mencapai kemenangan jika memiliki tekad untuk keluar dari kekalahan dan menghentikan sikap mengekor kepada musuh. Beliau mulai melakukan persiapan untuk menghadapi perang jangka panjang yang dilakukan oleh gerakan Islam dalam melawan permusuhan zionis terhadap Palestina, serta terhadap bangsa Arab dan umat Islam. Maka, Syaikh Ahmad Yasin mendirikan sebuah sayap militer gerakan Hamas. Namun, Allah menakdirkan sayap militer ini dihancurkan di saat awal kelahirannya, yang menyebabkan Syaikh Yasin ditangkap oleh musuh. Saat diinterogasi oleh pihak zionis beliau mendapatkan siksaan yang hebat. Hal itu terjadi pada tahun 1984 M, tiga tahun sebelum kemunculan gerakan intifadhah. Beliau dihukum penjara selama 13 tahun. Namun, berkat karunia Allah, setelah sebelas bulan mendekam di penjara, beliau dibebaskan lewat kesepakatan pertukaran tawanan pada tahun 1985 M, yang dilakukan oleh seorang pejuang, Ahmad Jibril, Sekjen Front Rakyat dengan pihak zionis. Beliau keluar dari penjara dengan tekad, keinginan, dan keteguhan untuk meneruskan perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat Syaikh Yasin memunculkan gerakan intifadhah Palestina pada tahun 1987 M, sebelumnya telah didirikan sayap militer gerakan Hamas yang selanjutnya diberi nama Brigade asy-Syahid Izzuddin al-Qassam, agar gerakan Hamas, sayap militernya, dan gerakan intifadhah rakyat Palestina menyerupai deklarasi perang total terhadap musuh yang biadab. Hal ini ditujukan untuk mewujudkan keseimbangan pertahanan dalam kondisi tidak adanya keseimbangan kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1987 M, beliau mendirikan gerakan perlawanan Islam (Hamas). Pada saat yang sama, dideklarasikan dimulainya gerakan intifadhah bangsa Palestina terhadap kezaliman, permusuhan, dan kesewenang-wenangan dalam bentuk pendudukan kaum zionis atas Palestina. Juga, terhadap tindakan mereka yang mengotori tempat-tempat suci, terutama Masjid al-Aqsa yang penuh berkah. Lalu, perlawanan terhadap pembantaian anak-anak, wanita, orang tua, bahkan janin yang masih berada di kandungan ibunya. Serta, perlawanan terhadap tindakan penghancuran desa-desa dan kota, pembongkaran rumah-rumah yang sedang ditempati oleh penghuninya, penebangan pohon-pohon berbuah, pembumihangusan tanah-tanah pertanian, dan penghancuran kehidupan rakyat. Syaikh Yasin memahami bahwa zionis perusak ini mempergunakan politik teror untuk mewujudkan tujuan-tujuan zionismenya yang agresor. Beliau juga mengetahui bahwa musuh dan penjahat ini tidak akan berhenti dengan politik tersebut, kecuali apabila harga yang harus dibayarkan untuk kejahatannya itu terlalu tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Yasin ditangkap untuk kedua kalinya pada tahun 1989 M. Pihak zionis memvonisnya dengan penjara seumur hidup. Setelah delapan tahun berada di tahanan, berkat karunia Allah beliau dibebaskan akibat sebuah operasi yang gagal yang dilakukan oleh Mossad di Yordania. Yaitu operasi teror yang tujuannya ingin menghabisi nyawa sang MujAhed, Khalid Misy’al, pimpinan biro politik gerakan Hamas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Yasin keluar dari tahanan guna memproklamirkan kepada dunia bahwa jihad tidak akan berhenti sampai tanah Palestina merdeka secara total, bahwa satu jengkal tanahpun tidak akan dibiarkan kepada mereka, dan bahwa setiap hak rakyat Palestina akan terus dituntut, terutama hak untuk kembali bagi para pengungsi Palestina yang telah diusir dari rumah-rumah mereka sejak tahun 1948 M, disebabkan oleh teror zionis. Selain itu, beliau juga menolak segala kesepakatan dan perjanjian yang mengarah kepada penawaran untuk mendapat tanah air dan penyerahan sebagian darinya guna kepentingan zionis Yahudi yang didukung oleh kaum salibis yang dengki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedengkian zionis terhadap Syaikh Yasin sampai ke tingkat menyuruh penguasa Palestina untuk menekan Syaikh Yasin. Maka, Penguasa Palestina menetapkan tahanan rumah kepada beliau dan segera merespon keinginan Israel. Akan tetapi, publik Palestina menolak hal tersebut agar beliau bisa keluar lagi meneruskan tekadnya yang kuat untuk melanjutkan perjalanan jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidaksenangan zionis berlanjut dan kemudian berwujud kepada usaha untuk menghabisi nyawa Syaikh dengan membom rumah yang beliau tinggali pada saat terjadinya serangan teror dengan bom seukuran seperempat ton. Akan tetapi, Allah menyelamatkan beliau. Syaikh Yasin keluar dengan selamat meskipun kerusakan yang menimpa rumah tersebut sangat parah. Ketika selamat dari upaya tersebut, ia kembali bersikeras melanjutkan perjalanan jihad. Berbagai kesulitan justru membuat beliau bertambah kuat, teguh, dan semangat mempertahankan hak-hak tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selintas Perjalanan Syaikh Yasin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Yasin berusia sepuluh tahun saat Inggris mengumpulkan bangsa zionis dari seluruh penjuru dunia untuk ditempatkan di tanah Palestina. Melalui kekuatan militer yang diperkuat dengan cerita bualan tentang tanah yang dijanjikan, didirikanlah untuk mereka negara yang bernama Israel pada tahun 1948.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah awal tahun prahara (nakhbah) bagi bangsa Palestina. Syaikh Yasin bersama keluarganya dipaksa mengungsi ke wilayah Jalur Gaza. Untuk sementara waktu dia harus berhenti sekolah karena harus bekerja membantu kakaknya untuk mencukupi ekonomi keluarga. Tiga tahun kemudian Syaikh Yasin melanjutkan sekolah hingga terjadilah sebuah kecelakaan yang membuat seluruh tubuhnya lumpuh kecuali bagian kepalanya. Kondisi lumpuh tidak menghentikannya meneruskan studi hingga menjadi seorang pengajar bahasa Arab dan Tarbiyah Islamiyah baik di alamamaternya mmaupun di beberapa sekolah bantuan internasional (UNRWA) di Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatannya dalam gerakan islam berbuntut pada penangkapan oleh pemerintahan Jamal Abdul Naseer karena dituduh sebagai bagian dari gerakan al Ikhwanul al Muslimun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tokoh-tokoh gerakan Ikhwan yang berada di Gaza meninggalkan daerah tersebut untuk lari dari cengekeraman Nasser, Ahmad Yasin memiliki pandangan lain. Ia menegaskan bahwa di atas tanah itulah kehidupan dan jihad layak diwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memulai dari nol ketika kekuasaan kaum kiri dan nasionalis mencapai Tepi Barat dan wilayah Gaza sehingga ketaatan beragama lenyap dari masyarakat Palestina dalam bentuk yang tidak pernah terjadi sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ketaatan beragama dianggap sebagai bid’ah yang buruk dan simbol keterbelakangan, Syaikh Yasin tetap yakin bahwa era Islam pasti datang dan debu yang menutupi kesadaran umat akan segera hilang sehingga mereka kembali kepada akar dan rahasia kemuliaan mereka. Syaikh Yasin merancang bangunan tersebut: dari shalat ke shalat, dari masjid ke masjid lain. Syaikh menanamkan benihnya di tanah Isra dan Mi’raj seraya memberikan kabar gembira akan datangnya hari esok yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usahanya tidak hanya terbatas pada wilayah Gaza, tempat ia mendirikan Majma’ Islami, sebuah sebuah lembaga Islam yang lengkap, mencakup bidang sosial, kemasyarakatan, dan dakwah. Bahkan, beliau meluaskan upayanya hingga mencapai Tepi Barat yang menjadi tempat berkembangnya aliran kiri, nasionalis dan sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir 1970-an dan di awal 1980-an, pohon yang dibangun Syaikh Yasin sudah mulai membesar sedikit demi sedikit. Pihak-pihak lain di negara Palestina mulai menyadari bahayanya. Mereka menghadapi upaya Syaikh Yasin dengan menuduhnya sebagai agen penjajah sebab tidak memproklamirkan perlawanan bersenjata. Akan tetapi, Syaikh Yasin memahami tindakannya. Perlawanan tidak boleh tegak di atas pondasi yang lemah. Ia harus tegak di atas dasar-dasar yang kokoh dan kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1983, Syaikh Yasin merasa bahwa telah tiba saatnya untuk melakukan persiapan fisik dan materil sesudah melakukan persiapan spritual secara baik. Hal itu terlihat dengan berkembangnya sikap religius di masyarakat dan munculnya kekuatan gerakan Islam sebagai kekuatan kedua di berbagai universitas dan asosiasi. Bahkan di beberapa komunitas ia mulai mengungguli gerakan pembebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh pihak militer, Syaikh Yasin dianggap telah melakukan pengumpulan senjata, membentuk pasukan militer dan menyerukan pelenyapan eksistensi negara Yahudi. Karenanya, beliau ditangkap bersama koleganya kemudian dihadapkan ke mahkamah militer Israel dan divonis 13 tahun penjara, sementara hukuman yang lebih lama diberikan kepada sejumlah koleganya. Di antaranya kepada Syaikh asy Syahid Solah Syahadah. Hal itu berlangsung selama dua tahun. Pada tahun 1985, Syaikh Yasin keluar dari penjara berkat proses pertukaran tahanan dengan Front Rakyat yang dipimpin oleh Ahmad Jibril dengan pihak Israel, setelah beliau mendekam selama 11 bulan dalam penjara rezim Imperialis Israel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase itu adalah fase keputusasaan. Organisasi PLO mengalami kekalahan di Beirut. Kondisi negara-negara Arab juga sedang jatuh. Tawar-menawar dilakukan di sana-sini guna mengembalikan pengakuan internasional terhadap Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh kembali menghembuskan Gerakan Perlawanan Islam Palestina kalangan para pemuda lewat berbagai masjid yang telah menjadi simbol dalam melawan penjajah. Pihak terakhir ini merasa telah berhasil melenyapkan upaya perlawanan masyarakat Palestina, di luar dan di dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pada penghujung tahun 1987, tepatnya tanggal 14 Desember 1987, pada masa penuh berkah terkait dengan munculnya gerakan intifadhah pertama, Syaikh bersama tiga koleganya: asy Syahid Solah Syahadah, asy Syahid Ibrahim al Muqadimah, dan asy Syahid Abdul Aziz Rantisi, mengumumkan pendirian Gerakan Perlawanan Islam yang dikenal dengan nama “Hamas”. Pada akhir bulan Agustus 1988, militer Imperialis Israel menyerbu rumah kediaman beliau di Gaza. Mereka melakukan pengeledahan dan mengancam membuang beliau dengan kursi rodanya ke Lebanon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat perjalanan gerakan intifadhah yang pertama, Hamas menjadi penggerak utama sampai-sampai gerakan intifadhah disebut dengan revolusi masjid karena menjamurnya ceramah Islam yang disampaikan oleh Syaikh Yasin di berbagai acara dari masjid ke masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otoritas penjajah menyadari bahaya peran yang dimainkan oleh gerakan Hamas dalam intifadhah. Sementara Syaikh Yasin sendiri menyadari bahwa lemparan batu semata tidak cukup untuk memberikan rasa sakit ke tubuh penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya dan dengan melihat kepada minimnya potensi yang ada, gerakan tersebut dengan dipimpin oleh Syaikh Yasin dimulai dengan perang menggunakan pisau. Selanjutnya di awal tahun 1989 berkembang menjadi perlawanan bersenjata dan sampai kepada penculikan tentara Israel. Akibatnya, pada tanggal 15 Juni 1989 (referensi lain menyebutkan tanggal 17 Mei 1989) rezim penjajah menangkap Syaikh Ahmad Yasin bersama kurang lebih 260 pimpinan Hamas lainnya. Israel punya alasan, penangkapan dilakukan sebagai upaya menghentikan perlawanan bersenjata yang terjadi ketika itu yang mengambil bentuk serangan dengan menggunakan as silah al abyadh (senjata putih), yakni selain senjata api, terhadap serdadu-serdadu Israel, warga Yahudi serta penculikan terhadap agen-agen Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 16 Oktober 1991, mahkamah militer Imperialis Israel mengeluarkan keputusan (tanpa sidang pengadilan) dengan memvonis Syaikh Ahmad Yasin berupa penjara seumur hidup ditambah 15 tahun kurungan, setelah disodorkan daftar tuduhan sebanyak sembilan item. Di antaranya seruan (provokasi) penculikan dan pembunuhan terhadap serdadu-serdadu Imperialis Israel, pendirian Gerakan Hamas beserta sayap militer dan dinas keamanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penahanan Syaikh Yasin beserta sebagian besar pimpinan gerakan Hamas di wilayah Gaza dan Tepi Barat tidak menghentikan perjuangan. Justru hal itu membentuk simpati yang membuat Hamas menjadi lebih berkembang dan lebih besar. Dalam kurun waktu antara tahun 1989-1993 wilayah Gaza berubah menjadi neraka yang menakutkan bagi para agresor. Brigade al Qassam, sayap militer Gerakan Hamas juga menjadi alat yang menyulitkan penjajah, sesuatu yang mempercepat terselenggaranya kesepakatan Oslo. Tujuannya adalah untuk melepaskan diri dari tekanan perlawanan yang dilakukan oleh Hamas dalam menghadapi tentara penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun Syaikh Yasin menjadi tahanan penjara musuh. Namun, spirit dan pernyataannya yang keluar dari dari penjara menghiasi perjalanan gerakan tersebut yang semakin membesar di mata orang Palestina serta di mata dunia Arab dan Islam. Terutama setelah munculnya gerakan mati syahid yang ditetapkan oleh Gerakan Hamas dalam melawan penjajah yang dipimpin oleh asy Syahid Yahya Ayyas yang mati syahid setelah dibunuh pada tanggal 15 Januari 1996.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun Syaikh mendekam di penjara dengan menolak tawaran perkaranya diadili. Sementara itu gerakan Hamas terus berkembang dan para penjajah menyadari ancaman eksitensi yang belum pernah dikenal dalam sejarah mereka sebelumnya. Hal ini seperti yang diakui oleh Ya’kub Beiri dalam bukunya, Datang untuk membunuhmu… Bunuh Ia segera!, yang mencatatkan sejarah perlawanan gerakan Hamas di masa asy-Syahid Yahya Ayyas dan sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu pagi, tanggal 1 Oktober 1997, Syaikh Ahmad Yasin dibebaskan berkat perjanjian yang berlangsung antara Jordania dan rezim Imperialis Israel, dengan kompensasi penyerahan dua agen (antek) Zionis yang tertangkap di Jordania setelah mereka gagal dalam upaya pembunuhan terhadap al-Akh Khalid Misy'al, Kepala Biro Politik Hamas di Amman pada tanggal 25 September 1997.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melanglang buana ke negara Arab, Syaikh kembali ke wilayah Gaza yang menyambutnya bak pahlawan. Sang Pemimpin itupun kembali mengawasi anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 28 September 2000 perjalanan gerakan intifadhah untuk al-Aqsa mulai muncul dengan Syaikh Yasin sebagai pemimpinnya. Ketika para pimpinan politik ditangkap dan dibunuh di Tepi Barat, wilayah Gaza relatif tidak terjangkau oleh penjajah. Hal itu karena ia memang sulit dijamah. Hanya saja, kekuatan dan kehadiran pimpinan di Gaza, terutama Syaikh Yasin, telah menyulut emosi penjajah. Mereka mulai melakukan gelombang pembunuan terhadap para pemimpin militer dan politik. Maka, dibunuhlah Syaikh Solah Syahadah, Ibrahim al Muqadamah, Ismail Abu Syanab serta puluhan pimpinan sayap militer lainnya termasuk pengganti Syaikh yasin, Dr. Abdul Aziz Rantisi yang dibunuh Israel pada 17 April 2004, kurang dari sebulan setelah pembunuhan Syaikh Yasin. Upaya pembunuhan juga dilakukan atas diri Dr. Mahmud Zehhar namun upaya itu gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembunuhan terhadap diri Syaikh yasin memang sudak diperkirakan oleh semua pihak. Terlebih setelah aksi heroik di Asdod pada tanggal 15 Maret 2004 oleh dua pejuang Palestina dari Gaza, penjajah Zionis memutuskan oparasi pembunuhan dengan target para pimpinan gerakan politik guna melemahkan eksistensi gerakan perlawanan. Maka pada Senin 22 Maret 2004, selepas keluar dari masjid usai menunaikan shalat subuh, mobil yang ditumpangi Syaikh Yasin dibombardir tiga rudal yang ditembakan pesawat heli tempur Apache buatan Amerika. Syaikh Yasin gugur syahid bersama delapan orang lainnya. Di antara mereka adalah para pendampingnya. Itulah akhir kehidupan yang memang ia inginkan dan telah menjadi kehendak Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Yasin gugur syahid setelah menyempurnakan bangunan perlawanan dan merasa tenang karena bangunan tersebut sangat indah, kuat, dan kokoh. Juga, setelah ia menciptakan kemenangan yang diketahui oleh seluruh dunia lewat keputusan Sharon yang lari dari wilayah Gaza dengan dissengagement pan-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Yasin telah meninggal. Namun, perjalanan yang ia wujudkan dengan segala kesungguhan, perjuangan, dan ruhnya akan terus maju hingga menghabisi penjajah. Kita telah kehilangan seorang pahlawan yang menjadi legenda, seorang syaikh yang mulia, dan seorang pendidik utama. Ia menginginkan tanah air nenek moyangnya. Ia hendak mewujudkan haknya. Ia ingin agar seluruh rakyat hidup dengan damai di tanah air yang merdeka dan bahagia. Ia menuntut hak rakyat Palestina yang terkoyak oleh keputusan boneka PBB, oleh gerakan zionis serta oleh antek-anteknya, juga pengkhianatan sejumlah pimpinan tentara Arab di tahun 1948 dan sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Ahmad Yasin memang telah meninggalkan dunia. Namun, ia tidak lenyap dari jiwa rakyat Palestina dan kaum muslimin. Ia adalah sosok yang melegenda. Ia hanya punya kursi roda, kepala, dan hati semata. Itulah fisik dan kondisi Ahmad Yasin. Namun, ia telah membuat takut Israel dan para sekutunya, membuat takut Israel dan agen-agen intelijennya, membuat takut beruang buas dan “penjagal” Sharon yang merubah haluan pesawat berikut rudalnya kemudian diarahkan menuju kursi roda yang sedang ditumpangi tubuh yang lumpuh itu. Selamat jalan Amir Mujahidin, Guru Perlawanan Palestina. Semoga Allah menempatkanmu di sisinya bersama para anbiya’, syuhada’dan shidiqin karena mereka itulah sebaik-baik teman. (warsito)&lt;/span&gt;                                                                                &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;(Source : &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;" href="http://www.infopalestina.com/index.asp" target="_blank"&gt;www.infopalestina.com&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt; ) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Live For Love, Love For Live"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7155326817981653575-2520995157716765758?l=rainz-al-mujahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/feeds/2520995157716765758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7155326817981653575&amp;postID=2520995157716765758&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/2520995157716765758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7155326817981653575/posts/default/2520995157716765758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rainz-al-mujahid.blogspot.com/2008/04/syeikh-ahmad-yasin-menggerakan-dunia.html' title='Syeikh Ahmad Yasin : Menggerakan Dunia dari Kursi Roda'/><author><name>Al-Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14531980144247679799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7155326817981653575.post-2890491895022182514</id><published>2008-03-13T16:00:00.003+07:00</published><updated>2008-06-07T19:54:53.154+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Aqsha'/><title type='text'>JANGAN REMEHKAN ISBAL (BERPAKAIAN MELEBIHI BATAS MATA KAKI)</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Oleh Ust. Ainur Rofiq&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span class="awal"  style="font-family:arial;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;ewajiban bagi setiap muslim untuk ta’at pada Rosul dengan mengikuti sunnah-sunnah Rosul saw, Baik mengenai tata cara ibadah, bermu’amalah, bertutur kata, berpakaian dan lain-sebagainya), sebab itu syarat muthlak untuk mendapatkan cinta dari Alloh Ta’ala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(Ali Imron: 31-32).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Berikut ini beberapa hadits larangan Rosululloh saw, tentang Isbal:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;1.عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ بْنِ السَّكَنِ الْأَنْصَارِيَّةِ قَالَتْ كَانَ كُمُّ يَدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الرُّسْغِ قَالَ أَبو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ (رواه الترمذى)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Asma’ binti Yazid al Anshoriyah berkata: “Lengan baju Rosululloh SAW hanya sampai pada pergelangan tangan”. (HR. Tirmidzi) dia berkata: ini hadits Hasan Ghorib&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لا يَنْظُرُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا (متفق عليه)&lt;br /&gt;Dari Abu Huroiro, sesungguhnya Rosululloh bersabda: “Alloh tidak akan melihat dengan rohmat kepada orang yang menurunkan pakaiannya sampai di bawah mata kakinya karena sombong “. (Muttafaqun ‘Alaihi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِي اللَّه عَنْهمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلاءَ (رواه البخارى)&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar berkata: Sesungguhnya Rosululloh SAW bersabda: “Alloh tidak memandang orang yang menurunkan pakaiannya di bawah mata kaki karena sombong” (HR. Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّهم عَنْهم عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الْإِزَارِ فَفِي النَّارِ (رواه البخارى)&lt;br /&gt;Dari Abu Huroiroh ra berkata. Rosululloh saw bersabda: sarung yang di bawah mata kaki, maka itu di neraka. (HR. Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ مِنَ الْخُيَلاءِ لَمْ يَنْظُرِ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ (رواه مسلم)&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar berkata, Rosululloh bersabda: barang siapa yang menurunkan kainnya /sarungnya sampai di bawah mata kaki karena sombong, maka Alloh tidak akan melihatnya pada hari kiamat (HR.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَل
